JAKARTA - Pergerakan saham suatu perusahaan sering kali tidak hanya dipengaruhi oleh faktor eksternal, tetapi juga oleh langkah strategis para petinggi perusahaan itu sendiri.
Di pasar modal, aksi pembelian saham oleh manajemen atau direksi kerap menjadi sinyal kepercayaan terhadap prospek bisnis perusahaan dalam jangka panjang.
Langkah tersebut juga sering dipantau investor sebagai indikator optimisme internal terhadap kinerja perusahaan.
Baca JugaLaba Bank Muamalat Meningkat Positif Berkat Konsolidasi Bisnis Selama 2025
Fenomena tersebut terlihat pada PT Bank JTrust Indonesia Tbk yang mencatat adanya aksi pembelian saham oleh sejumlah direksi perseroan.
Informasi tersebut disampaikan melalui keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI). Dalam laporan tersebut terungkap bahwa beberapa anggota direksi secara bersamaan menambah kepemilikan saham perusahaan.
Aksi pembelian saham tersebut dilakukan pada waktu yang sama, yakni pada 26 Maret 2026. Langkah ini menarik perhatian pelaku pasar karena dilakukan oleh beberapa pejabat tinggi perusahaan sekaligus, dengan tujuan investasi pribadi di tengah kondisi harga saham yang sedang mengalami koreksi sejak awal tahun.
Direksi Bank JTrust Indonesia Tambah Kepemilikan Saham
Berdasarkan keterbukaan informasi yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia, terdapat empat direksi PT Bank JTrust Indonesia Tbk yang melakukan pembelian saham perusahaan pada tanggal yang sama. Pembelian tersebut dilakukan dengan tujuan investasi pribadi.
Salah satu yang melakukan pembelian adalah Direktur Utama Bank JTrust Indonesia, Ritsuo Fukadai. Dalam laporan tersebut disebutkan bahwa Ritsuo membeli sebanyak 3.900 unit saham BCIC dengan harga Rp127 per saham.
Harga pembelian tersebut menunjukkan posisi saham yang telah mengalami koreksi sebesar 20,12 persen sejak awal tahun. Untuk transaksi tersebut, Ritsuo mengeluarkan dana sebesar Rp495.300.
Setelah transaksi tersebut dilakukan, total kepemilikan saham Ritsuo Fukadai di Bank JTrust Indonesia meningkat menjadi 138.100 unit saham atau setara dengan 0,001 persen hak suara.
Langkah pembelian saham oleh pimpinan perusahaan ini kerap menjadi perhatian investor karena menunjukkan komitmen manajemen terhadap perkembangan perusahaan.
Pembelian Saham Dilakukan Beberapa Direksi Secara Bersamaan
Selain Direktur Utama, aksi pembelian saham juga dilakukan oleh beberapa anggota direksi lainnya. Salah satunya adalah Direktur Credit Risk and Management All Delinquencies Bank JTrust Indonesia, R. Djoko Prayitno.
Djoko tercatat membeli sebanyak 78.900 unit saham BCIC dengan harga Rp126 per saham. Harga tersebut juga mencerminkan penurunan sebesar 20,75 persen sejak awal tahun.
Untuk transaksi tersebut, Djoko mengeluarkan dana sebesar Rp9,94 juta. Setelah pembelian tersebut, jumlah kepemilikan saham Djoko meningkat menjadi 2,92 juta unit atau setara dengan 0,016 persen hak suara.
Direktur Kepatuhan dan Corporate Legal Bank JTrust Indonesia, Felix I. Hartadi, juga tercatat melakukan pembelian saham perusahaan. Felix membeli sebanyak 39.200 unit saham dengan harga Rp127 per saham.
Harga tersebut juga berada pada posisi yang telah terkoreksi sekitar 20,12 persen sejak awal tahun. Dana yang dikeluarkan Felix untuk transaksi tersebut mencapai Rp4,98 juta.
Dengan tambahan tersebut, total kepemilikan saham Felix meningkat menjadi 1,42 juta unit saham atau setara dengan 0,008 persen hak suara di perusahaan.
Direktur Keuangan Ikut Menambah Investasi Saham
Aksi pembelian saham oleh jajaran direksi Bank JTrust Indonesia juga dilakukan oleh Direktur Keuangan dan Perencanaan, Helmi A. Hidayat. Helmi tercatat membeli sebanyak 81.100 unit saham BCIC.
Pembelian tersebut dilakukan dengan harga Rp123 per saham. Harga tersebut mencerminkan penurunan sekitar 22,64 persen sejak awal tahun.
Untuk transaksi tersebut, Helmi mengeluarkan dana sebesar Rp9,97 juta. Dengan pembelian tersebut, jumlah kepemilikan saham Helmi bertambah menjadi 2,92 juta unit saham atau setara dengan 0,016 persen hak suara.
Aksi pembelian saham oleh beberapa anggota direksi secara bersamaan menjadi salah satu sinyal yang kerap diperhatikan oleh pelaku pasar. Langkah ini biasanya menunjukkan keyakinan manajemen terhadap prospek bisnis perusahaan di masa mendatang.
Selain itu, tindakan tersebut juga mencerminkan komitmen jajaran manajemen untuk turut memiliki kepemilikan langsung di perusahaan yang mereka kelola.
Pergerakan Harga Saham BCIC Di Pasar Modal
Di tengah aksi pembelian saham oleh jajaran direksi, pergerakan harga saham BCIC juga menjadi perhatian investor. Pada perdagangan Selasa, 31 Maret 2026, saham BCIC dibuka pada posisi Rp129 per saham.
Harga tersebut tercatat melemah sebesar 1,53 persen dibandingkan dengan perdagangan sebelumnya. Penurunan ini menunjukkan adanya tekanan jangka pendek pada pergerakan harga saham perusahaan.
Meski demikian, jika dilihat dalam periode sepekan terakhir, saham BCIC justru menunjukkan tren penguatan. Dalam periode tersebut, harga saham tercatat naik sekitar 4,88 persen.
Pergerakan harga yang fluktuatif merupakan hal yang umum terjadi di pasar modal. Faktor-faktor seperti sentimen pasar, kondisi ekonomi, serta aktivitas perdagangan investor dapat memengaruhi pergerakan harga saham dalam jangka pendek.
Aksi pembelian saham oleh jajaran direksi sendiri sering kali menjadi salah satu indikator yang diperhatikan investor. Langkah ini dinilai dapat mencerminkan tingkat keyakinan internal perusahaan terhadap prospek bisnis dan kinerja jangka panjang.
Dengan adanya pembelian saham oleh beberapa anggota direksi secara bersamaan, perhatian pasar terhadap pergerakan saham BCIC diperkirakan akan terus meningkat.
Investor biasanya akan mencermati apakah langkah tersebut diikuti oleh perkembangan positif pada kinerja perusahaan dalam periode mendatang.
Bagi perusahaan, keterbukaan informasi mengenai transaksi saham oleh manajemen merupakan bagian penting dari transparansi kepada publik.
Informasi tersebut memungkinkan investor untuk memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai aktivitas internal perusahaan serta potensi arah strateginya.
Melalui keterbukaan tersebut, pasar dapat menilai bagaimana manajemen memandang nilai saham perusahaan serta peluang pertumbuhan bisnis di masa depan.
Celo
indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Petrindo Jaya Kreasi Capai Pendapatan Fantastis Tapi Laba Bersih Masih Turun
- Selasa, 31 Maret 2026
Pelni Dorong Efisiensi Logistik Dengan Diskon Tarif Kontainer Pascaleberan Lebaran
- Selasa, 31 Maret 2026
Jasa Raharja Tingkatkan Perlindungan Korban Kecelakaan Selama Arus Mudik Lebaran
- Selasa, 31 Maret 2026
Laba Bank Muamalat Meningkat Positif Berkat Konsolidasi Bisnis Selama 2025
- Selasa, 31 Maret 2026
Berita Lainnya
BSI Optimistis Pengguna Mobile Banking Melampaui 10 Juta Sepanjang Tahun 2026
- Selasa, 31 Maret 2026












