JAKARTA - Kinerja solid yang ditunjukkan sepanjang tahun 2025 menjadi pijakan penting bagi PT DCI Indonesia Tbk (DCII) untuk melanjutkan ekspansi agresif pada 2026.
Di tengah meningkatnya kebutuhan infrastruktur digital, perusahaan pusat data ini memperlihatkan strategi yang tidak hanya fokus pada pertumbuhan, tetapi juga pada pemerataan kapasitas dan penguatan konektivitas nasional.
Momentum pertumbuhan tersebut tidak lepas dari meningkatnya permintaan terhadap layanan data center, terutama seiring akselerasi transformasi digital di berbagai sektor.
Baca JugaLaba DSNG Melonjak 37 Persen Seiring Kenaikan Harga CPO Global
Mulai dari industri keuangan, e-commerce, hingga kebutuhan komputasi berbasis kecerdasan buatan (AI), semuanya mendorong kebutuhan akan infrastruktur digital yang andal dan berkapasitas besar.
Kinerja Keuangan Tumbuh Kuat Sepanjang Tahun
PT DCI Indonesia Tbk mencatatkan pendapatan sebesar Rp2,54 triliun pada tahun buku 2025, atau tumbuh 40,1% secara tahunan. Capaian ini diumumkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan 2026 yang digelar pada akhir Maret.
Pertumbuhan tersebut mencerminkan kinerja operasional yang konsisten dan strategi ekspansi yang berjalan sesuai rencana. Selain pendapatan, perusahaan juga membukukan EBITDA sebesar Rp1,55 triliun dengan margin mencapai 61,0%.
Sementara itu, laba bersih tercatat sebesar Rp1,002 triliun atau meningkat 25,7% dibandingkan tahun sebelumnya.
Tidak hanya itu, total aset perusahaan juga mengalami peningkatan menjadi Rp6,65 triliun, dengan total ekuitas mencapai Rp4,00 triliun. Kinerja ini menunjukkan bahwa ekspansi yang dilakukan tidak hanya agresif, tetapi juga tetap terjaga dari sisi efisiensi dan profitabilitas.
Ekspansi Infrastruktur Perluas Jangkauan Nasional
Sepanjang 2025 hingga awal 2026, DCII terus memperluas kapasitas dan jangkauan infrastrukturnya. Salah satu pencapaian penting adalah beroperasinya secara penuh pusat data JK6 yang berlokasi di Kampus H1 Cibitung dengan kapasitas 36 MW.
Selain itu, perusahaan juga menyelesaikan pembangunan E2 Data Center Surabaya dengan kapasitas IT sebesar 9 MW yang mulai beroperasi secara komersial pada kuartal pertama 2026. Kehadiran fasilitas ini menjadi langkah strategis dalam memperluas jangkauan geografis pusat data perusahaan.
Saat ini, platform pusat data DCII telah tersebar di empat lokasi utama, yakni Cibitung (H1), Karawang (H2), Jakarta (E1), dan Surabaya (E2). Ekspansi ke Surabaya dinilai penting karena kota tersebut merupakan simpul konektivitas utama bagi kawasan Indonesia bagian timur.
Langkah ini juga menghadirkan redundansi terhadap Jakarta, sekaligus mendukung kebutuhan trafik data dengan latensi rendah. Ke depan, perusahaan berencana terus meningkatkan kapasitas di Surabaya seiring dengan pertumbuhan permintaan pasar.
Dorong Transformasi Digital Dan Kebutuhan Teknologi Masa Depan
Pengembangan pusat data yang dilakukan DCII sejalan dengan percepatan transformasi digital nasional. Infrastruktur data center menjadi fondasi penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi digital yang inklusif.
Dalam pernyataannya, Direktur Corporate Affairs sekaligus Sekretaris Perusahaan, Indri Koesindrijastoeti, menegaskan bahwa perusahaan berhasil mengeksekusi ekspansi secara cepat dan terukur sepanjang 2025.
“Sepanjang 2025, Perseroan membuktikan kemampuannya dalam mengeksekusi ekspansi secara cepat dan terukur. Penyelesaian E2 Surabaya semakin memperkuat kapasitas dan platform pusat data Perseroan. Pertumbuhan pendapatan dan profitabilitas yang solid mencerminkan efisiensi operasional serta keunggulan time-to-market yang secara konsisten kami pertahankan. Ke depan, Perseroan akan terus mengembangkan infrastruktur pusat data berstandar global untuk mendukung kebutuhan AI, cloud, serta komputasi berdensitas tinggi di Indonesia.”
Fokus pada pengembangan teknologi masa depan menjadi salah satu kunci strategi perusahaan. Infrastruktur yang dibangun dirancang untuk mendukung kebutuhan komputasi berbasis AI, cloud computing, hingga otomasi berbasis data.
Strategi Ekspansi Berlanjut Dengan Standar Global
Memasuki 2026, DCII menegaskan akan melanjutkan ekspansi kapasitas melalui pengembangan DCI Platform dengan pendekatan time-to-market yang cepat. Selain itu, perusahaan juga berkomitmen menjaga keandalan operasional sebagai keunggulan utama di industri.
Sebagai data center Tier IV pertama di Asia Tenggara, DCII menawarkan layanan dengan tingkat keandalan tinggi, termasuk jaminan SLA colocation sebesar 99,999%. Perusahaan juga didukung oleh lebih dari 80 penyedia layanan jaringan yang memperkuat konektivitas bagi pelanggan.
Dengan standar operasional global serta penggunaan peralatan terbaik, DCII memastikan ketersediaan layanan yang maksimal bagi pelanggan.
Layanan ini mencakup berbagai sektor strategis seperti lembaga keuangan, penyedia jaringan, perusahaan e-commerce, hingga penyedia layanan cloud.
Sejak mulai beroperasi pada 2013, perusahaan juga berhasil mempertahankan rekam jejak power uptime sebesar 100%. Hal ini menjadi indikator penting dalam menjaga kepercayaan pelanggan di tengah meningkatnya ketergantungan pada infrastruktur digital.
Ke depan, kombinasi antara ekspansi kapasitas, peningkatan teknologi, dan konsistensi layanan diharapkan mampu memperkuat posisi DCII sebagai pemain utama dalam industri pusat data di Indonesia.
Di tengah lonjakan kebutuhan digital, peran perusahaan menjadi semakin krusial dalam menopang ekosistem ekonomi berbasis teknologi.
Celo
indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Prediksi Kenaikan Harga BBM Non Subsidi Mulai 1 April 2026 Dampak Konflik AS-Iran
- Selasa, 31 Maret 2026
Berita Lainnya
Pendapatan Blibli Tembus Rp22,36 Triliun Berkat Strategi Omnichannel Terintegrasi
- Selasa, 31 Maret 2026












