Kamis, 02 April 2026

Wisatawan Indonesia Masuk Top Foodies Asia Prioritaskan Wisata Kuliner

Wisatawan Indonesia Masuk Top Foodies Asia Prioritaskan Wisata Kuliner
Wisatawan Indonesia Masuk Top Foodies Asia Prioritaskan Wisata Kuliner

JAKARTA - Perjalanan wisata tidak lagi sekadar tentang mengunjungi tempat baru atau menikmati pemandangan alam yang indah.

Dalam beberapa tahun terakhir, pengalaman kuliner justru semakin menjadi alasan utama banyak orang ketika merencanakan perjalanan. Bagi sebagian wisatawan, mencicipi makanan khas daerah tujuan bahkan menjadi bagian paling penting dari liburan.

Fenomena ini juga terlihat pada perilaku wisatawan di kawasan Asia. Banyak pelancong kini menjadikan kuliner sebagai salah satu faktor utama dalam menentukan destinasi perjalanan, tempat menginap, hingga aktivitas yang akan dilakukan selama liburan.

Baca Juga

Atasan Warna Mocca Cocok Dipadukan Dengan Celana Warna Apa?Cek Disini

Sebuah laporan terbaru dari platform perjalanan digital menunjukkan bahwa wisatawan Indonesia termasuk dalam kelompok pelancong yang sangat tertarik pada pengalaman kuliner. Minat tersebut bahkan menempatkan wisatawan Indonesia dalam daftar sepuluh besar pecinta kuliner atau foodies di Asia.

Data ini menunjukkan bahwa makanan tidak hanya menjadi pelengkap perjalanan, tetapi juga bagian penting dari cara wisatawan menikmati pengalaman di suatu tempat.

Minat Kuliner Wisatawan Indonesia Dalam Perjalanan

Wisatawan Indonesia masuk dalam daftar Top 10 foodies di Asia berdasarkan data terbaru dari platform perjalanan Agoda. Temuan ini berasal dari survei yang melibatkan 3.353 responden di sembilan pasar Asia.

Dalam survei tersebut diketahui bahwa sekitar 31 persen pelancong Indonesia mengutamakan kuliner ketika merencanakan perjalanan mereka. Hal ini menunjukkan bahwa makanan menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan destinasi wisata.

Dengan persentase tersebut, Indonesia menempati posisi ketujuh dalam daftar wisatawan pecinta kuliner di Asia.

Melansir The Korea Herald, Rabu, 1 April 2026, analisis pencarian akomodasi juga memperlihatkan kecenderungan wisatawan Asia untuk memilih tempat menginap yang menyediakan fasilitas dapur.

Wisatawan Taiwan memimpin daftar dengan sekitar 14 persen pencarian akomodasi menggunakan filter dapur pada platform pemesanan. Data tersebut menunjukkan tingginya minat wisatawan untuk memiliki fleksibilitas dalam menyiapkan makanan sendiri selama perjalanan.

Tren Akomodasi Dengan Fasilitas Dapur

Selain Taiwan, beberapa negara lain juga menunjukkan minat yang tinggi terhadap akomodasi yang dilengkapi dapur. Posisi kedua dan ketiga ditempati oleh wisatawan Vietnam dan Korea Selatan.

Masing-masing negara mencatat sekitar 13 persen dan 12 persen pencarian akomodasi dengan fasilitas dapur.

Wisatawan dari Malaysia, Jepang, Indonesia, India, dan Thailand juga menunjukkan ketertarikan serupa terhadap jenis akomodasi ini.

Pilihan penginapan dengan dapur ternyata mencerminkan tren perjalanan yang lebih luas di kalangan wisatawan Asia. Banyak pelancong kini mengutamakan kenyamanan serta fleksibilitas selama berada di destinasi wisata.

Dengan adanya dapur di tempat menginap, wisatawan dapat menyiapkan makanan sendiri sesuai kebutuhan diet mereka. Selain itu, fasilitas ini juga menjadi solusi yang lebih hemat biaya, terutama bagi keluarga atau kelompok yang bepergian bersama.

Lebih dari sekadar fasilitas tambahan, dapur kini menjadi bagian dari pengalaman perjalanan yang lebih personal. Wisatawan dapat menikmati kenyamanan seperti di rumah sekaligus merasakan keseruan liburan.

Temuan ini juga sejalan dengan laporan Agoda Travel Outlook Report 2026 yang menyoroti perubahan perilaku wisatawan di kawasan Asia.

Kuliner Menjadi Inti Pengalaman Liburan

Dalam laporan tersebut, wisatawan Taiwan, Vietnam, dan Korea Selatan disebut sebagai foodies garis keras di Asia.

Di negara-negara tersebut, sebanyak 47 persen wisatawan Taiwan, 35 persen pelancong Vietnam, dan 34 persen wisatawan Korea Selatan menyatakan bahwa kuliner merupakan motivasi utama perjalanan mereka.

Bagi para pelancong ini, makanan bukan sekadar bagian dari perjalanan, tetapi menjadi inti dari pengalaman wisata yang mereka cari.

Aktivitas perjalanan sering kali dirancang untuk mengeksplorasi berbagai hidangan lokal. Mulai dari mencoba makanan khas daerah hingga memasak sendiri menggunakan bahan-bahan lokal di akomodasi yang memiliki dapur.

Jun Dong, Wakil Presiden Agoda, menjelaskan bahwa wisatawan Asia sangat dipengaruhi oleh pengalaman kuliner ketika merencanakan perjalanan.

“Wisatawan Asia benar-benar memimpin dengan lidah mereka. Dapur kini menjadi jantung perjalanan, terutama bagi wisatawan Taiwan yang fokus pada rasa. Filter pencarian Agoda memudahkan mereka menemukan akomodasi yang tepat untuk mengeksplorasi pengalaman kuliner,” ujarnya.

Pernyataan tersebut menggambarkan bagaimana kuliner kini menjadi faktor penting dalam industri pariwisata.

Destinasi Wisata Asia Yang Semakin Diminati

Selain mengungkap tren wisata kuliner, Agoda sebelumnya juga merilis daftar destinasi wisata dengan pertumbuhan tercepat di Asia pada 2025.

Dalam daftar tersebut terdapat lima destinasi yang menunjukkan peningkatan minat wisatawan internasional secara signifikan.

Peringkat pertama ditempati oleh Sapa di Vietnam. Kota pegunungan di utara negara itu dikenal karena pemandangan alamnya yang menakjubkan, kekayaan budaya etnis, serta pasar dataran tinggi yang ramai.

Destinasi ini menarik perhatian wisatawan yang mencari pengalaman autentik dan mendalam di luar kota-kota besar.

Setelah Sapa, posisi kedua ditempati oleh Okayama di Jepang. Sementara itu, Bandung dari Indonesia berada di peringkat ketiga, diikuti oleh Matsuyama dan Takamatsu di Jepang.

Agoda menyebutkan bahwa kelima destinasi tersebut menonjol sebagai pemimpin dalam hal pertumbuhan minat dari wisatawan internasional.

Untuk menyusun daftar tersebut, platform perjalanan itu membandingkan data pemesanan akomodasi antara Januari hingga November 2025 dengan periode yang sama pada 2024.

Bandung sendiri telah lama dikenal sebagai salah satu destinasi wisata kuliner di Indonesia. Kota ini menawarkan berbagai pilihan makanan, mulai dari hidangan tradisional hingga kuliner modern yang terus berkembang.

Selain kuliner, Bandung juga terkenal sebagai tujuan belanja yang menarik berkat banyaknya jenama lokal. Keindahan alam di sekitarnya juga menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.

Agoda juga pernah merilis daftar destinasi Asia yang paling terjangkau dan kaya budaya pada 2025. Dalam daftar tersebut, Surabaya dari Indonesia masuk sebagai salah satu kota dengan biaya perjalanan yang relatif ramah di kantong.

Berdasarkan tarif hotel rata-rata per malam antara Juni hingga Agustus 2025, Surabaya menempati posisi teratas dengan tarif sekitar Rp500 ribuan per malam.

Kota ini dikenal memiliki akar sejarah yang kuat serta budaya urban yang dinamis. Pengunjung dapat menikmati arsitektur bersejarah, pasar yang ramai, hingga kuliner kaki lima yang lezat.

Selain itu, Surabaya juga sering menjadi titik awal perjalanan menuju berbagai destinasi populer seperti Gunung Bromo dan Pulau Madura.

Celo

Celo

indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

5 Kue Kering Populer Dunia yang Wajib Dicoba Pecinta Camilan

5 Kue Kering Populer Dunia yang Wajib Dicoba Pecinta Camilan

6 Kesalahan Menyimpan Daging Ayam yang Bikin Cepat Busuk

6 Kesalahan Menyimpan Daging Ayam yang Bikin Cepat Busuk

Tren Fashion Gen Z Buku Mini Jadi Gantungan Tas

Tren Fashion Gen Z Buku Mini Jadi Gantungan Tas

Cara Tepat Menyimpan Nasi Sisa Supaya Tidak Cepat Basi

Cara Tepat Menyimpan Nasi Sisa Supaya Tidak Cepat Basi

8 Rekomendasi Tempat Makan Enak Dekat Terminal Leuwipanjang Bandung Murah

8 Rekomendasi Tempat Makan Enak Dekat Terminal Leuwipanjang Bandung Murah