Selasa, 19 Mei 2026

Kinerja Bank Mandiri Meningkat Berkat Kredit Tumbuh dan Efisiensi Pendanaan

Kinerja Bank Mandiri Meningkat Berkat Kredit Tumbuh dan Efisiensi Pendanaan
Kinerja Bank Mandiri Meningkat Berkat Kredit Tumbuh dan Efisiensi Pendanaan

JAKARTA - Di tengah dinamika ekonomi awal tahun 2026 yang belum sepenuhnya pulih, sektor perbankan nasional tetap menunjukkan ketahanan yang cukup baik. 

Salah satu faktor utama yang menjaga stabilitas tersebut adalah kemampuan bank dalam menyalurkan kredit secara konsisten sekaligus menjaga efisiensi pendanaan. Kondisi ini terlihat jelas pada kinerja PT Bank Mandiri (Persero) Tbk yang mencatat pertumbuhan solid dalam berbagai indikator utama.

Meski permintaan kredit secara keseluruhan belum sepenuhnya pulih, bank besar tetap memainkan peran penting dalam menjaga aliran pembiayaan ke berbagai sektor.

Baca Juga

Laba Bank Mandiri Tumbuh 18,85 Persen, Laju BCA Justru Menurun

Hal ini menunjukkan bahwa strategi ekspansi yang tepat serta pengelolaan biaya yang efisien mampu menjadi penopang utama kinerja perbankan di tengah tantangan ekonomi.

Pertumbuhan Kredit dan DPK Tetap Kuat

Kinerja perbankan nasional tetap menunjukkan stabilitas di awal 2026 meski permintaan kredit belum sepenuhnya pulih. Penyaluran kredit yang kuat dan efisiensi pendanaan menjadi faktor utama dalam menjaga momentum intermediasi perbankan, termasuk pada beberapa bank besar seperti PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

Ekonom Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI), Teuku Riefky, menilai pertumbuhan kredit yang mencapai dua digit menunjukkan peran bank besar dalam menjaga aliran kredit di tengah kondisi pasar yang masih menantang.

“Kinerja positif ini didorong oleh ekspansi bank besar, meski secara keseluruhan permintaan kredit belum pulih secara struktural,” ujar Riefky.

Per Februari 2026, penyaluran kredit Bank Mandiri tercatat sebesar Rp1.513,1 triliun, tumbuh 15,7 persen secara tahunan (year-on-year/YoY). Sementara itu, penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai Rp1.644,8 triliun, meningkat 16,3 persen YoY, mencerminkan kepercayaan nasabah yang tetap terjaga.

Efisiensi Pendanaan dan CASA Tinggi

Riefky menambahkan, efisiensi struktur pendanaan juga menjadi penopang utama kinerja, tercermin dari tingginya rasio dana murah atau Current Account Saving Account (CASA). Selain itu, akselerasi layanan digital turut mendukung pertumbuhan transaksi nasabah dan pendapatan berbasis komisi.

Efisiensi ini menjadi kunci penting karena mampu menjaga margin keuntungan tetap stabil di tengah tekanan biaya dana. Dengan komposisi dana murah yang tinggi, Bank Mandiri dapat menyalurkan kredit dengan biaya yang lebih kompetitif.

Peran Digital dalam Mendorong Laba

Direktur Finance & Strategy Bank Mandiri, Novita Widya Anggraini, menyebut bahwa aktivitas nasabah melalui platform digital, seperti Livin’ by Mandiri, turut mendorong pendapatan non-bunga.

“Laba bersih Bank Mandiri tumbuh 16,7 persen menjadi Rp8,9 triliun hingga Februari 2026, seiring meningkatnya transaksi digital masyarakat,” ujar Novita.

Perkembangan layanan digital menjadi salah satu pilar penting dalam strategi bisnis perbankan modern. Selain meningkatkan kenyamanan nasabah, digitalisasi juga membantu meningkatkan efisiensi operasional dan memperluas sumber pendapatan.

Kinerja Intermediasi dan Efisiensi Operasional

Di sisi intermediasi, pendapatan bunga bersih (Net Interest Income/NII) tercatat Rp13,7 triliun, tumbuh 9,16 persen YoY, didukung penyaluran kredit yang terjaga dan aktivitas transaksi digital yang semakin meningkat.

Efisiensi operasional juga membaik, dengan Cost-to-Income Ratio (CIR) turun ke 37,21 persen, mencerminkan pengelolaan biaya yang lebih disiplin.

Penurunan rasio ini menunjukkan bahwa Bank Mandiri mampu mengelola beban operasional secara efektif sehingga meningkatkan profitabilitas secara keseluruhan.

Kualitas Aset dan Prospek Ke Depan

Kualitas aset Bank Mandiri tetap solid dengan rasio Non-Performing Loan (NPL) 0,98 persen dan coverage ratio 246,5 persen, menandakan penerapan prinsip kehati-hatian dalam kredit dan penguatan manajemen risiko.

Dengan fundamental bisnis yang tetap kuat, Bank Mandiri optimistis dapat menjaga momentum pertumbuhan ke depan.

“Ke depan, kami akan terus memperkuat sinergi di seluruh lini bisnis untuk mendorong pertumbuhan berkelanjutan sekaligus memperkuat keunggulan kompetitif,” kata Novita.

Kondisi ini menunjukkan bahwa strategi yang diterapkan tidak hanya berfokus pada pertumbuhan jangka pendek, tetapi juga keberlanjutan bisnis dalam jangka panjang.

Kombinasi antara ekspansi kredit, efisiensi biaya, serta transformasi digital menjadi fondasi utama dalam menjaga kinerja tetap solid di tengah tantangan ekonomi global.

Sindi

Sindi

indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Aksi Profit Taking Saham Tekno Tekan Indeks Nasdaq dan S&P 500

Aksi Profit Taking Saham Tekno Tekan Indeks Nasdaq dan S&P 500

Akhir Mei 2026, BEI Hapus Sembilan Waran Terstruktur CGS International

Akhir Mei 2026, BEI Hapus Sembilan Waran Terstruktur CGS International

Kejar Target 2026, Pengelola CFC (PTSP) Siap Buka 20 Gerai Baru

Kejar Target 2026, Pengelola CFC (PTSP) Siap Buka 20 Gerai Baru

IHSG Turun Tajam ke 6.599, Analis Rekomendasikan Tiga Saham Ini

IHSG Turun Tajam ke 6.599, Analis Rekomendasikan Tiga Saham Ini

Pasar Kripto Melemah, Harga Bitcoin Turun ke Level USD 77.058

Pasar Kripto Melemah, Harga Bitcoin Turun ke Level USD 77.058