JAKARTA - Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap berbagai mata uang asing selalu menjadi perhatian pelaku pasar, terutama bagi pihak yang berkaitan langsung dengan transaksi pemerintah dan kebijakan moneter.
Pada Kamis 29 Januari 2026, Bank Indonesia kembali merilis Kurs Transaksi BI yang menjadi acuan resmi dalam berbagai transaksi strategis. Data ini tidak hanya mencerminkan kondisi pasar valas terkini, tetapi juga menjadi rujukan penting bagi stabilitas sistem keuangan nasional.
Kurs Transaksi BI Hari Ini Kamis 29 Januari 2026 disajikan dalam bentuk kurs jual dan kurs beli sejumlah mata uang asing terhadap rupiah. Kurs ini digunakan secara khusus sebagai referensi transaksi Bank Indonesia dengan pihak ketiga, termasuk pemerintah. Dengan demikian, pergerakan kurs ini memiliki peran krusial dalam pengelolaan keuangan negara dan kebijakan fiskal.
Mekanisme Penetapan Kurs Transaksi BI
Kurs Transaksi BI ditetapkan berdasarkan mekanisme yang telah ditentukan oleh Bank Indonesia. Salah satu poin penting dalam penetapan ini adalah penggunaan titik tengah kurs USD terhadap rupiah. Titik tengah Kurs Transaksi BI USD IDR mengacu pada kurs acuan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate atau JISDOR pada hari kerja sebelumnya atau H minus satu.
Pembaruan Kurs Transaksi BI diumumkan secara rutin satu kali setiap hari kerja. Bank Indonesia merilis data tersebut pada pukul 08.00 WIB agar dapat digunakan oleh pihak terkait sejak awal aktivitas pasar. Pola pembaruan yang konsisten ini memberikan kepastian bagi pengguna kurs, terutama dalam perencanaan transaksi yang melibatkan mata uang asing.
Dengan sistem tersebut, Kurs Transaksi BI diharapkan mampu mencerminkan kondisi pasar secara wajar. Meski tidak digunakan langsung untuk transaksi ritel, kurs ini tetap menjadi indikator penting arah pergerakan nilai tukar rupiah.
Pergerakan Mata Uang Asia Timur
Mengutip data resmi dari BI.go.id, sejumlah mata uang Asia Timur menunjukkan level kurs yang beragam terhadap rupiah. Yuan China atau CNY diperdagangkan dengan kurs jual Rp2.419,96 dan kurs beli Rp2.395,64. Angka ini mencerminkan posisi yuan yang relatif stabil di tengah dinamika ekonomi kawasan Asia.
Yen Jepang juga tercatat dalam daftar Kurs Transaksi BI. Untuk nominal 100 yen, kurs jual berada di level Rp11.010,63 dan kurs beli Rp10.899,63. Yen masih menjadi salah satu mata uang utama yang banyak digunakan sebagai referensi perdagangan dan investasi di kawasan Asia Pasifik.
Selain itu, Dolar Hong Kong atau HKD dibanderol dengan kurs jual Rp2.154,42 dan kurs beli Rp2.132,93. Pergerakan mata uang ini kerap dipengaruhi oleh kebijakan moneter Amerika Serikat, mengingat keterikatan sistem nilai tukarnya.
Kurs Mata Uang Eropa Dan Inggris
Dari kawasan Eropa, euro dan poundsterling Inggris mencatatkan nilai tukar yang cukup tinggi terhadap rupiah. Euro atau EUR memiliki kurs jual Rp20.154,50 dan kurs beli Rp19.952,28. Mata uang tunggal Eropa ini masih menjadi salah satu mata uang utama dunia dengan peran besar dalam perdagangan internasional.
Sementara itu, poundsterling Inggris atau GBP berada pada level kurs jual Rp23.198,18 dan kurs beli Rp22.962,34. Nilai tukar GBP yang relatif tinggi mencerminkan posisi Inggris sebagai salah satu pusat keuangan global meskipun masih menghadapi dinamika ekonomi pasca berbagai kebijakan struktural.
Pergerakan mata uang Eropa ini menjadi perhatian tersendiri bagi pemerintah dan pelaku usaha yang memiliki kewajiban atau transaksi dalam denominasi euro maupun poundsterling. Kurs Transaksi BI memberikan gambaran resmi bagi perhitungan transaksi tersebut.
Valas Asia Tenggara Dalam Kurs Transaksi BI
Selain mata uang utama dunia, Kurs Transaksi BI juga memuat mata uang kawasan Asia Tenggara. Dolar Singapura atau SGD tercatat dengan kurs jual Rp13.335,41 dan kurs beli Rp13.200,62. Mata uang ini sering digunakan dalam transaksi perdagangan dan investasi regional.
Baht Thailand atau THB diperdagangkan dengan kurs jual Rp542,85 dan kurs beli Rp536,93. Meski nilainya relatif lebih kecil dibanding mata uang utama, baht tetap memiliki peran penting dalam transaksi lintas negara di kawasan ASEAN.
Keberadaan mata uang Asia Tenggara dalam Kurs Transaksi BI menunjukkan cakupan referensi yang luas. Hal ini memudahkan pemerintah dan institusi terkait dalam melakukan transaksi dengan mitra regional.
Posisi Dolar Amerika Serikat
Dolar Amerika Serikat atau USD tetap menjadi sorotan utama dalam setiap pembaruan Kurs Transaksi BI. Pada Kamis 29 Januari 2026, USD memiliki kurs jual Rp16.806,62 dan kurs beli Rp16.639,38. Posisi ini mencerminkan dinamika nilai tukar rupiah terhadap mata uang cadangan utama dunia.
Sebagai mata uang yang paling banyak digunakan dalam perdagangan internasional dan transaksi keuangan global, pergerakan USD memiliki dampak signifikan terhadap perekonomian nasional. Kurs Transaksi BI USD menjadi salah satu referensi penting dalam pengelolaan utang luar negeri dan transaksi pemerintah.
Dengan adanya kurs jual dan beli yang jelas, Bank Indonesia memberikan kepastian nilai bagi transaksi resmi yang melibatkan dolar AS. Hal ini membantu menjaga stabilitas dan transparansi dalam sistem keuangan.
Fungsi Strategis Kurs Transaksi BI
Kurs Transaksi BI tidak hanya berfungsi sebagai daftar nilai tukar semata. Kurs ini juga mencakup mata uang dari wilayah Asia Timur, Timur Tengah, hingga Eropa, sehingga memberikan referensi komprehensif bagi berbagai kebutuhan transaksi. Keberadaan kurs ini mendukung kebijakan moneter dan fiskal agar berjalan lebih terukur.
Bagi pelaku pasar, Kurs Transaksi BI menjadi salah satu indikator resmi yang mencerminkan sikap otoritas moneter terhadap kondisi nilai tukar. Meski berbeda dengan kurs pasar ritel, data ini tetap relevan sebagai acuan kebijakan dan analisis ekonomi.
Demikian informasi mengenai tingkat Kurs Transaksi BI Hari Ini Kamis 29 Januari 2026. Dengan memahami data ini, pelaku ekonomi dapat memperoleh gambaran yang lebih utuh mengenai posisi rupiah terhadap berbagai mata uang asing dalam konteks kebijakan Bank Indonesia.