Danantara Siapkan Pendanaan Belasan Triliun untuk Proyek Hunian Subsidi Meikarta
- Selasa, 10 Maret 2026
JAKARTA - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) menyiapkan pendanaan besar untuk mempercepat pembangunan hunian di Meikarta, Cikarang Selatan. Total investasi yang digelontorkan diperkirakan mencapai belasan triliun rupiah untuk proyek rusun subsidi.
CEO Danantara Indonesia, Rosan P. Roeslani, menegaskan pihaknya akan memberikan dukungan penuh dari sisi permodalan. Langkah ini diambil karena melihat potensi pasar yang sangat besar pada sektor hunian subsidi.
"Peran Danantara pertama dari segi pembiayaan kita akan mensupport penuh karena proyek ini sangat baik dan demand-nya tinggi," ujar Rosan saat groundbreaking rusun subsidi Meikarta, Minggu, 8 Maret 2026. Ia menambahkan, dukungan pembiayaan menjadi fondasi utama kelancaran proyek.
Baca JugaHarga Minyak Dunia Terus Naik Terdorong Krisis Timur Tengah dan WTI Menguat Tajam
Detail Proyek dan Luas Lahan
Proyek rusun subsidi ini akan dibangun di atas lahan seluas 12,8 hektare. Rencananya, akan ada 18 tower dengan ketinggian masing-masing 32 lantai untuk memenuhi kebutuhan hunian masyarakat.
Besaran investasi yang dibutuhkan diperkirakan mencapai Rp14 triliun hingga Rp16 triliun. Angka ini mencakup seluruh pembangunan tower, fasilitas pendukung, dan infrastruktur di sekitar lokasi.
Rosan menyebut pembangunan ini akan melibatkan kolaborasi antara BUMN karya dan kontraktor swasta. Sinergi ini bertujuan mengoptimalkan proses konstruksi dan memastikan kualitas pembangunan sesuai standar.
Jumlah Unit dan Target Hunian
Proyek ini memanfaatkan tiga lahan dengan total luas mencapai 30 hektare. Pada lokasi pertama seluas 10 hektare, pemerintah akan mendirikan 18 tower setinggi 32 lantai.
Setiap tower dirancang memiliki sekitar 2.300 unit. Tahap awal akan menyediakan 47.000 unit, sementara target keseluruhan proyek mencapai 141.000 unit rusun subsidi.
Pembangunan akan dilanjutkan ke struktur atas (upper structure) mulai 17 Agustus 2026. Target serah terima kunci kepada penghuni ditetapkan pada 8 Agustus 2028, sesuai rencana yang telah diumumkan.
Kolaborasi BUMN dan Swasta untuk Optimalisasi Proyek
Rosan menekankan bahwa pendanaan penuh dari Danantara akan didukung implementasi di lapangan. Keterlibatan BUMN karya bersama kontraktor swasta diharapkan mempercepat pembangunan dan menjaga kualitas.
Kolaborasi ini juga memungkinkan transfer teknologi konstruksi serta efisiensi manajemen proyek. Sinergi antara sektor publik dan swasta menjadi kunci keberhasilan proyek hunian berskala besar seperti Meikarta.
Potensi Pasar dan Dampak Sosial
Proyek rusun subsidi ini dianggap memiliki potensi pasar yang sangat besar. Hunian ini ditargetkan untuk masyarakat berpenghasilan rendah dan menengah, sehingga dapat menjawab kebutuhan rumah layak huni.
Selain memenuhi kebutuhan hunian, proyek ini juga diyakini dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Kehadiran ribuan unit baru akan menciptakan lapangan kerja, meningkatkan aktivitas ekonomi, serta mendukung sektor konstruksi dan jasa terkait.
Dengan total investasi belasan triliun rupiah, Danantara berharap proyek ini menjadi salah satu model pengembangan hunian subsidi terbesar di Indonesia. Selain itu, proyek ini menegaskan peran BUMN dan swasta dalam kolaborasi strategis untuk sektor perumahan.
Pemerintah, melalui dukungan Danantara, menekankan bahwa penyediaan hunian layak menjadi prioritas nasional. Proyek Meikarta diharapkan menjadi contoh keberhasilan integrasi modal publik dan swasta dalam memenuhi kebutuhan masyarakat.
Nathasya Zallianty
indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Petrindo Jaya Kreasi Capai Pendapatan Fantastis Tapi Laba Bersih Masih Turun
- Selasa, 31 Maret 2026
Pelni Dorong Efisiensi Logistik Dengan Diskon Tarif Kontainer Pascaleberan Lebaran
- Selasa, 31 Maret 2026
Jasa Raharja Tingkatkan Perlindungan Korban Kecelakaan Selama Arus Mudik Lebaran
- Selasa, 31 Maret 2026
Laba Bank Muamalat Meningkat Positif Berkat Konsolidasi Bisnis Selama 2025
- Selasa, 31 Maret 2026
Berita Lainnya
Prediksi Kenaikan Harga BBM Non Subsidi Mulai 1 April 2026 Dampak Konflik AS-Iran
- Selasa, 31 Maret 2026












