Rabu, 29 April 2026

Upaya Pemprov Riau Stabilkan Harga Beras dan Gula di Pasar Tradisional

Upaya Pemprov Riau Stabilkan Harga Beras dan Gula di Pasar Tradisional
Upaya Pemprov Riau Stabilkan Harga Beras dan Gula di Pasar Tradisional

PEKANBARU - Pemprov Riau siapkan langkah strategis tekan inflasi akibat lonjakan harga beras dan gula guna menjaga stabilitas ekonomi daerah dan daya beli warga.

Upaya serius pemerintah daerah ini dilakukan melalui keterlibatan aktif dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2026 yang berlangsung pada Senin 27 April 2026.

"Data menunjukkan inflasi year to date (y-to-d) hingga Maret 2026 sebesar 0,94 persen, masih berada dalam target nasional 2,5±1 persen," kata Ateng secara virtual, dikutip dari infopublik.id, Selasa 28 April 2026.

Baca Juga

Update Harga Minyak Goreng Curah di Pasar Tradisional Sulawesi Selatan

Ateng Hartono yang menjabat sebagai Deputi Bidang Distribusi dan Jasa BPS memberikan rincian terkait fluktuasi harga pangan yang terjadi di lapangan.

Kenaikan harga yang cukup signifikan terlihat jelas pada sektor kebutuhan pokok masyarakat seperti pemanis dan karbohidrat utama.

"Tekanan inflasi terlihat pada komoditas gula dan beras. Gula konsumsi tercatat Rp18.320 per kg atau 4,69 persen di atas harga acuan. Beras medium zona 3 mencapai Rp17.497 per kg atau 12,89 persen di atas HET, sedangkan beras premium berada di level Rp19.964 per kg atau 26,35 persen di atas HET," katanya, dilansir dari infopublik.id, Selasa 28 April 2026.

Kondisi ini memicu respons cepat dari jajaran pemerintah di tingkat provinsi untuk segera melakukan mitigasi risiko ekonomi.

Indrianasari menekankan bahwa penguatan koordinasi antarinstansi menjadi kunci utama dalam memastikan rantai distribusi tetap berjalan tanpa hambatan.

"Kehadiran kami dalam rakor ini merupakan komitmen pemerintah daerah untuk terus memantau ketersediaan pasokan. Langkah strategis akan dioptimalkan guna menjaga daya beli masyarakat, terutama pada komoditas pangan pokok," ujarnya, sesuai laporan infopublik.id, Selasa 28 April 2026.

Analis Kebijakan Ahli Madya Biro Ekonomi Setdaprov Riau tersebut menyatakan bahwa pengawasan secara berkala adalah instrumen penting untuk melihat tren pasar.

Deteksi dini dilakukan agar pemerintah memiliki waktu yang cukup untuk melakukan operasi pasar apabila harga mulai tidak terkendali.

Pemerintah juga memantau komoditas lain seperti daging sapi yang berada di harga 139.053 per kg serta Minyakita yang menyentuh angka 15.889 per kg.

Meskipun beberapa harga masih berada di atas Harga Eceran Tertinggi, pemantauan ketat diharapkan mampu membawa angka tersebut kembali stabil.

Intervensi pasar menjadi opsi utama yang siap dijalankan jika kondisi di lapangan menunjukkan eskalasi harga yang terus menerus.

Stabilitas ekonomi daerah menjadi prioritas utama demi memastikan masyarakat dapat menjangkau kebutuhan dasar dengan harga yang wajar.

Ibtihal

Ibtihal

indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Publikalabs Perkuat Skill Riset Pasar Lewat Publika Academy

Publikalabs Perkuat Skill Riset Pasar Lewat Publika Academy

Strategi Perajin Tempe Siasati Lonjakan Harga Kedelai Impor Terbaru

Strategi Perajin Tempe Siasati Lonjakan Harga Kedelai Impor Terbaru

Dilema Perajin Tahu Tinalan Kediri Saat Harga Kedelai Tembus 12 Ribu

Dilema Perajin Tahu Tinalan Kediri Saat Harga Kedelai Tembus 12 Ribu

Pantauan Tips Harga Minyak Goreng dan Dampak Regulasi Pengemasan

Pantauan Tips Harga Minyak Goreng dan Dampak Regulasi Pengemasan

Inflasi Konawe: Harga Makanan dan Tembakau Naik 2,49 Persen Hari Ini

Inflasi Konawe: Harga Makanan dan Tembakau Naik 2,49 Persen Hari Ini