JAKARTA - Gejolak pasar komoditas kembali terjadi pada perdagangan global terbaru, dengan logam mulia menjadi salah satu sektor yang mengalami tekanan cukup dalam.
Tidak hanya emas, perak juga ikut terseret dalam tren pelemahan yang dipicu oleh berbagai faktor eksternal. Kondisi ini mencerminkan betapa sensitifnya pasar terhadap perubahan ekonomi dan geopolitik dunia.
Harga perak dunia juga mengalami tekanan signifikan mengikuti emas pada perdagangan Kamis. Penurunan logam mulia tersebut terjadi karena penguatan dolar Amerika Serikat (AS) dan lonjakan harga minyak akibat meningkatnya tensi geopolitik di Timur Tengah. Kombinasi faktor ini menciptakan tekanan ganda bagi komoditas berbasis dolar.
Baca Juga
Tekanan harga perak mengikuti tren logam mulia
Harga perak spot tercatat merosot 2,76% ke level US$ 73 per ons, mengikuti tren pelemahan yang juga terjadi pada emas dan logam mulia lainnya. Penurunan ini menjadi salah satu koreksi harian yang cukup signifikan dalam beberapa waktu terakhir.
Pelemahan harga perak ini tidak terjadi secara terpisah, melainkan sejalan dengan tren yang juga melanda emas. Hal ini menunjukkan bahwa sentimen pasar terhadap logam mulia sedang berada dalam tekanan yang cukup kuat secara keseluruhan.
Penguatan dolar AS menekan permintaan global
Pelemahan ini dipicu oleh penguatan dolar AS yang membuat komoditas berbasis dolar, termasuk perak, menjadi lebih mahal bagi investor global. Kondisi tersebut secara langsung menekan permintaan pasar.
Ketika dolar menguat, investor dari negara lain membutuhkan biaya lebih besar untuk membeli komoditas tersebut. Akibatnya, minat terhadap perak pun menurun, yang pada akhirnya berdampak pada penurunan harga di pasar internasional.
Ketegangan geopolitik memperburuk sentimen pasar
Selain itu, pernyataan Presiden AS Donald Trump yang menegaskan kelanjutan serangan terhadap Iran turut memperburuk sentimen pasar. Sikap tersebut meningkatkan kekhawatiran inflasi serta memperkuat ekspektasi bahwa suku bunga akan bertahan tinggi dalam jangka waktu lebih lama.
Direktur perdagangan logam High Ridge Futures David Meger mengatakan, pasar kini fokus pada perkembangan konflik energi yang belum menunjukkan tanda mereda. Hal ini membuat peluang penurunan suku bunga semakin kecil, sehingga menekan daya tarik logam mulia seperti perak.
Lonjakan harga minyak menambah tekanan ekonomi
Kenaikan harga minyak yang dipicu eskalasi konflik turut menjadi faktor tambahan yang membebani perak. Harga energi yang tinggi berpotensi mendorong inflasi, sehingga bank sentral cenderung mempertahankan kebijakan moneter ketat.
Kondisi ini menciptakan lingkungan yang kurang kondusif bagi investasi di logam mulia. Ketika suku bunga tinggi bertahan, investor lebih cenderung memilih instrumen yang memberikan imbal hasil dibandingkan aset seperti perak.
Karakter ganda perak memengaruhi daya tarik investasi
Berbeda dengan emas yang sering dianggap sebagai aset lindung nilai utama, perak memiliki karakter ganda sebagai logam investasi sekaligus bahan industri. Dalam kondisi suku bunga tinggi, daya tarik perak sebagai aset investasi cenderung melemah karena tidak memberikan imbal hasil.
Namun, di sisi lain, peran perak dalam sektor industri membuatnya tetap memiliki permintaan tertentu. Meskipun demikian, tekanan dari sisi investasi tetap menjadi faktor dominan dalam pergerakan harga saat ini.
Pada sisi lain, pergerakan logam mulia lain juga menunjukkan tren negatif. Harga emas spot turun 1,72%, platinum melemah tipis 0,05%, dan paladium terkoreksi 1,3% pada periode yang sama. Hal ini memperlihatkan bahwa tekanan tidak hanya terjadi pada perak, tetapi juga meluas ke seluruh sektor logam mulia.
Situasi ini menegaskan bahwa pasar global saat ini sedang menghadapi berbagai tantangan yang saling berkaitan, mulai dari penguatan dolar, kebijakan moneter, hingga ketegangan geopolitik.
Mazroh Atul Jannah
indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Harga Perak Dunia Anjlok Ikuti Emas Tertekan Dolar dan Geopolitik Global
- Jumat, 03 April 2026
Bos Antam Usulkan Pembebasan PPN Perak Murni Demi Keadilan Industri Logam
- Jumat, 03 April 2026
Daftar Saham Terkonsentrasi Tinggi BEI Rilis BREN DSSA Masuk Sorotan Investor
- Jumat, 03 April 2026
BEI Umumkan Saham Terkonsentrasi Tinggi BREN DSSA Masuk Daftar Resmi Investor
- Jumat, 03 April 2026
Berita Lainnya
Bos Antam Usulkan Pembebasan PPN Perak Murni Demi Keadilan Industri Logam
- Jumat, 03 April 2026
Daftar Saham Terkonsentrasi Tinggi BEI Rilis BREN DSSA Masuk Sorotan Investor
- Jumat, 03 April 2026
BEI Umumkan Saham Terkonsentrasi Tinggi BREN DSSA Masuk Daftar Resmi Investor
- Jumat, 03 April 2026




.jpg)



