JAKARTA - Kinerja positif berhasil dicatat oleh PT Bank Muamalat Indonesia Tbk sepanjang tahun 2025.
Bank syariah pertama di Indonesia ini menunjukkan peningkatan kinerja yang cukup kuat, terutama pada aspek laba sebelum pajak, pembiayaan, serta penghimpunan dana pihak ketiga.
Pencapaian tersebut menunjukkan bahwa strategi bisnis yang dijalankan perusahaan mampu menjaga pertumbuhan di tengah dinamika industri perbankan.
Baca JugaLaba Bank Muamalat Meningkat Positif Berkat Konsolidasi Bisnis Selama 2025
Per Desember 2025, Bank Muamalat mencatat laba sebelum pajak sebesar Rp 30,1 miliar. Angka tersebut meningkat signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, dengan pertumbuhan mencapai 47,5 persen secara tahunan atau year on year (yoy).
Pertumbuhan ini mencerminkan perbaikan kinerja operasional sekaligus meningkatnya aktivitas bisnis yang dilakukan perseroan.
Direktur Utama Bank Muamalat Imam Teguh Saptono menyampaikan bahwa pencapaian laba tersebut tidak terlepas dari kinerja pembiayaan yang terus berkembang sepanjang tahun.
Bank Muamalat mampu menjaga momentum pertumbuhan di berbagai lini usaha sehingga sejumlah indikator utama menunjukkan tren positif.
Kinerja Pembiayaan Terus Menguat
Pertumbuhan laba sebelum pajak Bank Muamalat didukung oleh peningkatan pembiayaan yang berhasil disalurkan kepada nasabah. Sepanjang tahun 2025, total pembiayaan Bank Muamalat mencapai Rp 18,5 triliun atau tumbuh sebesar 10,1 persen secara tahunan.
Kinerja pembiayaan tersebut menjadi salah satu pilar utama dalam mendorong pertumbuhan bisnis perusahaan. Dengan meningkatnya penyaluran pembiayaan, Bank Muamalat mampu memperluas kontribusinya terhadap sektor riil sekaligus memperkuat posisi di industri perbankan syariah.
Direktur Utama Bank Muamalat Imam Teguh Saptono menjelaskan bahwa perseroan mampu menjaga sejumlah indikator utama agar tetap tumbuh positif sepanjang tahun 2025.
"Sejumlah indikator utama sepanjang 2025 berhasil kami jaga untuk tumbuh positif, di antaranya aset, pembiayaan, dan DPK," tulis Imam dalam.
Selain pembiayaan secara umum, Bank Muamalat juga mencatat pertumbuhan pada pembiayaan berbasis bagi hasil. Pembiayaan mudharabah misalnya, tumbuh cukup tinggi dengan kenaikan mencapai 42,9 persen secara tahunan.
Pada akhir tahun 2025, pembiayaan mudharabah tercatat sebesar Rp 543,1 miliar.
Pertumbuhan pembiayaan tersebut menunjukkan bahwa skema pembiayaan berbasis syariah tetap diminati masyarakat dan menjadi bagian penting dari pengembangan bisnis Bank Muamalat.
Dana Pihak Ketiga Dan Aset Bertumbuh Positif
Selain pertumbuhan pembiayaan, Bank Muamalat juga mencatat kinerja positif dalam penghimpunan dana pihak ketiga (DPK). Dana masyarakat yang berhasil dihimpun perseroan terus meningkat seiring dengan kepercayaan nasabah terhadap layanan yang disediakan bank.
Total dana pihak ketiga Bank Muamalat tercatat mencapai Rp 45,5 triliun pada akhir tahun 2025. Angka tersebut meningkat sebesar 9,0 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Kenaikan DPK ini menjadi indikator penting bagi industri perbankan karena mencerminkan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap bank. Semakin besar dana yang berhasil dihimpun, semakin luas pula kemampuan bank untuk menyalurkan pembiayaan kepada berbagai sektor ekonomi.
Selain DPK, Bank Muamalat juga mencatat pertumbuhan pada total aset perusahaan. Hingga akhir 2025, total aset Bank Muamalat mencapai Rp 62,3 triliun atau meningkat sebesar 3,8 persen secara tahunan.
Kondisi permodalan bank juga tercatat berada pada level yang kuat. Hal tersebut tercermin dari rasio kecukupan modal atau Capital Adequacy Ratio (CAR) yang mencapai 26,37 persen pada akhir tahun 2025. Angka tersebut jauh di atas batas minimum yang ditetapkan oleh regulator perbankan.
Dengan struktur permodalan yang solid, Bank Muamalat memiliki ruang yang lebih luas untuk terus mengembangkan bisnis serta memperluas layanan kepada masyarakat.
Produk Pembiayaan Emas Tumbuh Pesat
Bank Muamalat juga mencatat perkembangan signifikan pada produk pembiayaan emas yang dimilikinya. Produk ini menjadi salah satu layanan yang mengalami pertumbuhan paling cepat sepanjang tahun 2025.
Direktur Utama Bank Muamalat Imam Teguh Saptono menjelaskan bahwa pembiayaan emas meningkat pesat hingga mencapai Rp 1,1 triliun. Pertumbuhan tersebut turut diikuti oleh lonjakan jumlah rekening nasabah yang meningkat lebih dari 1.200 persen.
"Kenaikan yang signifikan ini mencerminkan kepercayaan masyarakat yang tinggi terhadap produk Solusi Emas Hijrah. Dengan tren yang positif ini, kami optimistis pencapaiannya akan terus berlanjut di 2026," tulis Imam.
Pertumbuhan produk pembiayaan emas ini menunjukkan adanya peningkatan minat masyarakat terhadap instrumen keuangan berbasis emas yang dinilai relatif stabil dan sesuai dengan prinsip syariah.
Dengan tren positif tersebut, Bank Muamalat optimistis produk ini akan terus berkembang dan memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap kinerja perusahaan pada masa mendatang.
Penguatan Jaringan Dan Transformasi Digital
Di sisi lain, Bank Muamalat juga terus memperkuat jaringan layanan untuk menjangkau lebih banyak nasabah. Hingga akhir tahun 2025, perusahaan tercatat memiliki 80 kantor cabang utama.
Jumlah tersebut termasuk satu kantor cabang yang beroperasi di Kuala Lumpur, Malaysia. Selain itu, Bank Muamalat juga memiliki 144 kantor cabang pembantu yang tersebar di berbagai wilayah.
Penguatan jaringan ini menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam memperluas layanan perbankan syariah kepada masyarakat sekaligus meningkatkan akses terhadap layanan keuangan.
Tidak hanya memperkuat jaringan fisik, Bank Muamalat juga terus mengembangkan layanan digitalnya. Salah satu inovasi yang menjadi fokus adalah aplikasi Muamalat DIN.
Hingga Desember 2025, jumlah pengguna aplikasi Muamalat DIN tercatat telah mencapai lebih dari 600 ribu pengguna. Seiring dengan pertumbuhan pengguna, jumlah transaksi melalui platform digital tersebut juga meningkat sebesar 11 persen secara tahunan.
Ke depan, Bank Muamalat berencana mengembangkan layanan berbasis prinsip maqasid syariah dengan memperkuat integrasi layanan zakat, infaq, sedekah, dan wakaf (ZISWAF) melalui aplikasi Muamalat DIN.
"Ke depan, Bank Muamalat memposisikan diri sebagai bank syariah yang fokus pada ekosistem haji, umrah, dan ZISWAF, dengan harapan dapat memberikan kontribusi ekonomi nyata bagi penguatan ekonomi umat," tulisnya.
Melalui berbagai strategi tersebut, Bank Muamalat berupaya memperkuat posisinya sebagai lembaga keuangan syariah yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan bisnis, tetapi juga memberikan dampak sosial dan ekonomi bagi masyarakat.
Celo
indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Petrindo Jaya Kreasi Capai Pendapatan Fantastis Tapi Laba Bersih Masih Turun
- Selasa, 31 Maret 2026
Pelni Dorong Efisiensi Logistik Dengan Diskon Tarif Kontainer Pascaleberan Lebaran
- Selasa, 31 Maret 2026
Jasa Raharja Tingkatkan Perlindungan Korban Kecelakaan Selama Arus Mudik Lebaran
- Selasa, 31 Maret 2026
Laba Bank Muamalat Meningkat Positif Berkat Konsolidasi Bisnis Selama 2025
- Selasa, 31 Maret 2026
Berita Lainnya
BSI Optimistis Pengguna Mobile Banking Melampaui 10 Juta Sepanjang Tahun 2026
- Selasa, 31 Maret 2026












