Senin, 30 Maret 2026

Prabowo Dorong Pengembangan Etanol untuk Gantikan Pertalite dan Pertamax

Prabowo Dorong Pengembangan Etanol untuk Gantikan Pertalite dan Pertamax
Prabowo Dorong Pengembangan Etanol untuk Gantikan Pertalite dan Pertamax

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto mendorong pengembangan etanol sebagai alternatif pengganti bahan bakar fosil seperti Pertalite dan Pertamax.

Upaya ini bertujuan untuk meningkatkan ketahanan energi nasional serta mengurangi ketergantungan pada impor bensin. 

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menekankan pentingnya kelanjutan program pengembangan etanol yang akan dijalankan secara konsisten dalam jangka panjang, dengan target penerapan campuran etanol 20 persen (E20) pada bensin.

Baca Juga

Menjajaki Kerja Sama Sister Park Indonesia dan Jepang Untuk Konservasi

Strategi Pemerintah dalam Pengembangan Etanol

Dalam konferensi pers yang digelar di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta, pada Senin, 30 Maret 2026, Menteri Andi Amran Sulaiman mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo menegaskan pentingnya pengembangan etanol dalam sektor energi. 

Menurut Amran, pengembangan etanol harus dilakukan dengan konsisten, agar Indonesia dapat mandiri dalam penyediaan energi dan mengurangi ketergantungan pada impor bahan bakar fosil.

"Jika kita konsisten dalam 10 tahun ke depan, kita bisa mandiri dan tidak perlu lagi mengimpor bensin," ujar Amran, menjelaskan arah kebijakan yang diberikan oleh Presiden Prabowo. 

Program ini, yang dirancang untuk berkelanjutan, bertujuan untuk mengurangi beban impor dan memastikan ketahanan energi nasional.

Mengenal E20 dan Target Pengembangan Etanol di Indonesia

Pemerintah Indonesia menargetkan penerapan campuran etanol 20 persen (E20) pada bensin sebagai langkah awal menuju transisi energi yang lebih ramah lingkungan. E20 berarti campuran 20 persen etanol dari bahan nabati dan 80 persen bensin yang berasal dari minyak bumi. 

Menurut Amran, teknologi kendaraan saat ini sudah mendukung penerapan E20, dengan menggunakan kendaraan jenis Flexible Fuel Vehicle (FFV) yang mampu menjalankan berbagai campuran bahan bakar.

"Mesin jenis Flexi Fuel Vehicle dapat menggunakan campuran bahan bakar dari 20 persen etanol hingga 100 persen etanol. Jadi, kendaraan ini bisa menggunakan bahan bakar etanol dalam berbagai rasio, baik itu 20 persen atau lebih," jelas Amran. 

Dengan pengembangan lebih lanjut, pemerintah berencana untuk mengarah pada penggunaan etanol murni atau E100 di masa depan, yang berarti seluruh kandungan bahan bakar tersebut adalah etanol.

Pasokan Bahan Baku dan Dukungan Kebijakan Pemerintah

Salah satu hal yang menjadi sorotan dalam pengembangan etanol adalah ketersediaan bahan baku. Etanol, yang dapat diproduksi dari molases atau tetes tebu, memiliki potensi besar di Indonesia, mengingat negara ini adalah salah satu penghasil tebu terbesar di dunia. 

Menurut Amran, bahan baku untuk produksi etanol sudah mencukupi, dan bahkan Indonesia memiliki kapasitas untuk menghasilkan etanol hingga 300 ribu liter.

Kementerian Pertanian juga tengah menyiapkan kebijakan pendukung untuk mempercepat pengembangan sektor etanol ini. Program ini akan melibatkan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di sektor pangan, seperti PT Perkebunan Nusantara yang mengelola lahan tebu. 

Dengan adanya dukungan kebijakan yang tepat, pengembangan etanol diharapkan dapat memperkuat sektor energi nasional sekaligus mendukung sektor pertanian Indonesia.

Upaya Mengurangi Impor Bensin dan Mendorong Ketahanan Energi

Selain itu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa penerapan E20 ditargetkan dimulai pada tahun 2028. Kebijakan ini bertujuan untuk menekan impor bensin yang masih menjadi beban anggaran negara. 

Dalam pernyataannya, Bahlil menyebutkan bahwa pada tahun 2025, produksi bensin nasional diperkirakan hanya akan mencapai 14,27 juta kiloliter, sedangkan konsumsi diprediksi mencapai 37,3 juta kiloliter. 

Hal ini menunjukkan bahwa Indonesia masih akan mengimpor sekitar 23,03 juta kiloliter bensin untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.

Dengan penerapan E20, pemerintah berharap dapat mengurangi ketergantungan pada impor bensin dan meningkatkan ketahanan energi dalam negeri. 

Penerapan campuran etanol ini diharapkan menjadi solusi yang dapat mengoptimalkan potensi energi terbarukan yang ada di Indonesia, terutama dari sektor pertanian. 

"Kami akan mendorong penerapan E20 pada 2028 untuk mengurangi ketergantungan pada impor bensin," tambah Bahlil.

Langkah Strategis untuk Masa Depan Energi Nasional

Langkah yang diambil oleh Presiden Prabowo dan para menteri terkait menunjukkan komitmen pemerintah untuk mewujudkan ketahanan energi nasional melalui pemanfaatan energi terbarukan. 

Dengan mengembangkan etanol sebagai alternatif pengganti bensin, Indonesia dapat mengurangi beban impor bahan bakar fosil dan memanfaatkan potensi sumber daya alam yang melimpah, seperti tebu dan ubi kayu.

Pengembangan etanol juga menjadi bagian dari strategi besar untuk mendukung keberlanjutan sektor pertanian Indonesia, yang berperan penting dalam perekonomian nasional. 

Dengan dukungan kebijakan yang tepat dan teknologi yang mendukung, Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi negara yang mandiri dalam penyediaan energi terbarukan.

Dalam jangka panjang, program ini diharapkan dapat membawa dampak positif bagi perekonomian Indonesia, menciptakan lapangan kerja baru di sektor pertanian dan energi, serta mengurangi dampak negatif dari ketergantungan pada energi fosil. 

Pemerintah berharap bahwa melalui kebijakan ini, Indonesia dapat mewujudkan ketahanan energi yang lebih baik dan berkelanjutan di masa depan.

Celo

Celo

indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Angkutan Lebaran 2026 Resmi Ditutup, Pergerakan Masyarakat Capai 147 Juta

Angkutan Lebaran 2026 Resmi Ditutup, Pergerakan Masyarakat Capai 147 Juta

Rumah Subsidi di Tabalong Hanya Rp 164 Juta, Cek Yuk!

Rumah Subsidi di Tabalong Hanya Rp 164 Juta, Cek Yuk!

Harga TBS Sawit Aceh Naik Tembus Rp3.600 Per Kilogram Periode Ini

Harga TBS Sawit Aceh Naik Tembus Rp3.600 Per Kilogram Periode Ini

Cek Harga BBM Pertamina Hari Ini 30 Maret 2026 Seluruh Indonesia

Cek Harga BBM Pertamina Hari Ini 30 Maret 2026 Seluruh Indonesia

Promo Tukar Elpiji 3 Kg Jadi Bright Gas Gratis Masih Berlangsung Terbatas

Promo Tukar Elpiji 3 Kg Jadi Bright Gas Gratis Masih Berlangsung Terbatas