Babel Tambah Pasokan Beras Luar Daerah demi Cegah Lonjakan Harga

IB
Ibtihal

Editor: Mazroh Atul Jannah

Rabu, 08 Juli 2026
Babel Tambah Pasokan Beras Luar Daerah demi Cegah Lonjakan Harga
Gambar stok beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). (Foto: RRI)

PANGKALPINANG - Otoritas Provinsi Kepulauan Bangka Belitung meningkatkan ketersediaan beras dari luar wilayah demi memperkokoh cadangan pangan sekaligus mengantisipasi lonjakan harga komoditas itu yang dapat membebani kondisi ekonomi warga kurang beruntung di wilayah tersebut.

"Dalam minggu ini, kami menambah pasokan 24,1 ton beras dari Sumatera Selatan," kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Kepulauan Babel, Subekti Saputra, Rabu.

Dia memaparkan saat ini simpanan beras di 17 fasilitas gudang distributor di Kepulauan Bangka Belitung menyentuh angka 4.137 ton dan digaransi memadai demi memenuhi keperluan warga di Kota Pangkalpinang, Kabupaten Bangka, Bangka Tengah, Bangka Barat, Bangka Selatan, Belitung, serta Belitung Timur.

"Dengan adanya penambahan pasokan beras 24,1 ton ini, maka total stok beras dalam minggu ini mencapai 4.161,1 ton dan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di daerah ini," katanya.

Dia menyampaikan bahwa ketahanan stok beras yang memadai ini pastinya memberi pengaruh instan terhadap nilai jual eceran beras yang terpantau masih konstan, ditambah lagi volume permintaan dari warga sepanjang masa libur sekolah ini terpantau biasa saja.

Dia menguraikan, nilai jual eceran beras di beberapa pasar tradisional maupun modern di wilayah Kota Pangkalpinang layaknya beras cap sendok (kategori medium) masih ajek di angka Rp14.400 per kilogram, beras cap RM (kategori premium) ajek di angka Rp15.700 per kilogram, serta beras jenis SPHP keluaran Bulog ajek di angka Rp12.600 per kilogram.

"Alhamdulillah, hingga saat ini stok dan harga beras masih aman dan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat," katanya.

Menurut pendapatnya dalam menyuplai keperluan beras bagi warga, jajaran Pemerintah Daerah di Kepulauan Babel sejauh ini masih bertumpu pada sirkulasi pasokan beras asal luar wilayah lantaran kuantitas panen beras dari para petani setempat dinilai belum mencukupi.

"Saat ini produksi beras petani lokal masih sekitar 85 persen mampu memenuhi kebutuhan masyarakat, sehingga kami masih membutuhkan pasokan beras untuk menjaga stabilitas harga komoditas ini," katanya.

Angka panen beras di lingkup Provinsi Kepulauan Bangka Belitung didapati menyentuh kisaran 38.115 ton tiap tahunnya, di mana Kabupaten Bangka Selatan bertindak selaku produsen paling dominan yang menyumbang sekitar 26.507 ton.

Hasil panen domestik tersebut baru mampu menyuplai sebagian kecil dari total keperluan riil masyarakat, akibatnya porsi pasokan yang lebih besar wajib dipenuhi dengan mendatangkannya dari luar provinsi.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua