Vitamin C dan Zinc, Kunci Jaga Daya Tahan Tubuh Saat Puasa

Kamis, 22 Januari 2026 | 09:47:23 WIB
Vitamin C dan Zinc, Kunci Jaga Daya Tahan Tubuh Saat Puasa

JAKARTA - Selama bulan Ramadan, banyak orang yang merasa tubuhnya lebih mudah lemas dan rentan terhadap berbagai penyakit, terutama karena puasa yang mempengaruhi asupan makanan dan hidrasi. Namun, untuk menjaga tubuh tetap sehat dan terhindar dari infeksi selama berpuasa, ada beberapa cara yang bisa dilakukan. 

Salah satunya adalah dengan mengonsumsi suplemen yang mengandung vitamin C dan zinc. Kedua nutrisi ini terbukti efektif dalam mendukung daya tahan tubuh, apalagi saat musim hujan yang sering datang bersamaan dengan bulan puasa.

Dr. Irwan Heriyanto, seorang dokter umum lulusan Universitas Indonesia, menjelaskan bahwa konsumsi vitamin C dan zinc sangat bermanfaat untuk menjaga sistem imun tubuh tetap optimal selama berpuasa. 

"Vitamin C dan zinc sudah cukup untuk mendukung pertahanan tubuh, mencegah infeksi, serta menjaga tubuh tetap sehat selama Ramadan," kata dr. Irwan dalam diskusi kesehatan bersama Halodoc.

Pentingnya Vitamin C dan Zinc di Bulan Puasa

Vitamin C dan zinc adalah dua jenis nutrisi yang memiliki peran krusial dalam mendukung sistem kekebalan tubuh. Vitamin C, yang dikenal karena kemampuannya meningkatkan produksi sel darah putih, membantu tubuh melawan infeksi. 

Sementara itu, zinc berfungsi untuk mempercepat penyembuhan luka dan mendukung perkembangan sel tubuh. Kedua nutrisi ini sangat penting, terutama di bulan puasa ketika pola makan kita cenderung berubah dan kemungkinan kekurangan beberapa elemen penting.

Menurut dr. Irwan, mengonsumsi suplemen yang mengandung kedua zat ini dapat membantu mengatasi masalah kekurangan gizi yang biasa terjadi selama bulan puasa. 

Dengan berkurangnya asupan makanan dan pembatasan waktu makan, tubuh bisa mengalami penurunan kadar beberapa vitamin dan mineral yang berperan penting dalam sistem imun. Karena itu, vitamin C dan zinc menjadi pilihan yang tepat untuk mendukung daya tahan tubuh.

Manfaat Vitamin C dan Zinc Saat Cuaca Hujan

Bulan Ramadan yang jatuh di tengah musim hujan dapat memberikan keuntungan tersendiri bagi umat Muslim yang menjalankan puasa. Cuaca yang lebih dingin di musim hujan dapat membantu mengurangi efek dehidrasi yang sering terjadi selama berpuasa. 

Dehidrasi bisa menyebabkan berbagai masalah kesehatan, seperti pusing, lemas, dan gangguan pencernaan. Dengan suhu yang lebih sejuk, tubuh bisa lebih mudah bertahan tanpa cepat merasa kehausan atau kelelahan.

Namun, cuaca hujan juga membawa tantangan tersendiri, terutama karena cuaca yang lembab bisa memperburuk risiko infeksi dan flu. Itulah mengapa penting untuk menjaga daya tahan tubuh dengan vitamin C dan zinc. 

Dr. Irwan menambahkan bahwa vitamin C dan zinc akan sangat membantu tubuh dalam melawan infeksi yang bisa terjadi selama bulan puasa, terutama jika cuaca tidak mendukung.

“Dengan cuaca yang lebih dingin, risiko dehidrasi bisa berkurang, tetapi kita tetap perlu menjaga tubuh agar tidak mudah terserang penyakit. Vitamin C dan zinc sangat penting dalam hal ini karena keduanya dapat membantu tubuh melawan infeksi dan mempercepat pemulihan," ujarnya.

Mengurangi Risiko Peradangan dengan Makanan yang Tepat

Meskipun cuaca hujan memberikan banyak keuntungan untuk puasa, pola makan yang tidak tepat bisa menjadi penyebab munculnya berbagai masalah kesehatan. Salah satu hal yang harus diperhatikan selama bulan puasa adalah asupan makanan manis. 

Makanan manis yang berlebihan, terutama saat berbuka puasa, dapat memicu peradangan dan gangguan kesehatan lainnya, seperti lonjakan gula darah yang bisa berujung pada penyakit kronis.

Dr. Irwan mengimbau umat Muslim untuk mengurangi konsumsi makanan manis saat berbuka puasa. "Gula yang berlebihan dapat meningkatkan peradangan dalam tubuh, yang pada akhirnya bisa menyebabkan berbagai masalah kesehatan, termasuk masalah kulit seperti jerawat," jelasnya. 

Makanan yang mengandung banyak gula, baik dari makanan manis maupun nasi, sebaiknya dikonsumsi dengan bijak.

Tidak hanya itu, kebiasaan makan berlebihan juga dapat menyebabkan gangguan pencernaan, yang tentu saja akan mengganggu kenyamanan selama berpuasa. Dr. Irwan mengingatkan untuk menjaga pola makan yang seimbang dan menghindari makanan manis hanya untuk memenuhi hasrat sesaat. 

"Rasa manis hanya ada di mulut, tetapi setelah itu tidak ada lagi. Oleh karena itu, penting untuk makan dengan bijak dan tidak berlebihan," tambahnya.

Mengatur Asupan Gula untuk Kesehatan Optimal

Salah satu cara untuk menjaga daya tahan tubuh dan kesehatan selama bulan puasa adalah dengan mengatur asupan gula. Gula bukan hanya ditemukan dalam makanan manis, tetapi juga dalam bahan makanan sehari-hari seperti nasi. 

Oleh karena itu, penting untuk lebih bijak dalam memilih makanan yang akan dikonsumsi. Meskipun gula memberikan rasa manis dan kepuasan sesaat, terlalu banyak mengonsumsinya dapat merusak keseimbangan tubuh dan mengganggu kesehatan.

Mengurangi makanan manis saat berbuka bukan berarti Anda harus menghindarinya sepenuhnya, tetapi lebih kepada mengatur porsinya agar tidak berlebihan. Selain itu, pastikan juga untuk menambahkan makanan yang kaya akan vitamin C dan zinc, seperti buah-buahan, sayuran, dan makanan yang mengandung protein tinggi. 

Nutrisi ini akan mendukung tubuh dalam menjalankan fungsi-fungsi pentingnya, termasuk memperbaiki sel-sel tubuh yang rusak dan mengoptimalkan sistem kekebalan tubuh.

Dengan memperhatikan asupan yang tepat dan menjaga keseimbangan gizi selama puasa, Anda tidak hanya dapat menjaga daya tahan tubuh tetapi juga meningkatkan kualitas kesehatan secara keseluruhan. Jangan lupa untuk selalu berkonsultasi dengan ahli gizi atau dokter jika Anda merasa perlu untuk mengonsumsi suplemen tambahan selama bulan puasa.

Terkini