Lion Group Optimis Kejar Pertumbuhan Penerbangan Internasional

IB
Ibtihal

Editor: Mazroh Atul Jannah

Rabu, 03 Juni 2026
Lion Group Optimis Kejar Pertumbuhan Penerbangan Internasional
Ilustrasi penerbangan Lion Air .(Foto:kompas.com)

JAKARTA - Ketertarikan masyarakat terhadap perjalanan ke luar negeri yang tetap tinggi memicu Lion Group optimistis dalam menghadapi ekspansi pasar penerbangan internasional di sepanjang tahun 2026. 

Sikap optimisme ini terus dipertahankan di tengah dinamika lonjakan harga avtur serta depresiasi nilai tukar rupiah yang membebani ongkos operasional maskapai, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Corporate Communications Strategic PT Lion Air (Lion Group), Danang Mandala Prihantoro berpendapat bahwa tren positif perjalanan luar negeri ini mencakup kebutuhan rekreasi, bisnis, studi, hingga perjalanan ibadah. 

Walaupun lonjakan harga bahan bakar pesawat berdampak pada penyesuaian tarif tiket, pihak manajemen maskapai konsisten mempersiapkan langkah taktis lewat program promosi untuk menjaga keterjangkauan biaya perjalanan masyarakat. 

"Tantangan avtur atau bahan bakar pesawat memang berpengaruh terhadap harga tiket. Namun kami selalu melihat tantangan sebagai peluang," ujar Danang Mandala Prihantoro, Corporate Communications Strategic PT Lion Air (Lion Group) sebagaimana dilansir dari berita sumber. 

Pihak maskapai secara intensif melakukan riset pasar guna memetakan arah pergerakan konsumen beserta preferensi rute internasional. Data internal mengindikasikan lonjakan pemesanan terutama terjadi menjelang momen liburan sekolah, serta mobilisasi perjalanan bisnis dan ibadah keagamaan. 

"Kami melihat masyarakat sudah mulai mempersiapkan perjalanan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari umrah, liburan sekolah, hingga perjalanan internasional. Itu sebabnya kami tetap optimistis terhadap pertumbuhan pasar penerbangan," kata Danang Mandala Prihantoro, Corporate Communications Strategic PT Lion Air (Lion Group) sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Untuk memaksimalkan potensi pasar, perluasan jaringan operasional ditempuh dengan memperkuat konektivitas internasional lewat maskapai Batik Air yang berpusat di Kuala Lumpur, Malaysia. Sistem konektivitas ini mengintegrasikan rute penerbangan dari Indonesia menuju lebih dari 40 kota tujuan global melalui skema transit yang terpadu. 

"Dari Jakarta, pelanggan dapat terbang ke Kuala Lumpur terlebih dahulu, kemudian melanjutkan ke berbagai kota tujuan internasional. Saat ini jaringan kami melalui Kuala Lumpur sudah terhubung ke lebih dari 40 kota tujuan," ujar Danang Mandala Prihantoro, Corporate Communications Strategic PT Lion Air (Lion Group) sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Pola transit tersebut diterapkan guna mempermudah aksesibilitas penumpang yang ingin menuju wilayah Asia Timur, Asia Tenggara, Australia, hingga Asia Tengah.

Sebagai contoh, konsumen asal Jakarta yang mau pergi ke New Delhi dapat mengambil rute transit di Malaysia terlebih dahulu sebelum berganti pesawat maskapai Batik Air ke India. 

"Kami menawarkan solusi konektivitas yang memudahkan masyarakat. Misalnya pelanggan yang ingin ke India, Jepang, Korea Selatan, Hong Kong, Vietnam, Australia, hingga negara-negara Asia Tengah seperti Uzbekistan dan Kazakhstan dapat terhubung melalui Kuala Lumpur," kata Danang Mandala Prihantoro, Corporate Communications Strategic PT Lion Air (Lion Group) sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Berdasarkan pemetaan destinasi favorit warga negara Indonesia, wilayah Jepang, Korea Selatan, dan Hong Kong terpantau masih mendominasi pasar liburan konvensional.

Di sisi lain, negara Vietnam membukukan pertumbuhan minat yang meningkat secara signifikan sebagai destinasi baru dalam beberapa waktu terakhir. 

"Untuk musim liburan sekolah and wisata, destinasi yang paling populer masih Jepang, Korea Selatan, dan Hong Kong. Selain itu, kami juga melihat tren yang cukup kuat ke Vietnam karena saat ini menjadi salah satu destinasi yang sedang diminati masyarakat," ujarnya Danang Mandala Prihantoro, Corporate Communications Strategic PT Lion Air (Lion Group) sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Selain pada sektor pariwisata, pergerakan penumpang ke Australia terpantau stabil yang ditopang oleh kebutuhan studi pendidikan tinggi. Lion Group mengamati mobilitas ke rute global lainnya juga ikut terdongkrak oleh penguatan relasi bisnis serta jalinan hubungan bilateral antarnegara. 

"Yang kami lakukan adalah mengakomodasi permintaan pasar. Ada destinasi yang memang sudah populer dan ada pula destinasi baru yang sedang berkembang. Tugas kami adalah menyediakan konektivitas yang memudahkan masyarakat untuk menjangkau tujuan-tujuan tersebut," kata Danang Mandala Prihantoro, Corporate Communications Strategic PT Lion Air (Lion Group) sebagaimana dilansir dari berita sumber. 

Sampai saat ini, belum tampak penurunan permintaan yang signifikan di pasar internasional akibat tekanan biaya operasional maskapai. Penumpang cenderung menyiasati lonjakan biaya dengan menentukan alternatif penerbangan yang menawarkan rute lebih efisien. 

"Meskipun terdapat tantangan dari sisi biaya operasional penerbangan. Kami optimistis pasar perjalanan internasional akan terus bertumbuh," tegas Danang Mandala Prihantoro, Corporate Communications Strategic PT Lion Air (Lion Group) sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua