Prabowo dan Raja Charles III Sepakati Kerja Sama Konservasi Gajah Peusangan Internasional

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:12:03 WIB
Prabowo dan Raja Charles III Sepakati Kerja Sama Konservasi Gajah Peusangan Internasional

JAKARTA - Presiden RI Prabowo Subianto bertemu dengan Raja Inggris Charles III dalam rangka memperkuat kerja sama internasional di bidang konservasi satwa liar, khususnya gajah, dan pelestarian lingkungan. 

Pertemuan berlangsung di Lancaster House, London, Rabu waktu setempat, dalam ajang Pertemuan Filantropi Konservasi Gajah Peusangan.

Setibanya di lokasi, Presiden Prabowo disambut Utusan Khusus Presiden Bidang Energi dan Lingkungan Hidup Hashim Djojohadikusumo serta Menteri Kesetaraan Inggris Seema Malhotra. Sambutan tersebut juga termasuk penghormatan dari personel jajar kehormatan di pintu masuk Lancaster House.

Prabowo kemudian diarahkan menuju ruang tunggu sebelum memasuki State Dining Room. Di ruangan ini, Presiden bertemu secara langsung dengan Raja Charles III dan melakukan pertemuan singkat sebelum mengikuti sesi utama forum.

Pertemuan ini sekaligus menjadi momen simbolis untuk menunjukkan dukungan politik dan moral terhadap upaya konservasi Gajah Peusangan, sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam diplomasi lingkungan global.

Simbol Dukungan Global untuk Konservasi Satwa Liar

Kehadiran Prabowo dan Raja Charles menjadi simbol nyata bagi komitmen internasional terhadap perlindungan Gajah Peusangan. Forum ini mengumpulkan para filantropis, akademisi, pengambil kebijakan, dan praktisi lingkungan dari berbagai negara.

Kolaborasi internasional ini penting untuk mengurangi risiko konflik manusia-gajah yang sering muncul di kawasan konservasi. Program ini juga menekankan perlunya menciptakan habitat aman bagi gajah dan satwa lainnya.

Dengan dukungan politik dari kepala negara, forum ini memberi dorongan kuat untuk implementasi program konservasi, termasuk rehabilitasi hutan dan pelibatan aktif masyarakat lokal.

Keikutsertaan Prabowo menunjukkan bahwa diplomasi lingkungan menjadi bagian integral dari strategi pembangunan berkelanjutan Indonesia.

Agenda Strategis Perlindungan Gajah Peusangan

Program kerja sama ini dirancang untuk menciptakan koridor satwa liar yang aman. Koridor tersebut akan memfasilitasi migrasi alami gajah, menjaga populasi, dan melindungi habitat vital yang tersisa di Sumatera.

Selain itu, proyek ini memadukan konservasi dengan pendidikan masyarakat. Pendekatan partisipatif diharapkan menumbuhkan kesadaran lokal mengenai pentingnya melestarikan satwa dan lingkungan.

Strategi ini menunjukkan bahwa perlindungan satwa liar membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai pemerintah, komunitas lokal, hingga lembaga internasional.

Keberhasilan program ini diharapkan menjadi model konservasi bagi satwa lain di Indonesia dan negara-negara dengan keanekaragaman hayati tinggi.

Diplomasi Lingkungan sebagai Bagian Pembangunan Berkelanjutan

Keikutsertaan Presiden Prabowo dalam forum internasional menegaskan bahwa isu konservasi adalah prioritas nasional. Diplomasi lingkungan menjadi sarana untuk memperluas jaringan kerja sama internasional sekaligus memperkuat posisi Indonesia di forum global.

Langkah ini memberikan sinyal bahwa pemerintah menempatkan pelestarian satwa liar sebagai bagian dari agenda pembangunan berkelanjutan. Dukungan politik dan kehadiran langsung kepala negara menambah legitimasi program konservasi.

Selain itu, forum ini membuka kesempatan bagi Indonesia untuk berbagi praktik terbaik dalam pengelolaan habitat dan konservasi satwa dengan negara lain.

Pendekatan ini juga mendorong inovasi dalam teknologi konservasi, penelitian ilmiah, dan manajemen kawasan lindung yang berkelanjutan.

Kehadiran Menteri dan Tokoh Nasional Mendukung Diplomasi

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Anggota DPR RI Budi Djiwandono, serta Duta Besar RI untuk Inggris Desra Percaya.

Kehadiran pejabat senior memperkuat posisi Indonesia dan menunjukkan keseriusan negara dalam isu konservasi. Partisipasi lintas kementerian menegaskan bahwa pelestarian satwa liar menjadi prioritas nasional, bukan program simbolik semata.

Forum ini juga menjadi wadah bagi kementerian dan lembaga untuk mempresentasikan program konservasi yang sudah dijalankan, sekaligus mencari kolaborasi baru dengan mitra global.

Dukungan tokoh nasional membantu memaksimalkan diplomasi konservasi dan memastikan program ini berjalan sesuai target jangka panjang.

Langkah Strategis ke Depan untuk Konservasi Gajah

Ke depan, Indonesia berkomitmen mengimplementasikan kerja sama dengan Inggris dan negara lain melalui program perlindungan habitat, rehabilitasi hutan, dan edukasi masyarakat.

Kolaborasi ini diharapkan meningkatkan kapasitas pengelolaan kawasan konservasi, memperkuat peran masyarakat lokal, serta memperluas diplomasi lingkungan Indonesia di tingkat internasional.

Sinergi global ini juga menjadi model keberhasilan konservasi satwa liar yang dapat direplikasi di negara lain, memperkuat posisi Indonesia sebagai negara dengan biodiversitas tinggi.

Kerja sama ini tidak hanya fokus pada jangka pendek, tetapi juga memperkuat kapasitas, keberlanjutan lingkungan, dan perlindungan satwa untuk generasi mendatang.

Dengan adanya dukungan internasional, Indonesia dapat mengimplementasikan konservasi yang lebih efektif dan menjaga keanekaragaman hayati sebagai aset nasional sekaligus global.

Terkini