JAKARTA - Setelah bulan Ramadhan berakhir, semangat berbagi dan kepedulian sosial diharapkan tidak ikut meredup.
Justru, momen ini menjadi titik awal untuk memperkuat komitmen dalam mengelola zakat, infak, dan sedekah (ZIS) secara lebih optimal.
Hal inilah yang ditekankan oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI kepada seluruh amil zakat di Indonesia agar terus meningkatkan kualitas kinerja demi memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan mustahik.
Baca Juga
Ajakan tersebut bukan tanpa alasan. Pengelolaan ZIS yang profesional dan transparan menjadi kunci utama dalam membangun kepercayaan publik, sekaligus memastikan bantuan yang diberikan tepat sasaran.
Dengan demikian, manfaat zakat tidak hanya bersifat sementara, tetapi juga mampu mendorong perubahan sosial yang berkelanjutan.
Peran Ramadhan Dalam Membentuk Profesionalisme Amil
Ketua Baznas RI Sodik Mudjahid menegaskan bahwa Ramadhan bukan sekadar bulan ibadah, melainkan juga menjadi sarana pembinaan diri yang sangat penting, termasuk bagi para amil zakat.
Ia menyebut bulan suci ini sebagai momentum untuk meningkatkan kualitas pribadi yang berdampak langsung pada kinerja.
"Ramadhan adalah super training untuk mempercepat peningkatan ketakwaan kepada Allah. Setelah itu, kita diharapkan menjadi pribadi yang lebih sabar, tangguh, jujur, disiplin, peduli, dan gemar beristighfar ataupun evaluasi diri," kata dia.
Nilai-nilai yang terbentuk selama Ramadhan, lanjut Sodik, seharusnya tidak berhenti pada aspek spiritual semata. Para amil diharapkan mampu menerapkannya dalam menjalankan tugas, terutama dalam menjaga amanah serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Dengan mengedepankan integritas dan profesionalisme, pengelolaan zakat akan semakin dipercaya oleh publik. Hal ini menjadi fondasi penting dalam memperluas dampak sosial dari dana ZIS yang dihimpun.
Penguatan Kepercayaan Publik Terhadap Baznas
Selain peningkatan kualitas individu amil, Baznas juga menekankan pentingnya memperkuat posisi lembaga di tengah masyarakat. Sodik menyampaikan bahwa Baznas harus menjadi lembaga yang mudah diingat dan dipercaya oleh publik.
"Kami ingin Baznas menjadi top of mind, sehingga ketika orang berpikir tentang zakat, yang diingat adalah Baznas sebagai lembaga yang terpercaya. Selain itu, Baznas harus mudah dijangkau, termasuk melalui aplikasi digital, serta menjadi lembaga yang dibanggakan," ujarnya.
Upaya ini mencakup berbagai aspek, mulai dari transparansi pengelolaan dana hingga kemudahan akses layanan. Dengan semakin berkembangnya teknologi, Baznas juga didorong untuk memanfaatkan platform digital agar masyarakat dapat menunaikan zakat dengan lebih praktis dan cepat.
Kepercayaan publik menjadi elemen krusial dalam keberlangsungan program zakat. Tanpa kepercayaan, potensi penghimpunan dana akan sulit berkembang, sehingga dampak sosial yang dihasilkan pun menjadi terbatas.
Target Besar Dan Transformasi Digital Baznas
Dalam upaya memperluas manfaat zakat, Baznas telah menetapkan target ambisius untuk pengumpulan dana ZIS di masa mendatang.
Sodik menyebutkan bahwa target pengumpulan zakat nasional diproyeksikan mencapai Rp160 triliun, dengan kontribusi Baznas pusat sebesar Rp10 triliun pada tahun 2031.
Untuk mencapai target tersebut, Baznas terus mendorong transformasi digital sebagai salah satu strategi utama. Digitalisasi layanan diharapkan mampu mempermudah masyarakat dalam berzakat, sekaligus meningkatkan efisiensi pengelolaan dana.
Selain itu, kolaborasi dengan berbagai pihak juga menjadi langkah penting dalam memperluas jangkauan program. Dengan kerja sama yang solid, Baznas dapat menjangkau lebih banyak mustahik dan memberikan manfaat yang lebih luas.
Transformasi ini tidak hanya berfokus pada teknologi, tetapi juga pada peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Dengan SDM yang kompeten, pengelolaan zakat dapat dilakukan secara lebih profesional dan akuntabel.
Capaian Ramadhan Dan Harapan Ke Depan
Sementara itu, Deputi I Baznas RI Arifin Purwakananta melaporkan bahwa pengumpulan zakat selama Ramadhan 2026 menunjukkan hasil yang positif. Hingga saat ini, dana yang terkumpul mencapai Rp480 miliar atau sekitar 94 persen dari target Rp515 miliar.
Capaian ini menjadi indikator bahwa kepercayaan masyarakat terhadap Baznas masih terjaga. Namun demikian, Arifin mengingatkan pentingnya dukungan publik untuk terus mempercayai lembaga ini, terutama di tengah berbagai isu yang beredar.
Ia menegaskan bahwa Baznas menjalankan tugasnya sesuai dengan ketentuan negara dan prinsip syariah, sehingga masyarakat tidak perlu ragu dalam menyalurkan zakat melalui lembaga tersebut.
"Ternyata isu-isu yang salah di publik itu memberikan dampak yang luar biasa kepada Baznas. Tapi karena kita meyakini bahwa kita tidak salah, tidak ada korupsi di Baznas, dan kita juga menyalurkan sesuai yang diatur oleh negara dan syariah, karena itu kami meyakini apa yang akan terjadi ke depan adalah kebaikan-kebaikan," tutur Arifin Purwakananta.
Ke depan, Baznas berharap semangat berbagi yang tumbuh selama Ramadhan dapat terus berlanjut sepanjang tahun. Dengan dukungan masyarakat dan peningkatan kualitas kinerja amil, pengelolaan zakat di Indonesia diharapkan mampu memberikan dampak yang lebih besar bagi kesejahteraan umat.
Celo
indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Petrindo Jaya Kreasi Capai Pendapatan Fantastis Tapi Laba Bersih Masih Turun
- Selasa, 31 Maret 2026
Pelni Dorong Efisiensi Logistik Dengan Diskon Tarif Kontainer Pascaleberan Lebaran
- Selasa, 31 Maret 2026
Jasa Raharja Tingkatkan Perlindungan Korban Kecelakaan Selama Arus Mudik Lebaran
- Selasa, 31 Maret 2026
Laba Bank Muamalat Meningkat Positif Berkat Konsolidasi Bisnis Selama 2025
- Selasa, 31 Maret 2026
Berita Lainnya
Pemerintah Siapkan 45 Klinik Kesehatan Haji Indonesia di Makkah Madinah
- Selasa, 31 Maret 2026
Ditjenpas Siap Jalankan Kebijakan WFH Sesuai Regulasi Pemerintah Pusat
- Selasa, 31 Maret 2026












