Rupiah Melemah, Kimia Farma Siapkan Strategi demi Jaga Target Bisnis 2026

IB
Ibtihal

Editor: Mazroh Atul Jannah

Kamis, 04 Juni 2026
Rupiah Melemah, Kimia Farma Siapkan Strategi demi Jaga Target Bisnis 2026
Kantor pusat Kimia Farma. (Foto: beritasatu photo)

JAKARTA - PT Kimia Farma Tbk (KAEF) telah menyiapkan susunan strategi di saat nilai tukar rupiah mengalami depresiasi. Langkah ini diterapkan dengan tujuan mengawal pencapaian target bisnis pada tahun 2026. 

Patut dimaklumi bahwa Kimia Farma tergolong sebagai lini bisnis yang terkena dampak dari penurunan kurs rupiah, mengingat pemenuhan pasokan bahan baku utama perusahaan masih mengandalkan jalur impor.

Direktur Utama Kimia Farma Djagad Prakasa Dwialam menjelaskan, sepanjang tiga bulan pertama atau kuartal I-2026, KAEF sukses membukukan keuntungan kembali setelah pada tahun kemarin sempat menderita kerugian.

Meski begitu, Djagad memproyeksikan bahwa dinamika pada kuartal II-2026 sampai kuartal IV-2026 berpotensi menghadapi tantangan. 

Salah satu faktor utama pemantik hambatan tersebut ialah ketegangan geopolitik global yang sampai saat ini belum menunjukkan tanda-tanda mereda.

Sebasaimana dilansir dari berita sumber, "Sebenarnya kami masih menargetkan merah (rugi) di tahun ini, secara budget kami. Tapi kami berusaha semaksimal mungkin, sekuat tenaga bahwa kami bisa tetap mempertahankan jadi biru (untung), artinya tidak ada kerugian," ujar Djagad, Rabu (3/6/2026).

Djagad mengimbuhkan, dari sudut pandang realistis, gejolak yang berkecamuk di wilayah Timur Tengah memberikan dampak yang signifikan terhadap komoditas petrokimia beserta produk turunannya. Situasi tersebut pada akhirnya turut mengatrol pengeluaran pada pos biaya logistik pengiriman.

Sementara itu, Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko KAEF Willy Meridian membeberkan, kondisi pelemahan nilai tukar rupiah atas dolar AS saat ini memicu pembengkakan biaya pada harga bahan baku produk-produk besutan Kimia Farma.

Oleh karena itu, KAEF diharuskan mengambil sejumlah tindakan nyata demi memangkas harga produk. 

Salah satu jalan yang ditempuh ialah dengan memperkokoh lini komersial milik perseroan.

Sebagaimana dilansir dari berita sumber, "Kami juga buat efisiensi, kemudian bisnis proses. Bisnis proses itu mungkin nanti dari sisi manufacturing juga bisnis prosesnya juga kami buat lebih, lebih efisien juga gitu," kata Willy.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua