Indonesia Didorong Belajar dari Vietnam untuk Dukung Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan Menuju 2029
- Rabu, 11 Maret 2026
JAKARTA - Indonesia kini diminta untuk lebih banyak belajar dari Vietnam guna mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Menteri PPN/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy, dalam kesempatan memberikan keynote speech di acara Perhimpunan Persahabatan Indonesia-Vietnam (IVFA) Ramadan Iftar, mengungkapkan bahwa pada era 1980-an, Indonesia adalah contoh bagi negara-negara Asia Tenggara, termasuk Vietnam, dalam hal urusan pangan dan sektor pertanian.
Namun, Rachmat menyampaikan bahwa kini Indonesia harus belajar dari Vietnam yang telah berhasil mengalami transformasi besar-besaran. Menurutnya, negara tersebut berhasil mengembangkan sektor manufaktur yang sangat kuat dan membangun industri ekspor yang sangat kompetitif.
Kemajuan Ekonomi Vietnam yang Patut Ditiru
Baca JugaHarga Minyak Dunia Terus Naik Terdorong Krisis Timur Tengah dan WTI Menguat Tajam
Dalam pidatonya, Rachmat mengapresiasi kemajuan pesat yang dicapai Vietnam, terutama dalam bidang otomotif dan sektor unggulan lainnya. Ia menilai bahwa pencapaian Vietnam dalam beberapa dekade terakhir merupakan hal yang luar biasa dan sangat menginspirasi Indonesia untuk terus berkembang.
Vietnam, yang dulunya bergantung pada sektor pertanian, kini telah berhasil melakukan transformasi besar dalam ekonomi mereka. Rachmat pun menegaskan bahwa Indonesia perlu mengadopsi beberapa strategi yang dilakukan oleh Vietnam untuk dapat tumbuh dengan cepat di kawasan Asia Tenggara.
Fase Baru dalam Hubungan Indonesia-Vietnam
Menurut Rachmat, kemajuan pesat Vietnam membawa kedua negara, yang telah menjalin hubungan baik selama bertahun-tahun, ke dalam fase kemitraan yang lebih strategis. Hal ini penting mengingat bahwa Indonesia dan Vietnam kini menjadi mesin pertumbuhan ekonomi di Asia Tenggara dan pilar bagi perkembangan kawasan Asia secara keseluruhan.
Kerja sama antara Indonesia dan Vietnam yang sebelumnya terbatas pada pertukaran tradisional kini harus berkembang menjadi kemitraan strategis yang lebih mendalam. Rachmat berpendapat bahwa kerja sama yang lebih erat antara kedua negara akan mempercepat transformasi ekonomi mereka masing-masing.
RPJMN 2029: Target Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
Rachmat kemudian mengungkapkan bahwa transformasi ekonomi Indonesia untuk mencapai pertumbuhan ekonomi 8% pada tahun 2029 tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN). Meskipun demikian, dia menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi tidak hanya sekadar angka.
Menurutnya, tujuan utama dari pertumbuhan ekonomi adalah untuk mengurangi kemiskinan, memperkuat kualitas sumber daya manusia, dan menciptakan peluang yang lebih besar bagi generasi mendatang. Indonesia, tambahnya, harus memastikan bahwa setiap langkah yang diambil untuk mendorong PDB tidak hanya berfokus pada angka semata, tetapi juga mencakup kualitas kehidupan yang lebih baik bagi masyarakat.
Empat Pilar Utama yang Didorong Pemerintah Indonesia
Dalam mencapai tujuan tersebut, Rachmat menjelaskan bahwa pemerintah Indonesia fokus pada empat pilar utama. Pilar pertama adalah infrastruktur sosial yang berfokus pada investasi dalam pengembangan sumber daya manusia, yang dianggap sebagai fondasi untuk pertumbuhan jangka panjang.
Pilar kedua adalah infrastruktur fisik, yang mencakup pembangunan konektivitas untuk mengurangi biaya logistik dan mendukung kelancaran distribusi barang dan jasa. Selain itu, infrastruktur ekonomi dan digital juga menjadi fokus penting dalam mendukung perkembangan ekonomi yang berkelanjutan.
Reformasi Birokrasi Sebagai Pilar Keempat untuk Pertumbuhan Ekonomi
Pilar keempat yang tidak kalah penting adalah reformasi birokrasi yang bertujuan untuk menciptakan sistem pemerintahan yang lebih efisien dan transparan. Rachmat menekankan bahwa reformasi ini akan membantu menciptakan iklim investasi yang lebih baik dan mendukung berbagai inisiatif pembangunan ekonomi.
Dengan keempat pilar ini, Rachmat berharap Indonesia dapat mencapai target pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dan sekaligus memperbaiki kualitas kehidupan masyarakat. Mencapai angka 8% PDB pada tahun 2029 bukan hanya tentang pencapaian angka, melainkan bagaimana hasil pertumbuhan tersebut dapat dirasakan secara langsung oleh rakyat.
Nathasya Zallianty
indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Petrindo Jaya Kreasi Capai Pendapatan Fantastis Tapi Laba Bersih Masih Turun
- Selasa, 31 Maret 2026
Pelni Dorong Efisiensi Logistik Dengan Diskon Tarif Kontainer Pascaleberan Lebaran
- Selasa, 31 Maret 2026
Jasa Raharja Tingkatkan Perlindungan Korban Kecelakaan Selama Arus Mudik Lebaran
- Selasa, 31 Maret 2026
Laba Bank Muamalat Meningkat Positif Berkat Konsolidasi Bisnis Selama 2025
- Selasa, 31 Maret 2026
Berita Lainnya
Prediksi Kenaikan Harga BBM Non Subsidi Mulai 1 April 2026 Dampak Konflik AS-Iran
- Selasa, 31 Maret 2026












