Telkom Targetkan Perampingan Anak Usaha Menjadi 19 Entitas pada 2026

IB
Ibtihal

Editor: Mazroh Atul Jannah

Kamis, 28 Mei 2026
Telkom Targetkan Perampingan Anak Usaha Menjadi 19 Entitas pada 2026
Logo Telkom. (Foto:sinata.id)

JAKARTA – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) menargetkan pengurangan jumlah anak usahanya dari 67 menjadi 19 entitas hingga akhir tahun 2026. 

Langkah ini diambil untuk mempercepat proses transformasi perusahaan menjadi strategic holding digital nasional.

Progres rencana restrukturisasi ini telah dibahas dalam pertemuan antara Dony Oskaria selaku Kepala Badan Pengaturan (BP) BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara, dengan Seno Soemadji selaku Direktur Strategic Business Development & Portfolio Telkom, di Wisma Danantara awal pekan ini.

Untuk mencapai target tersebut, manajemen Telkom sedang menjalankan serangkaian aksi korporasi, mulai dari merger, divestasi aset, likuidasi perusahaan yang kurang produktif, konsolidasi bisnis sejenis, hingga pembentukan enterprise holding baru.

Dony Oskaria memaparkan bahwa efisiensi portofolio yang dipilih Telkom Group merupakan instrumen krusial dalam menghadapi dinamika industri digital global yang bergerak sangat cepat.

“Transformasi ini penting untuk memperkuat fokus bisnis dan memastikan Telkom Group bergerak lebih agile dalam menjawab kebutuhan ekosistem digital nasional,” kata Dony dalam rilis resminya yang dikutip pada Rabu (27/5/2026).

Program transformasi ini juga menitikberatkan pada percepatan program prioritas di sektor infrastruktur telekomunikasi nasional. 

Proyek strategis tersebut mencakup penggabungan jaringan serat optik (FiberCo), ekspansi pusat data (Data Center), optimalisasi menara telekomunikasi (TowerCo), serta penguatan infrastruktur (InfraCo). Telkom pun mengatur ulang lisensi operasional internal agar bisnis lebih adaptif.

Di sisi lain, Telkom bersiap menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 8 Juni 2026. 

Agenda ini bertujuan menetapkan pemanfaatan laba bersih, rasio dividen tahun buku 2025, serta persetujuan aksi buyback saham.

Direktur Telkom, Arthur Angelo Syailendra, memperkirakan nilai dividen tahun buku 2025 tidak akan jauh berbeda dari tahun sebelumnya.

“Kami berharap dividen bisa mencapai angka yang setidaknya sama dengan dividen yang kami bayarkan untuk tahun buku 2024,” kata Angelo.

Sebagai informasi, tahun lalu TLKM membagikan dividen dengan rasio 89% dari laba bersih, setara dengan Rp21,04 triliun atau Rp212,46 per saham. 

Sepanjang 2025, TLKM mencatatkan laba bersih sebesar Rp17,8 triliun dengan pendapatan konsolidasi mencapai Rp146,7 triliun.

Direktur Utama Telkom, Dian Siswarini, menjelaskan bahwa perolehan tersebut mencerminkan respons positif pasar terhadap strategi transformasi perseroan.

“Hal ini mencerminkan respons positif pasar terhadap eksekusi strategi transformasi Telkom, yang turut didukung oleh kebijakan pengembalian nilai kepada pemegang saham secara konsisten melalui payout ratio sebesar 89% untuk pembayaran tahun buku 2024,” ucap Dian.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua