IHSG Ambles ke Level 5.941, Dipicu Koreksi AMMN, MORA dan TPIA

IB
Ibtihal

Editor: Mazroh Atul Jannah

Rabu, 08 Juli 2026
IHSG Ambles ke Level 5.941, Dipicu Koreksi AMMN, MORA dan TPIA
Pengunjung melintas di depan layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). (Foto: ANTARA)

JAKARTA — Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan hari Rabu (8/7/2026) dengan bergerak mundur ke posisi 5.941,55. 

Penyusutan ini terjadi menyusul melemahnya sejumlah saham berkapitalisasi pasar besar (big caps), seperti AMMN, MORA, dan TPIA.

Merujuk pada data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG dibuka terkoreksi sebesar 0,75% atau terpangkas 45,03 poin menuju level 5.941,55 terpantau sampai dengan pukul 09.02 WIB. 

Pada menit-menit awal perdagangan hari ini, pergerakan IHSG berada di titik paling rendah pada area 5.984,18 dan sempat menyentuh posisi 5.984,47.

Dalam dinamika pasar yang terekam, terdapat 130 saham yang berhasil menguat, sementara 367 saham terpantau melemah, dan 175 saham lainnya bergerak stagnan. 

Di samping itu, nilai kapitalisasi pasar tercatat berada di angka Rp10.421 triliun.

Beberapa emiten kelompok big caps yang membukukan kemerosotan paling dalam, antara lain PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) yang melemah 2,25% menuju harga Rp3.480, kemudian saham PT Ekamas Mora Republik Tbk. (MORA) mencatat penurunan 1,88% menjadi Rp6.525, serta PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) yang menyusut 1,85% ke level Rp1.855.

Tidak ketinggalan, saham PT Unilever Indonesia Tbk. (ASII) juga dilaporkan mengalami penyusutan nilainya sebesar 1,70%, diikuti oleh PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk. (PANI) yang terkoreksi 1,65%, lalu saham PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) yang melemah sebesar 1,44%.

Untuk pergerakan hari ini, indeks komposit dinilai mempunyai peluang untuk menguji titik jenuh resistance di level 6.050. 

Para pelaku pasar diimbau untuk senantiasa mengantisipasi adanya potensi koreksi yang wajar apabila indeks tidak sanggup melampaui batas zona tersebut, terlebih di tengah paparan sentimen kurang menguntungkan dari pasar saham global maupun regional.

Head of Retail Research BNI Sekuritas Fanny Suherman memaparkan bahwa pada perdagangan di hari sebelumnya, IHSG sejatinya sukses ditutup menguat sebesar 1,19%. 

Walakin, tren penguatan itu masih diselimuti oleh adanya aksi jual bersih (net sell) oleh penanam modal asing dengan nilai akumulasi berkisar Rp205 miar.

Sederet saham yang tercatat paling agresif dilepas oleh pemodal asing pada sesi perdagangan kemarin di antaranya adalah TPIA, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI), PT Mitra Adiperkasa Tbk. (MAPI), PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM), serta PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS).

Menatap perdagangan sepanjang hari ini, Fanny memperkirakan pergerakan IHSG akan berada pada rentang batas bawah (support) di posisi 5.900–5.950 serta tumpuan batas atas (resistance) pada area 6.000–6.050.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua