Hari Ini Cum Dividen Saham PGAS Rp3 Triliun, Harga Malah Lemah

IB
Ibtihal

Editor: Mazroh Atul Jannah

Kamis, 04 Juni 2026
Hari Ini Cum Dividen Saham PGAS Rp3 Triliun, Harga Malah Lemah
Ilustrasi PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN). (Foto: dok. PGN)

JAKARTA – Para pelaku pasar modal mempunyai kesempatan pamungkas guna mendapatkan hak atas pembagian keuntungan (dividen) dari PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) dengan akumulasi nilai melampaui Rp 3 triliun. Pada hari ini, Kamis 4 Juni 2026, berstatus sebagai batas akhir pencatatan hak (cum dividen) untuk kepemilikan saham PGAS.

Kondisi di pasar saham berkembang kian memikat lantaran pergerakan harga saham badan usaha milik negara ini malah memperlihatkan kurva penurunan mendekati tanggal penutupan cum dividen. Fenomena tersebut secara otomatis membuat tingkat imbal hasil (yield) dari dividen PGAS bergerak semakin tinggi.

Sesi cum dividen sendiri merupakan batas waktu paling akhir di mana instrumen saham masih memuat hak pembagian dividen. Oleh karena itu, para pemodal yang membidik keuntungan dividen diwajibkan melakukan transaksi pembelian saham terkait paling lambat pada tanggal cum date serta menahannya hingga hari pencatatan resmi.

Varian Subholding Gas dari PT Pertamina (Persero) ini sebelumnya telah menetapkan kesepakatan untuk mengucurkan dividen tunai bernilai US$ 172,29 juta, atau setara dengan kisaran Rp 3,04 triliun apabila dikonversi menggunakan acuan kurs tengah Bank Indonesia di level Rp 17.673. Formula kebijakan korporasi tersebut telah mengantongi restu dari para pemegang saham PGAS lewat agenda Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) untuk Tahun Buku 2025.

Alokasi dividen yang dibagikan tersebut merepresentasikan porsi 80 persen dari torehan laba bersih entitas induk untuk tahun buku 2025, yang tercatat bertengger di angka US$ 215,36 juta. Atas dasar perhitungan itu, para investor bakal memperoleh kucuran dana dividen PGAS senilai Rp 125,61 per lembar saham atau setara dengan nominal Rp 12.561 untuk tiap satu lot saham.

Pada saat bel penutupan transaksi hari Rabu, 3 Juni 2026 berbunyi, nilai saham PGAS bertengger pada level Rp 1.780, setelah mengalami koreksi menyusut 2,47 persen atau terpangkas 45 poin dalam basis harian. Jika ditarik dalam jendela waktu 30 hari ke belakang, performa saham PGAS telah melemah sebesar 5,82 persen atau berkurang 110 poin. 

Berdasarkan posisi harga teranyar tersebut, tingkat yield dividen PGAS merangkak ke angka 7,05 persen, sebuah nilai yang setara dengan 3 kali lipat dari rata-rata bunga deposito mata uang rupiah di bank umum yang saat ini berada di kisaran 2 persen.

Corporate Secretary PGN Fajriyah Usman menuturkan bahwa keputusan mempertahankan dividend payout ratio (DPR) sebesar 80 persen menunjukkan komitmen PGAS dalam menyeimbangkan pemberian imbal hasil bagi pemegang saham serta menjaga keberlanjutan pertumbuhan bisnis jangka panjang.

“Rasio pembayaran dividen kepada pemegang saham sebesar 80 persen juga mencerminkan keyakinan kami terhadap kualitas cash flow, disiplin keuangan, dan kekuatan fundamental bisnis PGN di tengah dinamika industri energi global,” ujar Fajriyah sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Menurut Fajriyah, PGAS tetap mempertahankan kebijakan dividen yang konsisten sembari menjaga fleksibilitas keuangan guna mendukung agenda pengembangan infrastruktur serta bisnis gas bumi nasional.

Berikut dipaparkan rincian lini masa lengkap pelaksanaan pembayaran dividen untuk saham PGAS:

  • Cum Dividen di Pasar Reguler dan Negosiasi: 4 Juni 2026
  • Ex Dividen di Pasar Reguler dan Negosiasi: 5 Juni 2026
  • Cum Dividen di Pasar Tunai: 8 Juni 2026
  • Ex Dividen di Pasar Tunai: 9 Juni 2026
  • Tanggal Pencatatan (Recording Date): 8 Juni 2026
  • Tanggal Pembayaran (Payment Date): 24 Juni 2026

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua