Mendagri Tito Karnavian Tinjau Jembatan Terdampak Bencana di Bireuen, Aceh

Kamis, 22 Januari 2026 | 11:41:12 WIB
Mendagri Tito Karnavian Tinjau Jembatan Terdampak Bencana di Bireuen, Aceh

JAKARTA - Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian, melaksanakan kunjungan kerja di Kabupaten Bireuen, Aceh.

Sebagai Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera, Tito bertujuan untuk mengevaluasi kondisi infrastruktur jembatan yang terdampak bencana di wilayah tersebut. 

Selain itu, kunjungan ini juga bertujuan untuk mendorong percepatan proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana yang masih berlangsung.

Bireuen adalah salah satu daerah yang terdampak bencana alam cukup parah di Sumatera. Dalam perjalanannya, Mendagri Tito Karnavian mengunjungi beberapa lokasi yang menjadi titik perhatian terkait infrastruktur yang rusak. 

Jembatan-jembatan yang rusak dan terhambat oleh material lumpur menjadi salah satu fokus utama dalam penanganan bencana ini. Bersama Bupati Bireuen, Mukhlis, Tito memastikan langkah-langkah perbaikan berjalan lancar serta memastikan segala kebutuhan dan kendala di lapangan dapat segera diatasi.

Kondisi Terkini Kabupaten Bireuen

Pada kesempatan tersebut, Mendagri Tito memberikan penilaian mengenai situasi umum di Kabupaten Bireuen. “Saya baru saja dari Pidie Jaya, dan sekarang berada di Bireuen. Alhamdulillah, kondisi perkotaan Bireuen cukup baik, tidak seperti di daerah lain yang sangat parah terdampak bencana,” ujarnya. 

Meskipun demikian, Tito menambahkan bahwa terdapat beberapa wilayah di luar kawasan kota yang masih menghadapi tantangan besar, terutama terkait kondisi jembatan yang tertutup lumpur dan membutuhkan pembersihan lebih lanjut.

Sebagian besar wilayah perkotaan di Bireuen telah kembali pulih, namun masih ada sejumlah wilayah yang terdampak cukup berat, terutama di beberapa jembatan yang terhambat oleh lumpur. 

Penyelesaian masalah tersebut kini tengah menjadi prioritas pemerintah, khususnya untuk memperlancar akses transportasi yang vital bagi masyarakat dan pengiriman bantuan.

Langkah-Langkah Pemulihan Infrastruktur

Selama peninjauannya, Mendagri Tito juga melakukan diskusi lebih lanjut dengan pihak terkait mengenai penanganan jembatan-jembatan yang rusak. 

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menjadi salah satu pihak yang bertanggung jawab dalam perbaikan jembatan, dan Tito berencana bertemu dengan Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, untuk membahas langkah-langkah konkret yang dapat diambil dalam upaya perbaikan infrastruktur di daerah tersebut.

“Jembatan-jembatan yang tertutup lumpur dan rusak akibat bencana ini membutuhkan perhatian khusus. Saya juga akan melakukan pertemuan dengan Menteri PU untuk mendiskusikan bagaimana cara mempercepat proses perbaikan, sehingga akses ke beberapa wilayah yang terdampak bisa kembali normal,” jelas Tito. 

Dalam upaya ini, Tito menekankan pentingnya adanya kerja sama yang kuat antara pemerintah pusat dan daerah dalam mempercepat pemulihan infrastruktur.

Selain itu, langkah-langkah lain seperti pembersihan rumah-rumah dan lorong-lorong yang tertutup lumpur juga menjadi bagian dari rencana rehabilitasi. 

Tito menegaskan perlunya penggunaan alat berat, seperti semiberat, dalam jumlah yang cukup banyak untuk membersihkan material lumpur yang menghalangi akses ke rumah-rumah penduduk.

Penguatan Anggaran untuk Daerah Terdampak Bencana

Dalam upaya mempercepat rehabilitasi pascabencana, Mendagri Tito juga menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah menyetujui pengembalian anggaran transfer ke daerah (TKD) untuk Provinsi Aceh dan beberapa daerah di Sumatera lainnya, seperti Sumatera Utara dan Sumatera Barat. 

Tito menyatakan bahwa pengembalian dana ini diharapkan bisa memperkuat kapasitas keuangan daerah dalam menangani bencana.

“Anggaran untuk daerah yang terdampak bencana, khususnya di Aceh, telah dikembalikan. Presiden Prabowo juga telah menyetujui penguatan anggaran ini, sehingga pemerintah daerah memiliki dana yang cukup untuk melaksanakan tugas rehabilitasi dan rekonstruksi,” ujar Tito.

Lebih lanjut, Tito menyebutkan bahwa proses pengembalian dana ini sudah mulai dibahas secara lebih mendalam dalam rapat bersama pihak-pihak terkait. Dengan adanya anggaran yang cukup, diharapkan proses rehabilitasi dan rekonstruksi di daerah-daerah terdampak bencana dapat lebih cepat dan tepat sasaran.

Dukungan dan Sinergi Antar Pemerintah

Pemerintah pusat melalui Kementerian Dalam Negeri terus berkomitmen untuk mempercepat pemulihan pascabencana di berbagai daerah yang terdampak. Tito menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan lembaga-lembaga terkait dalam menangani dampak bencana. 

Tidak hanya rehabilitasi infrastruktur, namun juga pemulihan sosial-ekonomi masyarakat yang terdampak bencana harus menjadi fokus utama.

Bupati Bireuen, Mukhlis, yang mendampingi Tito dalam peninjauan tersebut, juga menyampaikan apresiasi terhadap perhatian yang diberikan pemerintah pusat dalam pemulihan daerahnya. 

“Kami sangat berterima kasih atas kunjungan Mendagri dan dukungan yang diberikan, baik dalam hal anggaran maupun koordinasi antar pemerintah,” ujar Mukhlis.

Mendagri Muhammad Tito Karnavian melakukan kunjungan penting untuk meninjau kondisi jembatan-jembatan yang terdampak bencana di Kabupaten Bireuen, Aceh, serta memastikan langkah-langkah rehabilitasi dan rekonstruksi dapat segera dilaksanakan dengan baik. 

Dalam kunjungannya, Tito juga mengungkapkan bahwa proses pembersihan lumpur dan perbaikan jembatan masih dalam tahap koordinasi dan diskusi lebih lanjut dengan pihak-pihak terkait. 

Dengan adanya penguatan anggaran yang telah disetujui oleh Presiden Prabowo, pemerintah daerah diharapkan dapat segera mempercepat penanganan bencana ini.

Kerja sama antara pemerintah pusat dan daerah, serta dukungan dari seluruh pihak terkait, akan menjadi kunci keberhasilan dalam mempercepat pemulihan daerah yang terdampak bencana. 

Pemerintah terus berkomitmen untuk memastikan daerah-daerah yang terdampak bencana bisa kembali pulih dan berkembang lebih baik.

Terkini