JAKARTA - PT Kereta Api Indonesia (Persero) kembali menyiapkan berbagai strategi untuk mengantisipasi lonjakan penumpang pada masa Angkutan Lebaran 2026.
Salah satu kebijakan yang disiapkan adalah program potongan harga atau diskon tiket kereta api jarak jauh, yang diharapkan dapat meringankan beban biaya perjalanan masyarakat saat mudik.
Program diskon tersebut menjadi bagian dari upaya KAI dalam menyediakan layanan transportasi yang aman, nyaman, dan terjangkau, seiring meningkatnya mobilitas masyarakat menjelang Hari Raya Idulfitri.
Diskon Tiket Ikuti Pola Tahun Sebelumnya
Kebijakan pemberian diskon tiket kereta jarak jauh ini mengikuti pola yang telah diterapkan pada periode angkutan Lebaran tahun-tahun sebelumnya. Pada periode tersebut, PT KAI memberikan potongan harga dengan skema tertentu, menyesuaikan jadwal keberangkatan dan ketersediaan tempat duduk.
Selain diskon tiket, KAI juga dikenal rutin menghadirkan berbagai program pendukung mudik, seperti layanan angkutan motor gratis (Motis) serta penambahan perjalanan kereta api per hari untuk mengakomodasi tingginya permintaan penumpang.
Langkah ini diharapkan mampu mengurai kepadatan di jalur darat serta memberikan alternatif perjalanan mudik yang lebih aman dan efisien.
Antisipasi Lonjakan Penumpang Mudik Lebaran
Masa angkutan Lebaran selalu menjadi periode dengan tingkat mobilitas tertinggi dalam layanan perkeretaapian nasional. Untuk itu, PT KAI telah menyiapkan sejumlah langkah antisipatif guna menghadapi lonjakan penumpang yang diperkirakan terjadi sejak H-10 hingga H+10 Lebaran.
Penambahan frekuensi perjalanan kereta api jarak jauh menjadi salah satu fokus utama. Dengan bertambahnya jumlah perjalanan per hari, KAI berharap dapat meningkatkan kapasitas angkut sekaligus mengurangi kepadatan penumpang pada jadwal-jadwal favorit.
Selain itu, optimalisasi sarana dan prasarana juga terus dilakukan, termasuk kesiapan rangkaian kereta, perawatan lokomotif, serta kesiapan petugas operasional di lapangan.
Koordinasi Lintas Sektor untuk Kelancaran Angkutan Lebaran
Dalam program Mudik Outlook, Direktur Utama PT KAI, Boby Rasyidin, menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan terkait guna memastikan kelancaran angkutan Lebaran 2026.
Koordinasi tersebut melibatkan kementerian dan lembaga terkait, pemerintah daerah, serta aparat keamanan. Sinergi lintas sektor ini dinilai penting untuk menjaga kelancaran perjalanan, keselamatan penumpang, dan ketertiban di stasiun maupun jalur kereta api.
KAI juga menyiapkan langkah mitigasi risiko, termasuk pengaturan lalu lintas perjalanan kereta serta skema penanganan kondisi darurat apabila terjadi gangguan operasional selama masa angkutan Lebaran.
Komitmen KAI Hadirkan Mudik Aman dan Nyaman
Melalui program diskon tiket dan berbagai layanan tambahan, PT KAI menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat, khususnya pada momentum mudik Lebaran yang sarat dengan kebutuhan perjalanan keluarga.
Kebijakan ini diharapkan dapat memberikan pilihan transportasi publik yang ekonomis sekaligus mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap kendaraan pribadi. Dengan demikian, potensi kemacetan dan risiko kecelakaan di jalan raya dapat ditekan.
PT KAI mengimbau masyarakat untuk memantau informasi resmi terkait jadwal penjualan tiket, besaran diskon, serta ketentuan program mudik Lebaran 2026 melalui kanal resmi perusahaan, agar dapat merencanakan perjalanan dengan lebih baik dan teratur.