Kinerja Investasi Prudential Syariah Tertekan Kondisi Pasar Kuartal I/2026

IB
Ibtihal

Editor: Mazroh Atul Jannah

Kamis, 28 Mei 2026
Kinerja Investasi Prudential Syariah Tertekan Kondisi Pasar Kuartal I/2026
Chief Customer & Marketing Officer Prudential Syariah, Vivin Arbianti Gautama. (Foto; net)

JAKARTA – PT Prudential Sharia Life Assurance atau Prudential Syariah mencatatkan penyesuaian kinerja hasil investasi asuransi syariah pada kuartal I-2026. 

Kondisi ini dipicu oleh gejolak di pasar keuangan global maupun domestik, sebagaimana dilansir dari Keuangan pada Jumat (22/5/2026).

Situasi pasar keuangan yang dinamis tercermin dari pergerakan Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) yang merosot di kisaran minus 5% hingga minus 6% secara kuartalan, sementara IHSG mengalami koreksi lebih dalam. Chief Customer Marketing Officer Prudential Syariah, Vivin Arbianti Gautama, menjelaskan bahwa instrumen berbasis ekuitas terkena dampak penyesuaian yang lebih masif dibandingkan instrumen investasi lain.

“Hal ini menunjukkan bahwa instrumen berbasis ekuitas mengalami penyesuaian yang lebih signifikan dibandingkan instrumen lainnya,” ujar Vivin Arbianti Gautama, Chief Customer Marketing Officer Prudential Syariah.

Di sisi lain, instrumen pendapatan tetap syariah seperti sukuk cenderung stabil dengan imbal hasil kompetitif di kisaran 5,5% hingga 5,9%. 

Langkah diversifikasi investasi serta penguatan asset liability management (ALM) dijalankan perusahaan untuk menjaga portofolio.

“Perusahaan juga melakukan penempatan pada saham syariah secara selektif untuk menjaga potensi imbal hasil jangka panjang, dengan tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian dan kondisi pasar yang dinamis,” kata Vivin Arbianti Gautama, Chief Customer Marketing Officer Prudential Syariah.

Guna memitigasi risiko pasar di masa depan, manajemen akan terus meninjau alokasi aset secara berkala dengan fokus pada instrumen berfundamental kokoh.

“Setiap instrumen investasi dipastikan memenuhi ketentuan syariah serta menghindari unsur riba, gharar, dan maisir,” tutur Vivin Arbianti Gautama, Chief Customer Marketing Officer Prudential Syariah.

Merujuk data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), hasil investasi industri asuransi syariah secara keseluruhan berada di angka minus Rp 121,84 miliar per Maret 2026, setelah pada Februari 2026 sempat mencatatkan surplus sebesar Rp 545,24 miliar.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua