Selasa, 31 Maret 2026

Laba DSNG Melonjak 37 Persen Seiring Kenaikan Harga CPO Global

Laba DSNG Melonjak 37 Persen Seiring Kenaikan Harga CPO Global
Laba DSNG Melonjak 37 Persen Seiring Kenaikan Harga CPO Global

JAKARTA - Kinerja positif kembali ditunjukkan oleh emiten perkebunan kelapa sawit PT Dharma Satya Nusantara Tbk. (DSNG) sepanjang tahun buku 2025.

Perusahaan yang berada di bawah kendali pengusaha Theodore Permadi Rachmat atau TP Rachmat tersebut berhasil mencatatkan pertumbuhan pendapatan sekaligus peningkatan laba bersih secara signifikan. 

Performa tersebut tidak hanya ditopang oleh segmen utama kelapa sawit, tetapi juga kontribusi dari lini bisnis lain seperti produk kayu serta energi terbarukan.

Baca Juga

Laba Bersih Merdeka Battery Materials Tembus Rp492,64 Miliar 2025

Berdasarkan laporan keuangan terbaru, DSNG mencatatkan pendapatan sebesar Rp12,31 triliun pada 2025. Capaian ini meningkat 21,69% secara tahunan atau year-on-year (YoY) dibandingkan realisasi pendapatan pada 2024 yang sebesar Rp10,12 triliun. 

Kenaikan ini menunjukkan bahwa aktivitas bisnis perusahaan tetap tumbuh kuat di tengah dinamika industri komoditas global.

Pertumbuhan tersebut juga beriringan dengan kenaikan laba bersih perseroan. 

Laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk DSNG meningkat tajam menjadi Rp1,84 triliun pada 2025, atau melonjak 37,93% dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat Rp1,14 triliun. Peningkatan kinerja tersebut turut mendorong kenaikan laba per saham DSNG dari Rp107,78 menjadi Rp173,63.

Dominasi Segmen Kelapa Sawit Dalam Struktur Pendapatan

Segmen kelapa sawit tetap menjadi tulang punggung bisnis perusahaan dengan kontribusi terbesar terhadap total pendapatan. Sepanjang 2025, lini usaha ini menyumbang sekitar 88% dari keseluruhan pendapatan DSNG.

Dari segmen tersebut, perusahaan membukukan penjualan sebesar Rp10,8 triliun atau tumbuh 23,5% secara tahunan. Pertumbuhan ini terutama didorong oleh peningkatan rata-rata harga jual crude palm oil (CPO) yang naik 13,2% YoY menjadi Rp14.474 per kilogram.

Direktur Utama DSNG, Andrianto Oetomo, menjelaskan bahwa tren kenaikan harga CPO selama tahun lalu tidak terlepas dari kondisi pasar global yang dipengaruhi oleh keterbatasan pasokan. 

Negara produsen utama seperti Indonesia dan Malaysia mengalami dinamika produksi yang berdampak pada suplai di pasar internasional.

Andrianto menyampaikan bahwa permintaan global terhadap komoditas ini juga masih kuat. “Di sisi domestik, implementasi kebijakan B40 turut menjaga stabilitas permintaan sehingga harga CPO tetap berada pada tingkat yang kondusif bagi industri,” paparnya.

Dengan kondisi tersebut, sektor kelapa sawit tetap menjadi motor penggerak utama kinerja perusahaan sepanjang tahun buku 2025.

Kinerja Produksi Perkebunan Menunjukkan Tren Peningkatan

Selain ditopang oleh harga jual yang lebih tinggi, kinerja DSNG juga didukung oleh peningkatan produksi di berbagai komoditas perkebunan. Pada sisi operasional, perusahaan mencatatkan pertumbuhan produksi tandan buah segar (TBS) sebesar 3,8% secara tahunan.

Sepanjang 2025, produksi TBS mencapai 2,19 juta ton. Peningkatan tersebut turut mendorong kenaikan produksi minyak sawit mentah atau CPO sebesar 4,9% YoY menjadi 631.000 ton.

Sementara itu, produksi palm kernel juga mengalami kenaikan sebesar 4,5% dibandingkan tahun sebelumnya dengan total produksi mencapai 119.000 ton.

Pertumbuhan produksi ini mencerminkan upaya perusahaan dalam menjaga produktivitas kebun sekaligus meningkatkan efisiensi operasional. Dengan peningkatan output tersebut, DSNG mampu memaksimalkan momentum harga komoditas yang sedang berada pada level yang relatif tinggi.

Kombinasi antara volume produksi yang meningkat dan harga jual yang lebih baik pada akhirnya memberikan kontribusi besar terhadap peningkatan kinerja keuangan perusahaan secara keseluruhan.

Kontribusi Segmen Produk Kayu Terus Menguat

Selain sektor perkebunan, DSNG juga memiliki lini bisnis produk kayu yang turut memberikan kontribusi terhadap pendapatan perusahaan. Segmen ini mencatatkan perkembangan yang cukup positif sepanjang tahun lalu.

Volume produksi panel kayu meningkat 7,1% secara tahunan, sementara engineered flooring mengalami kenaikan produksi sebesar 1%. Peningkatan volume tersebut juga diikuti oleh kenaikan harga jual rata-rata.

Harga rata-rata panel kayu tercatat naik 3,9% YoY, sedangkan engineered flooring meningkat 4,2% YoY. Kombinasi antara kenaikan volume produksi dan harga jual tersebut mendorong pertumbuhan penjualan di segmen kayu.

Secara keseluruhan, lini usaha produk kayu DSNG berhasil membukukan penjualan sebesar Rp1,2 triliun pada 2025. Angka tersebut menunjukkan peningkatan sebesar 7,8% dibandingkan capaian pada tahun sebelumnya.

Kinerja ini menunjukkan bahwa diversifikasi bisnis yang dilakukan perusahaan mampu memberikan kontribusi yang stabil terhadap pendapatan, sekaligus memperkuat struktur bisnis DSNG di luar sektor kelapa sawit.

Pengembangan Energi Terbarukan Mulai Memberikan Kontribusi

DSNG juga terus mengembangkan lini bisnis yang berkaitan dengan energi terbarukan sebagai bagian dari strategi keberlanjutan perusahaan. Pada 2025, segmen ini mulai memberikan kontribusi pendapatan yang cukup signifikan.

Perusahaan mencatatkan pendapatan sebesar Rp226 miliar dari segmen energi terbarukan. Pencapaian tersebut ditopang oleh beroperasinya secara penuh pabrik pelet kayu yang berlokasi di Boyolali.

Operasi penuh fasilitas tersebut menjadi salah satu langkah perusahaan dalam memperluas pemanfaatan sumber daya berbasis biomassa sekaligus mendukung pengembangan energi yang lebih ramah lingkungan.

Dengan tambahan kontribusi dari lini bisnis ini, DSNG tidak hanya memperkuat sumber pendapatan perusahaan tetapi juga memperluas portofolio usaha di sektor yang memiliki prospek jangka panjang.

Kombinasi kinerja kuat dari sektor kelapa sawit, kontribusi stabil dari bisnis produk kayu, serta pengembangan energi terbarukan menjadi faktor utama yang mendorong lonjakan laba bersih DSNG sepanjang 2025.

Celo

Celo

indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Jadwal Lengkap KRL Solo -- Jogja Selasa Tarif Rp8000 Terbaru

Jadwal Lengkap KRL Solo -- Jogja Selasa Tarif Rp8000 Terbaru

Jadwal Lengkap KRL Jogja -- Solo 31 Maret dengan Tarif Rp8000

Jadwal Lengkap KRL Jogja -- Solo 31 Maret dengan Tarif Rp8000

Kinerja DCII Melonjak, Ekspansi Data Center Berlanjut pada 2026

Kinerja DCII Melonjak, Ekspansi Data Center Berlanjut pada 2026

SMDR Catat Laba Bersih USD52 Juta Ditopang Kontrak Pelanggan

SMDR Catat Laba Bersih USD52 Juta Ditopang Kontrak Pelanggan

Kalbe Farma Raup Laba Rp3,66 Triliun Sepanjang 2025

Kalbe Farma Raup Laba Rp3,66 Triliun Sepanjang 2025