Didukung Grup Emtek, JECX Siap IPO Targetkan Rp683 Miliar

IB
Ibtihal

Editor: Mazroh Atul Jannah

Selasa, 23 Juni 2026
Didukung Grup Emtek, JECX Siap IPO Targetkan Rp683 Miliar
Logo PT Elang Mahkota Teknologi Tbk. (EMTK). (Foto: net)

JAKARTA – Agenda calon emiten PT Nitrasanata Dharma Tbk. (JECX) untuk melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) menjadi topik yang menarik untuk diikuti karena memiliki korelasi dengan Grup Emtek. 

Lewat entitas anak usahanya, PT Sarana Meditama Metropolitan Tbk. (SAME), Emtek diketahui telah menempatkan diri sebagai pemegang saham strategis JEC semenjak tahun 2022.

Berdasarkan data Bisnis.com, pada April 2022, emiten rumah sakit dengan kode saham SAME, yang berstatus sebagai anak usaha dari PT Elang Mahkota Teknologi Tbk. atau (EMTK) menuntaskan akuisisi 28% saham PT Nitrasanata Dharma (NSD), selaku pengelola Jakarta Eye Center (JEC).

Proses pengambilalihan kepemilikan tersebut direalisasikan lewat transaksi pembelian 16.396 saham milik Keutenberg Holdings B.V. sehingga SAME resmi memegang posisi pemegang saham strategis JEC. 

Kelompok usaha yang populer sebagai pemilik stasiun televisi SCTV dan Indosiar ini dalam beberapa tahun terakhir bertindak sangat agresif dalam membangun ekosistem kesehatan melalui jaringan EMC Healthcare.

Dalam laporan tahunan Emtek, dipaparkan bahwa penanaman modal di JEC merupakan bagian dari strategi perluasan ekosistem kesehatan kelompok usaha tersebut demi memperkokoh jaringan pelayanan medis yang memiliki standar internasional. 

Hingga saat ini, JECX telah menguasai sekaligus mengoperasikan 5 rumah sakit khusus mata serta 11 klinik mata yang tersebar di berbagai daerah.

Melalui sokongan dari pemegang saham strategis yang memiliki rekam jejak mumpuni di pasar modal dan sektor medis, JECX berpeluang memetik keuntungan dari integrasi jaringan rumah sakit, akselerasi teknologi kesehatan, hingga akses pendanaan yang lebih luas.

Sebagai informasi, calon emiten dengan kode saham JECX ini bakal menyelenggarakan Initial Public Offering (IPO) dengan menawarkan maksimal sekitar 487,98 juta saham. 

Volume tersebut setara dengan 10% dari total modal ditempatkan dan disetor penuh pasca-IPO.

Mengacu pada dokumen prospektusnya, JECX akan menawarkan 162,88 juta saham divestasi pendiri yang merepresentasikan 2% dari modal ditempatkan disetor pascapenawaran umum saham.

Baik efek saham baru maupun saham divestasi tersebut bakal dilepas pada rentang harga Rp1.200 hingga Rp1.400. Dengan demikian, JECX berpotensi mengamankan dana segar mencapai Rp683,17 miliar dari aksi korporasi IPO ini. 

Dari total perolehan tersebut, berkisar Rp455,45 miliar merupakan modal yang diraih dari penawaran umum atas saham baru, sementara sisa dana sebesar Rp227,72 miliar merupakan hasil dari penawaran umum atas saham divestasi.

Perseroan akan mengalokasikan dana hasil IPO ini untuk memenuhi beberapa kebutuhan, yakni sebesar Rp49 miliar untuk penyelesaian lebih awal sebagian pokok utang kepada PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA).

Berikutnya, sebesar Rp100 miliar bakal dimanfaatkan untuk pelunasan dipercepat kepada PT Bank HSBC Indonesia atas sebagian pokok pinjaman. 

Kemudian, dana senilai Rp185 miliar akan dikucurkan kepada entitas anak usaha. 

Adapun rincian pembagiannya yaitu senilai Rp50 miliar untuk PT Nitra Sanata Bali, Rp100 miliar disiapkan sebagai pinjaman untuk PT Orbita, dan Rp35 miliar akan diserahkan sebagai pinjaman kepada PT JEC Candi Sejahtera.

Sisa perolehan dana IPO akan dialokasikan untuk modal kerja, yaitu pengeluaran yang berhubungan dengan aktivitas operasional harian yang akan direalisasikan secara bertahap paling lambat sampai 31 Desember 2027.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua