Jumat, 03 April 2026

Pemerintah Mulai Bangun 324 Hunian Warga Bantaran Rel Pasar Senen

Pemerintah Mulai Bangun 324 Hunian Warga Bantaran Rel Pasar Senen
Pemerintah Mulai Bangun 324 Hunian Warga Bantaran Rel Pasar Senen

JAKARTA - Upaya penataan kawasan permukiman di sekitar jalur rel kereta terus dilakukan pemerintah sebagai bagian dari program penyediaan hunian yang lebih layak bagi masyarakat. 

Selain meningkatkan keselamatan lingkungan sekitar jalur transportasi, program relokasi ini juga bertujuan memberikan tempat tinggal yang lebih tertata dan nyaman bagi warga yang sebelumnya tinggal di kawasan rawan.

Pemerintah melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman bersama Badan Pengelola BUMN mulai merealisasikan pembangunan hunian bagi warga yang selama ini tinggal di bantaran rel di sekitar Stasiun Pasar Senen.

Baca Juga

Sumur TOPI-002 PHR Hasilkan Produksi Awal 795 Barel Per Hari

Pembangunan hunian tersebut merupakan bagian dari program relokasi yang telah direncanakan pemerintah guna menata kawasan sekitar jalur kereta sekaligus memberikan hunian yang lebih aman bagi masyarakat.

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait menjelaskan bahwa pembangunan hunian ini diperuntukkan bagi warga yang sebelumnya telah terdata oleh pemerintah.

"Kemarin kita rapat dengan Pak Dony (Kepala BP BUMN) di Gedung BP BUMN, bersama BUMN pemilik tanah ini, yaitu Angkasa Pura. Hari ini saya senang melihat kesiapan yang sangat cepat. Prosesnya sudah berjalan, bahkan sudah ada yang mulai clearing," ujar Maruarar.

Pembangunan Hunian Untuk Warga Bantaran Rel

Program pembangunan hunian ini mencakup pembangunan sebanyak 324 unit rumah yang akan ditempati oleh warga yang sebelumnya tinggal di bantaran rel di sekitar Stasiun Pasar Senen.

Hunian tersebut dirancang sebagai tempat tinggal yang lebih aman dan tertata dibandingkan dengan kondisi permukiman sebelumnya yang berada sangat dekat dengan jalur rel kereta.

Pemerintah memastikan bahwa seluruh warga penerima hunian telah melalui proses pendataan sehingga penyaluran rumah dapat dilakukan secara tepat sasaran.

Selain membangun unit rumah, pemerintah juga menyiapkan berbagai fasilitas pendukung guna meningkatkan kenyamanan lingkungan permukiman baru tersebut.

Menurut Maruarar, kawasan hunian yang dibangun nantinya juga dilengkapi ruang terbuka yang dapat dimanfaatkan oleh warga.

“Totalnya ada 324 unit yang akan dibangun di sini. Selain itu, akan ada ruang terbuka untuk bermain anak-anak. Ini merupakan kerja sama yang baik, tanahnya milik Angkasa Pura dan pembangunan dilakukan secara kolaboratif,” tambah Maruarar.

Kolaborasi Pemerintah Dan BUMN Dalam Pembangunan

Pembangunan hunian bagi warga bantaran rel ini merupakan hasil kerja sama antara berbagai pihak, termasuk kementerian terkait serta perusahaan milik negara.

Lahan yang digunakan untuk pembangunan hunian diketahui merupakan milik Angkasa Pura.

Sementara itu, proses pembangunan dilakukan secara kolaboratif oleh sejumlah badan usaha milik negara di sektor konstruksi.

Kerja sama ini dinilai penting agar proses pembangunan dapat dilakukan dengan cepat dan efisien sehingga warga yang direlokasi dapat segera menempati hunian baru.

Selain itu, keterlibatan berbagai BUMN juga menunjukkan sinergi antara pemerintah dan perusahaan negara dalam menjalankan program pembangunan perumahan bagi masyarakat.

Program ini sekaligus menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas permukiman perkotaan sekaligus menata kawasan yang selama ini dianggap kurang tertib.

Rencana Penataan Permukiman Di Lokasi Lain

Pemerintah tidak hanya berfokus pada relokasi warga di kawasan sekitar Stasiun Pasar Senen.

Menteri PKP Maruarar Sirait menyampaikan bahwa program penataan permukiman di bantaran rel juga akan dilakukan di sejumlah lokasi lainnya.

Ia menyebutkan akan meninjau lahan milik PT Kereta Api Indonesia yang berada di kawasan Tanah Abang serta Kampung Bandan.

Peninjauan tersebut rencananya akan dilakukan bersama Kepala Badan Pengelola BUMN guna melihat kemungkinan pengembangan hunian bagi warga yang tinggal di kawasan sekitar rel kereta di lokasi tersebut.

Dengan pendekatan ini, pemerintah berharap program penataan kawasan bantaran rel dapat dilakukan secara bertahap di berbagai wilayah.

Langkah tersebut juga menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk mengurangi permukiman tidak layak sekaligus meningkatkan kualitas hunian masyarakat.

Target Penyelesaian Dan Bentuk Hunian Yang Dibangun

Sementara itu, Kepala Badan Pengelola BUMN Dony Oskaria menjelaskan bahwa proses pembangunan hunian telah dimulai sesuai dengan komitmen yang sebelumnya disampaikan.

“Hari ini sesuai janji kami kemarin, kita mulai proses pembangunan hunian. Ada tim dari Hutama Karya, PP, dan WIKA yang bekerja, dengan sekitar 470 orang diturunkan di lokasi ini. Target penyelesaian kami tanggal 15 Juni 2026, dan hunian bisa segera diserahkan kepada warga yang membutuhkan,” ujar Dony.

Dalam proses pembangunan ini, sejumlah perusahaan konstruksi BUMN dilibatkan untuk mempercepat pengerjaan proyek. Perusahaan yang terlibat antara lain Hutama Karya, PP (Persero), serta Wijaya Karya.

Dony juga menegaskan bahwa hunian yang dibangun di kawasan tersebut merupakan hunian tapak, bukan rumah susun. Pilihan bentuk hunian tersebut dinilai lebih sesuai dengan kebutuhan masyarakat yang direlokasi dari kawasan bantaran rel.

Dengan konsep hunian tapak, warga diharapkan dapat beradaptasi dengan lebih mudah karena bentuk rumah yang dibangun tidak jauh berbeda dengan tempat tinggal sebelumnya.

Melalui pembangunan hunian ini, pemerintah berharap masyarakat yang sebelumnya tinggal di kawasan rawan dapat memperoleh tempat tinggal yang lebih aman, sehat, dan tertata.

Program tersebut juga menjadi bagian dari upaya penataan kawasan perkotaan agar lebih rapi sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat yang tinggal di wilayah sekitar jalur rel kereta.

Celo

Celo

indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

PIHPS: Catat Harga Cabai Rawit Merah Rp119.400 Per Kilogram

PIHPS: Catat Harga Cabai Rawit Merah Rp119.400 Per Kilogram

Kopdes Merah Putih Sumbar Perkuat Legalitas dan Ekonomi Desa

Kopdes Merah Putih Sumbar Perkuat Legalitas dan Ekonomi Desa

Rumah Tipe 36 di Tanah Laut dengan Harga Terjangkau dan Berkualitas

Rumah Tipe 36 di Tanah Laut dengan Harga Terjangkau dan Berkualitas

Kemitraan Indonesia dan Jepang Membuka Peluang Jadi Pemimpin Pasar Karbon

Kemitraan Indonesia dan Jepang Membuka Peluang Jadi Pemimpin Pasar Karbon

Diplomasi Energi Indonesia dan Korsel Tingkatkan Ketahanan Energi Nasional

Diplomasi Energi Indonesia dan Korsel Tingkatkan Ketahanan Energi Nasional