Kinerja Solid, Merck Bagikan Dividen Rp 123,2 Miliar

IB
Ibtihal

Editor: Mazroh Atul Jannah

Selasa, 26 Mei 2026
Kinerja Solid, Merck Bagikan Dividen Rp 123,2 Miliar
Ilustrasi site Pasar Rebo Merck Indonesia (Dok: istimewa)

JAKARTA – PT Merck Tbk (MERK) mengagendakan pendistribusian dividen final untuk tahun buku 2025 dengan alokasi total menyentuh Rp123,2 miliar atau setara Rp275 per lembar saham. 

Ketetapan aksi korporasi ini telah memperoleh restu persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada Senin (25/5/2026). Porsi dividen yang digelontorkan tersebut mencerminkan 50% dari akumulasi perolehan laba tahun berjalan perusahaan yang mencapai Rp244 organisasi miliar.

Presiden Direktur PT Merck Tbk, Evie Yulin, menguraikan bahwa kebijakan pembagian dividen ini sejalan dengan torehan performa impresif yang sukses dibukukan oleh perseroan sepanjang tahun lalu. 

Sepanjang tahun 2025, emiten farmasi ini berhasil mengantongi angka penjualan menembus Rp1,2 triliun disertai raihan keuntungan usaha sebesar Rp320 miliar.

“Kinerja perseroan pada tahun 2025 dan kuartal I-2026 menjadi bukti komitmen kami dalam menjaga pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan melalui penguatan bisnis healthcare, disiplin operasional, serta fokus untuk menghadirkan manfaat bagi lebih banyak masyarakat di Indonesia,” kata Evie dalam keterangan resminya, Senin (25/5/2026), sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Evie menjabarkan bahwa omzet pendapatan perusahaan pada tahun 2025 menorehkan pertumbuhan sebesar 16% ke level Rp1,2 triliun, bila dikomparasikan dengan raihan tahun sebelumnya yang bertengger di angka Rp1,04 triliun. 

Tren positif tersebut turut memicu laba usaha tahun 2025 melesat 66% menjadi Rp320 miliar dari posisi awal Rp193... miliar, serta mengatrol laba tahun berjalan naik sebesar 59% menuju Rp244 miliar dari posisi sebelumnya di angka Rp153 miliar.

Di samping pencapaian tersebut, porsi aset perusahaan pada tahun 2025 bertambah sebesar 33% hingga menyentuh Rp1,27 triliun dibanding tahun sebelumnya. 

Sementara untuk pos Ekuitas mencatatkan kenaikan sebesar 21% menuju posisi Rp976 miliar, yang ditopang oleh akumulasi penambahan saldo laba. 

Korporasi juga sukses mengamankan kenaikan arus kas operasi yang solid di sepanjang tahun 2025 berkat optimalisasi penerimaan dana kas dari pihak pelanggan serta implementasi manajemen operasional yang ketat.

“As a growth-oriented company that focuses on sustainable development, the company continued its positive momentum into the first quarter of 2026. The company’s performance grew by approximately 32% compared to the same period in the previous year. This growth was driven by an increase in sales across all business divisions, particularly the increase in sales of healthcare products, both to main partners and from export activities,” jelas Evie, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Pada rentang kuartal I-2026, Evie mengimbuhkan, kelompok produk diabetes masih menjadi pilar kontributor utama bagi omzet penjualan di sektor healthcare dengan porsi andil menyentuh 24% sekaligus mencetak pertumbuhan sebesar 51,1% jika disandingkan dengan kuartal yang sama pada tahun lalu. 

Lini produk alternatif lainnya layaknya produk fertility ikut membukukan kenaikan 18,2%, produk thyroid melesat 44,9%, sedangkan untuk produk endocrinology terpantau terkoreksi atau hanya tumbuh tipis di level 2,4%.

Melesatnya volume aktivitas penjualan disertai formula perubahan komposisi produk ikut mendorong akselerasi perolehan laba bruto sebesar 30% dari kuartal yang sama di tahun sebelumnya. 

Pihak perusahaan pun mengantongi lonjakan laba usaha pada kuartal I-2026 hingga berkisar 380% (yoy) yang disokong oleh efisiensi ketat pada pos pembiayaan operasional. 

Alhasil, posisi dana kas dan setara kas milik perseroan terkerek naik menuju angka Rp443 miliar pada akhir Maret 2026, berkat penguatan arus kas operasi serta menyusutnya beban liabilitas utang korporasi dibanding tahun lalu.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua