Senin, 30 Maret 2026

Direksi Bank JTrust Borong Saham BCIC Serentak Total Pembelian Capai Rp25 Juta

Direksi Bank JTrust Borong Saham BCIC Serentak Total Pembelian Capai Rp25 Juta
Direksi Bank JTrust Borong Saham BCIC Serentak Total Pembelian Capai Rp25 Juta

JAKARTA - Aksi pembelian saham oleh jajaran direksi kerap menjadi perhatian pelaku pasar. 

Langkah ini biasanya diartikan sebagai bentuk kepercayaan terhadap prospek perusahaan. Hal serupa terjadi pada saham PT Bank JTrust Tbk. yang baru baru ini menjadi sorotan. Sejumlah anggota direksi kompak menambah kepemilikan saham mereka. Transaksi tersebut dilakukan dengan tujuan investasi pribadi. 

Dalam keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia, disebutkan bahwa perubahan kepemilikan saham tersebut tidak berkaitan dengan upaya mengambil pengendalian. Manajemen menegaskan aksi ini murni sebagai investasi. Pembelian saham dilakukan pada tanggal dua puluh enam Maret dua ribu dua puluh enam. Total saham yang diborong oleh jajaran direksi mencapai dua ratus tiga ribu seratus lembar. Nilai transaksi secara keseluruhan mencapai sekitar dua puluh lima juta rupiah.

Baca Juga

Promo Alfamart 30 Maret 2026 Hadirkan Diskon Besar Kebutuhan Rumah Tangga

Direksi kompak menambah kepemilikan saham

Direktur Utama Bank JTrust Ritsuo Fukadai menjadi salah satu yang ikut membeli saham. Ia melakukan pembelian sebanyak tiga ribu sembilan ratus lembar saham. Harga transaksi berada di level seratus dua puluh tujuh rupiah per saham. Dengan pembelian tersebut nilai transaksi yang dikeluarkan sekitar empat ratus sembilan puluh lima ribu tiga ratus rupiah. Kepemilikan sahamnya meningkat dari seratus tiga puluh lima ribu dua ratus lembar menjadi seratus tiga puluh sembilan ribu seratus lembar saham.

Selain itu Direktur Bank JTrust Felix Istyono Hartadi juga menambah kepemilikan saham. Ia membeli tiga puluh sembilan ribu dua ratus lembar saham. Transaksi dilakukan pada harga yang sama yaitu seratus dua puluh tujuh rupiah per saham. Nilai pembelian mencapai sekitar empat juta lima ratus sembilan puluh ribu rupiah. Kepemilikannya naik dari satu koma tiga delapan juta lembar menjadi satu koma empat dua juta lembar saham.

Aksi pembelian oleh dua petinggi tersebut menjadi bagian dari langkah serentak. Transaksi dilakukan pada hari yang sama. Hal ini memperlihatkan kesamaan pandangan terhadap prospek saham perusahaan. Meski demikian pihak perseroan menegaskan tidak ada perubahan pengendalian. Langkah ini hanya mencerminkan keputusan investasi individu.

Dua direktur lain ikut melakukan pembelian

Selain Ritsuo dan Felix, dua direktur lainnya juga tercatat membeli saham. Direktur Bank JTrust Helmi Arif Hidayat menambah kepemilikan dalam jumlah cukup besar. Ia membeli delapan puluh satu ribu seratus lembar saham. Harga transaksi berada di level seratus dua puluh tiga rupiah per saham. Nilai pembelian yang dilakukan mencapai sekitar sembilan juta sembilan ratus tujuh puluh ribu rupiah.

Dengan pembelian tersebut kepemilikan Helmi meningkat. Sebelumnya ia memiliki dua koma delapan empat juta lembar saham. Setelah transaksi jumlahnya bertambah menjadi dua koma sembilan dua juta lembar saham. Kenaikan kepemilikan ini menunjukkan komitmen terhadap investasi jangka panjang. Aksi tersebut juga menambah perhatian investor terhadap saham BCIC.

Direktur lainnya yaitu R Djoko Prayitno juga melakukan pembelian. Ia menambah tujuh puluh delapan ribu sembilan ratus lembar saham. Harga transaksi berada pada seratus dua puluh enam rupiah per saham. Nilai transaksi yang dikeluarkan mencapai sekitar sembilan juta sembilan ratus empat puluh ribu rupiah. Kepemilikan sahamnya meningkat dari dua koma delapan tiga juta lembar menjadi dua koma sembilan satu juta lembar saham.

Total nilai transaksi mencapai puluhan juta rupiah

Jika diakumulasi seluruh transaksi tersebut, dana yang dikucurkan jajaran direksi mencapai sekitar dua puluh lima juta rupiah. Nilai ini mencerminkan aksi pembelian kolektif dalam satu waktu. Meski tidak tergolong besar dibanding kapitalisasi pasar, aksi ini tetap memberi sinyal. Investor biasanya memantau langkah manajemen sebagai indikator keyakinan.

Perseroan juga menegaskan kepada regulator bahwa para direksi bukan pemegang saham pengendali. Transaksi yang dilakukan tidak mengubah struktur pengendalian perusahaan. Tidak ada perubahan komposisi kepemilikan yang signifikan. Hal ini penting untuk menjaga transparansi kepada publik. Informasi tersebut disampaikan melalui keterbukaan resmi.

Langkah ini juga menunjukkan kepatuhan terhadap aturan pasar modal. Setiap perubahan kepemilikan saham wajib dilaporkan. Dengan demikian investor memperoleh informasi yang jelas. Transparansi menjadi faktor penting dalam menjaga kepercayaan pasar. Aksi ini dilakukan secara terbuka sesuai ketentuan.

Pergerakan harga saham dalam sepekan terakhir

Di tengah aksi pembelian tersebut, saham BCIC menunjukkan pergerakan positif dalam jangka pendek. Dalam sepekan terakhir harga saham naik enam koma lima nol persen. Kenaikan tersebut setara dengan delapan poin. Pergerakan ini menjadi perhatian pelaku pasar. Sebagian investor mengaitkannya dengan aksi pembelian direksi.

Namun secara kinerja tahunan, saham BCIC masih melemah. Sepanjang tahun berjalan harga saham turun enam belas koma lima enam persen. Penurunan tersebut setara dua puluh enam poin. Kondisi ini menunjukkan tekanan yang masih terjadi. Meski begitu kenaikan mingguan memberi harapan pemulihan.

Pergerakan saham yang fluktuatif menjadi hal umum di pasar. Investor biasanya mempertimbangkan berbagai faktor. Termasuk kinerja fundamental dan aksi korporasi. Pembelian saham oleh direksi sering dilihat sebagai sinyal positif. Namun keputusan investasi tetap bergantung analisis masing masing. 

Makna aksi pembelian bagi investor

Aksi pembelian saham oleh direksi sering diartikan sebagai bentuk optimisme. Manajemen dinilai memiliki pemahaman mendalam terhadap kondisi perusahaan. Ketika mereka membeli saham, pasar melihatnya sebagai sinyal kepercayaan. Meski demikian tidak selalu berdampak langsung pada harga. Faktor eksternal juga memengaruhi pergerakan saham.

Dalam kasus Bank JTrust, pembelian dilakukan oleh beberapa direktur sekaligus. Hal ini memperkuat persepsi kesamaan pandangan. Namun perusahaan menegaskan tidak ada perubahan pengendalian. Artinya struktur kepemilikan tetap sama. Langkah ini murni keputusan investasi pribadi.

Investor biasanya mencermati perkembangan selanjutnya. Apakah aksi ini diikuti peningkatan kinerja. Atau hanya sekadar strategi investasi jangka panjang. Pergerakan saham ke depan akan menjadi indikator. Pasar akan merespons sesuai sentimen yang berkembang.

Secara keseluruhan, aksi borong saham oleh direksi Bank JTrust menjadi sorotan. Transaksi dilakukan secara serentak dengan nilai total puluhan juta rupiah. Meski tidak mengubah pengendalian, langkah ini menunjukkan kepercayaan manajemen. Pergerakan saham yang sempat menguat turut menarik perhatian. Investor kini menunggu perkembangan berikutnya dari kinerja perseroan.

Mazroh Atul Jannah

Mazroh Atul Jannah

indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Pertamina Kembangkan Sumur Manpatu Lepas Pantai Balikpapan Secara Bertahap

Pertamina Kembangkan Sumur Manpatu Lepas Pantai Balikpapan Secara Bertahap

Faktor Peningkatan Penumpang KAI Daop 1 Jakarta Selama Lebaran 2026

Faktor Peningkatan Penumpang KAI Daop 1 Jakarta Selama Lebaran 2026

KRL Green Line Padat Penumpang Saat Hari Pertama Kerja Usai Lebaran

KRL Green Line Padat Penumpang Saat Hari Pertama Kerja Usai Lebaran

Jadwal Bus DAMRI Jogja YIA Senin 30 Maret 2026 Tarif Dan Rute

Jadwal Bus DAMRI Jogja YIA Senin 30 Maret 2026 Tarif Dan Rute

Jadwal Lengkap KRL Solo Jogja Senin 30 Maret 2026 Terbaru Hari Ini

Jadwal Lengkap KRL Solo Jogja Senin 30 Maret 2026 Terbaru Hari Ini