Senin, 30 Maret 2026

Pertamina Kembangkan Sumur Manpatu Lepas Pantai Balikpapan Secara Bertahap

Pertamina Kembangkan Sumur Manpatu Lepas Pantai Balikpapan Secara Bertahap
Pertamina Kembangkan Sumur Manpatu Lepas Pantai Balikpapan Secara Bertahap

JAKARTA - Penguatan sektor energi nasional terus menjadi prioritas utama dalam menghadapi meningkatnya kebutuhan energi di berbagai wilayah Indonesia. 

Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah pengembangan sumber daya minyak dan gas bumi yang berasal dari hasil eksplorasi baru. Dalam konteks ini, pengembangan sumur eksplorasi menjadi elemen penting dalam menjaga ketersediaan energi di masa depan.

Salah satu proyek yang mencerminkan upaya tersebut adalah pengembangan sumur eksplorasi Manpatu di wilayah lepas pantai Balikpapan, Kalimantan Timur. Proyek ini dikelola oleh PT Pertamina Hulu Mahakam, yang merupakan bagian dari PT Pertamina Hulu Indonesia.

Baca Juga

Promo Alfamart 30 Maret 2026 Hadirkan Diskon Besar Kebutuhan Rumah Tangga

Pengembangan ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk memastikan ketersediaan energi nasional tetap terjaga. Dengan memanfaatkan potensi sumber daya yang ada, proyek ini diharapkan mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap produksi minyak dan gas bumi di Indonesia.

Progres Pengembangan Lapangan Manpatu

General Manager PT PHM, Setyo Sapto Edi, menyampaikan bahwa proses pengembangan sumur Manpatu terus berjalan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan. Proyek ini merupakan salah satu proyek strategis yang dikerjakan secara berkelanjutan.

“Pengembangan temuan sumur eksplorasi Manpatu di lapangan lepas pantai South Mahakam terus berproses,” ujar Setyo Sapto Edi.

Lokasi sumur Manpatu berada sekitar 35 kilometer dari pesisir Balikpapan dengan kedalaman perairan berkisar antara 50 hingga 60 meter. Kondisi geografis ini menuntut penggunaan teknologi tinggi serta perencanaan yang matang agar proses pengembangan dapat berjalan dengan aman dan efisien.

Fasilitas yang dibangun dalam proyek ini memiliki kapasitas untuk menangani aliran gas hingga 80 juta metrik standar kaki kubik per hari (MMSCFD). Kapasitas tersebut menunjukkan potensi besar dari sumur Manpatu dalam mendukung kebutuhan energi nasional.

Tahapan Konstruksi dan Infrastruktur Proyek

Saat ini, proyek Manpatu telah memasuki tahap penting dalam proses konstruksi, yaitu pemindahan kerangka anjungan atau load out jacket. Tahapan ini dilakukan dari fasilitas fabrikasi milik PT Meindo Elang Indah yang berlokasi di Tanjung Pinang, Kepulauan Riau, pada 26 Maret 2026.

Tahapan load out ini menjadi langkah awal sebelum struktur anjungan dikirim (sail away) menuju lokasi operasi di wilayah Mahakam, Selat Makassar. Proses ini merupakan bagian penting dalam rantai pembangunan infrastruktur lepas pantai yang kompleks.

Selanjutnya, bagian atas anjungan atau topside dijadwalkan akan dikirim pada pertengahan April 2026. Proses instalasi seluruh platform ditargetkan selesai pada awal kuartal III tahun 2026, sekitar bulan Juli hingga pertengahan Agustus.

Selain itu, proyek ini juga mencakup pembangunan bagian atas dengan total bobot sekitar 2.400 ton. Infrastruktur pendukung lainnya meliputi pemasangan pipa bawah laut sepanjang kurang lebih 2,5 kilometer serta pengeboran 11 sumur pengembangan yang akan mendukung produksi gas di masa mendatang.

Pemanfaatan Sumber Daya Lokal dan Keselamatan Kerja

Salah satu aspek penting dalam proyek Manpatu adalah pemanfaatan komponen lokal. Untuk pertama kalinya di wilayah Mahakam, proyek ini menggunakan pipa produksi buatan dalam negeri secara penuh.

Penggunaan komponen lokal mencakup pipa bawah laut hingga sambungan pipa di anjungan. Hal ini menjadi bukti nyata bahwa industri dalam negeri memiliki kemampuan untuk mendukung proyek migas berskala besar.

Selain itu, proyek ini juga menekankan pentingnya keselamatan kerja. Hingga Maret 2026, PT PHM mencatat lebih dari dua juta jam kerja tanpa insiden kehilangan waktu kerja (lost time incident/LTI).

Capaian ini menunjukkan bahwa standar keselamatan kerja diterapkan dengan baik dan konsisten di seluruh lini operasional. Lingkungan kerja yang aman menjadi faktor penting dalam menjaga kelancaran proyek serta melindungi seluruh pekerja yang terlibat.

Strategi Fast Track dan Target Produksi

Proyek Manpatu dikembangkan dengan menggunakan strategi jalur cepat atau fast track. Pendekatan ini diterapkan untuk mempercepat proses pengembangan sejak penemuan gas pada tahun 2022.

Dengan metode ini, setiap tahapan pekerjaan dirancang agar dapat berjalan secara efisien dan terintegrasi. Hal ini memungkinkan proyek dapat diselesaikan dalam waktu yang lebih singkat tanpa mengurangi kualitas dan standar keselamatan.

Target utama dari proyek ini adalah mulai beroperasi atau onstream pada kuartal I tahun 2027. Dengan tercapainya target tersebut, diharapkan proyek Manpatu dapat memberikan tambahan pasokan energi bagi kebutuhan nasional.

Pendekatan fast track juga menunjukkan komitmen perusahaan dalam menjawab tantangan kebutuhan energi yang terus meningkat. Dengan mempercepat proses produksi, proyek ini diharapkan dapat segera memberikan manfaat bagi masyarakat luas.

Kontribusi Jangka Panjang untuk Energi Nasional

Secara keseluruhan, proyek pengembangan sumur Manpatu di lepas pantai Balikpapan merupakan langkah strategis dalam memperkuat ketahanan energi nasional.

Dengan dukungan teknologi, pemanfaatan sumber daya lokal, serta penerapan standar keselamatan yang tinggi, proyek ini menjadi salah satu contoh pengembangan energi yang terencana dengan baik.

Keberhasilan proyek ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan produksi minyak dan gas bumi di Indonesia. Selain itu, proyek ini juga menjadi simbol kemajuan industri energi nasional dalam menghadapi tantangan global.

Melalui berbagai tahapan yang telah direncanakan, proyek Manpatu menunjukkan bahwa pengembangan sumber daya energi tidak hanya berfokus pada hasil produksi, tetapi juga pada aspek keberlanjutan, keselamatan, dan pemberdayaan industri dalam negeri.

Dengan demikian, proyek ini tidak hanya menjadi bagian dari pengembangan energi, tetapi juga menjadi tonggak penting dalam perjalanan menuju kemandirian energi nasional yang lebih kuat dan berkelanjutan.

Sindi

Sindi

indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Faktor Peningkatan Penumpang KAI Daop 1 Jakarta Selama Lebaran 2026

Faktor Peningkatan Penumpang KAI Daop 1 Jakarta Selama Lebaran 2026

KRL Green Line Padat Penumpang Saat Hari Pertama Kerja Usai Lebaran

KRL Green Line Padat Penumpang Saat Hari Pertama Kerja Usai Lebaran

Jadwal Bus DAMRI Jogja YIA Senin 30 Maret 2026 Tarif Dan Rute

Jadwal Bus DAMRI Jogja YIA Senin 30 Maret 2026 Tarif Dan Rute

Jadwal Lengkap KRL Solo Jogja Senin 30 Maret 2026 Terbaru Hari Ini

Jadwal Lengkap KRL Solo Jogja Senin 30 Maret 2026 Terbaru Hari Ini

Arus Balik Lebaran Pelni H7 Angkut 153 Ribu Penumpang Tiket Terjual Tinggi

Arus Balik Lebaran Pelni H7 Angkut 153 Ribu Penumpang Tiket Terjual Tinggi