Selasa, 12 Mei 2026

BMRI dan BBCA Teratas, Ini Saham Banyak Dilepas Asing Seminggu Terakhir

BMRI dan BBCA Teratas, Ini Saham Banyak Dilepas Asing Seminggu Terakhir
Suasana di Bursa Efek Indonesia (BEI). (Foto: kontan.co.id)

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri sesi perdagangan di akhir pekan pada posisi zona merah setelah sempat menunjukkan tren penguatan selama empat hari berturut-turut sejak awal Mei 2026.

Adanya tekanan jual menyebabkan IHSG kembali jatuh ke bawah level psikologis 7.000.

 Berdasarkan data resmi dari Bursa Efek Indonesia (BEI), pada sesi perdagangan hari Jumat (8/5/2026), IHSG terpantau anjlok sebesar 2,86% atau mengalami pelemahan sebanyak 204,92 poin menuju level 6.969,39.

Baca Juga

Fundamental PGEO Tetap Kuat di Tengah Sikap Wait and See Investor

Meskipun mengalami koreksi yang cukup mendalam di penutupan pekan, jika ditinjau secara mingguan, IHSG masih tercatat mengalami kenaikan tipis sebesar 0,18%.

 Penurunan indeks tersebut dipicu oleh sebagian besar sektor yang bergerak di zona merah. Tercatat dari total 11 sektor yang tersedia di BEI, sebanyak 10 sektor di antaranya mengalami pelemahan.

Sektor barang baku menjadi kontributor penekan utama setelah mengalami kemerosotan mencapai 7,80%. 

Penurunan ini juga diikuti oleh sektor transportasi yang melemah sebesar 5,72%, sektor energi sebesar 4,59%, perindustrian sebesar 4,55%, serta sektor barang konsumen nonprimer yang turun 3,39%.

Selain itu, sektor properti dan real estate juga terpantau melemah sebesar 2,66%, yang kemudian disusul oleh sektor barang konsumen primer sebesar 2,11%, sektor teknologi sebesar 1,91%, sektor keuangan sebesar 1,48%, dan infrastruktur sebesar 0,32%. 

Hanya sektor kesehatan yang terpantau sanggup bertahan di posisi zona hijau dengan raihan kenaikan 0,70%.

Kegiatan transaksi perdagangan saham terpantau berlangsung cukup ramai. Jumlah total volume transaksi menyentuh angka 55,96 miliar saham dengan nilai total perdagangan mencapai Rp35,88 triliun. 

Besarnya tekanan di pasar modal juga terlihat dari banyaknya saham yang ditutup melemah. Sebanyak 575 saham mengalami penurunan harga, sementara hanya ada 133 saham yang menguat dan sisanya tidak mengalami perubahan posisi atau stagnan.

Di tengah terjadinya koreksi tajam pada IHSG, investor asing terpantau tetap melakukan aksi beli bersih atau net buy dengan nilai mencapai Rp11,42 triliun pada perdagangan hari Jumat. 

Namun, jika diakumulasikan selama satu pekan, investor asing secara keseluruhan tetap mencatat aksi jual bersih atau net sell sebesar Rp 641,75 miliar di seluruh pasar.

Berikut merupakan daftar 10 saham dengan nilai net sell terbesar oleh investor asing dalam kurun waktu sepekan terakhir:

  1. PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 1,38 triliun
  2. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 1,16 triliun
  3. PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) Rp 259,99 miliar
  4. PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) Rp 227,44 miliar
  5. PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) Rp 212,41 miliar
  6. PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) Rp 135,89 miliar
  7. PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) Rp 120,79 miliar
  8. PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) Rp 115,22 miliar
  9. PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) Rp 98,7 miliar
  10. PT Bumi Resources Tbk (BUMI) Rp 78,79 miliar

Ibtihal

Ibtihal

indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Panca Budi Idaman Bagikan Dividen Rp 397,50 Miliar atau Rp 53 Per Saham

Panca Budi Idaman Bagikan Dividen Rp 397,50 Miliar atau Rp 53 Per Saham

Investor DKFT Terima Dividen Tunai Rp 3.500 per Lot Hari Ini

Investor DKFT Terima Dividen Tunai Rp 3.500 per Lot Hari Ini

OJK Sebut Investor Domestik Naik 6,4 Juta Sejak Akhir Tahun

OJK Sebut Investor Domestik Naik 6,4 Juta Sejak Akhir Tahun

Saham PANR Turun 13 Persen Lebih Siap Bagikan Dividen 3.000 per Lot

Saham PANR Turun 13 Persen Lebih Siap Bagikan Dividen 3.000 per Lot

Amar Bank Jadwalkan RUPST Secara Hybrid pada 18 Juni Mendatang

Amar Bank Jadwalkan RUPST Secara Hybrid pada 18 Juni Mendatang