Panduan Lengkap Syarat Pengajuan KUR BRI Ramadhan 2026 Beserta Tabel Cicilan

Jumat, 20 Februari 2026 | 15:18:49 WIB
Panduan Lengkap Syarat Pengajuan KUR BRI Ramadhan 2026 Beserta Tabel Cicilan

JAKARTA - Momen Ramadhan 2026 diprediksi akan menjadi puncak aktivitas ekonomi bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia.

Untuk mendukung lonjakan kebutuhan modal kerja selama bulan suci hingga menjelang Idul Fitri, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk kembali menghadirkan program Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Program ini dirancang khusus untuk memberikan kemudahan bagi pengusaha lokal dalam mendapatkan suntikan dana segar dengan skema yang ringan dan proses yang cepat, sehingga bisnis bisa berjalan maksimal di tengah tingginya permintaan pasar.

Melalui KUR BRI Ramadhan 2026, pemerintah memberikan subsidi bunga yang signifikan, sehingga beban yang ditanggung nasabah tetap rendah.

Hal ini bertujuan agar pelaku usaha tidak hanya mampu memenuhi stok barang, tetapi juga meningkatkan kapasitas produksi tanpa terbebani cicilan yang memberatkan. Fokus utama program ini adalah menjangkau sektor-sektor produktif seperti perdagangan, jasa, hingga industri kreatif yang biasanya mengalami tren kenaikan omzet secara drastis di musim Ramadhan.

Kriteria Dan Syarat Administrasi Untuk Calon Debitur KUR BRI

Untuk mendapatkan manfaat dari pembiayaan ini, calon nasabah harus memenuhi beberapa kriteria dasar yang telah ditetapkan oleh pihak bank. Secara umum, pemohon adalah individu atau perseorangan yang melakukan usaha produktif dan layak (feasible).

Usaha tersebut setidaknya telah berjalan secara aktif minimal selama 6 bulan berturut-turut. Hal ini penting untuk menunjukkan bahwa bisnis memiliki fundamental yang kuat dan keberlanjutan yang teruji sebelum menerima bantuan permodalan.

Dari sisi administrasi, dokumen yang perlu disiapkan tergolong sederhana. Calon debitur wajib melampirkan identitas diri berupa e-KTP, Kartu Keluarga (KK), serta surat izin usaha. Surat izin ini bisa berupa Nomor Induk Berusaha (NIB) atau Surat Keterangan Usaha (SKU) yang diterbitkan oleh kelurahan atau desa setempat.

Selain itu, syarat penting lainnya adalah calon nasabah tidak sedang menerima kredit dari perbankan lain, kecuali kredit konsumtif seperti KPR, KKB, atau kartu kredit dengan catatan pembayaran yang lancar.

Pilihan Jenis KUR BRI Sesuai Dengan Kebutuhan Modal

BRI menyediakan beberapa skema yang dapat dipilih sesuai dengan skala usaha masing-masing individu. Pertama, terdapat KUR Super Mikro dengan plafon pinjaman maksimal hingga Rp10 juta. Jenis ini sangat cocok bagi pelaku usaha mikro yang baru berkembang atau pedagang kecil di pasar musiman Ramadhan.

Kedua, ada KUR Mikro dengan batas pinjaman mulai dari Rp10 juta hingga Rp100 juta. Kategori ini biasanya menjadi pilihan utama bagi UMKM yang ingin melakukan ekspansi stok barang dalam skala besar.

Bagi pengusaha yang sudah berada di level menengah, tersedia KUR Kecil dengan plafon Rp100 juta hingga Rp500 juta. Pada kategori KUR Kecil, persyaratan yang diminta biasanya sedikit lebih ketat, termasuk keharusan memiliki NPWP dan agunan tambahan sesuai ketentuan bank.

Dengan pembagian kategori ini, BRI memastikan bahwa setiap level pengusaha mendapatkan porsi modal yang tepat sasaran dan sesuai dengan kemampuan bayar masing-masing.

Estimasi Tabel Angsuran Dan Simulasi Cicilan Bulanan Terbaru

Memahami kemampuan finansial sebelum meminjam adalah langkah bijak. Berikut adalah gambaran simulasi angsuran KUR BRI 2026 dengan suku bunga efektif 6% per tahun (untuk pengajuan pertama) bagi berbagai nominal plafon:

Plafon Pinjaman Rp10.000.000:

Tenor 12 bulan: ± Rp883.333

Tenor 24 bulan: ± Rp466.667

Tenor 36 bulan: ± Rp327.778

Plafon Pinjaman Rp50.000.000:

Tenor 12 bulan: ± Rp4.416.667

Tenor 24 bulan: ± Rp2.233.333

Tenor 60 bulan: ± Rp1.083.333

Plafon Pinjaman Rp100.000.000:

Tenor 12 bulan: ± Rp8.833.333

Tenor 36 bulan: ± Rp3.277.778

Tenor 60 bulan: ± Rp2.166.667

Simulasi di atas memberikan gambaran bahwa dengan tenor yang panjang, cicilan bulanan menjadi sangat terjangkau. Hal ini memungkinkan pelaku usaha untuk tetap memiliki sisa keuntungan yang cukup untuk diputarkan kembali ke dalam operasional bisnis selama masa Ramadhan dan sesudahnya.

Prosedur Pengajuan Dan Langkah Praktis Aktivasi Pinjaman

Proses pengajuan KUR BRI di tahun 2026 kini semakin fleksibel. Masyarakat dapat memilih untuk datang langsung ke kantor unit BRI terdekat dengan membawa berkas fisik, atau melakukan pengajuan melalui platform digital resmi yang telah disediakan.

Setelah dokumen diterima, pihak bank akan melakukan proses survei lapangan untuk memverifikasi kelayakan usaha. Proses ini biasanya memakan waktu beberapa hari kerja hingga akhirnya dana dicairkan langsung ke rekening nasabah.

Kunci utama agar pengajuan disetujui adalah kejujuran dalam memberikan data serta memastikan bahwa usaha yang dijalankan memang benar-benar memiliki potensi berkembang.

Dengan memanfaatkan momentum Ramadhan 2026, diharapkan para pelaku UMKM dapat mengoptimalkan pinjaman ini untuk meraih keuntungan maksimal sekaligus berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi nasional. Kehadiran KUR BRI bukan hanya soal pinjaman uang, melainkan kemitraan strategis untuk memajukan usaha rakyat di seluruh penjuru Indonesia.

Terkini