Sinergi Perbankan Dorong Akselerasi Penyaluran Kredit di Bali Tahun 2025
- Rabu, 25 Februari 2026
JAKARTA - Penyaluran kredit perbankan di Provinsi Bali sepanjang tahun 2025 mengalami pertumbuhan positif sekaligus mencerminkan peran strategis sektor perbankan dalam menopang perekonomian daerah. Menurut data dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Bali, pertumbuhan realisasi kredit di Pulau Dewata itu mencapai angka yang menggembirakan, sekaligus turut mendukung geliat sektor usaha dan investasi dalam berbagai bidang.
Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Bali mencatat bahwa jumlah penyaluran kredit perbankan di wilayah itu mencapai Rp119,87 triliun selama 2025, mengalami kenaikan sebesar 6,73 persen dibanding tahun sebelumnya yang tercatat Rp112,31 triliun. Angka ini menunjukkan stabilitas fungsi intermediasi perbankan di tengah dinamika ekonomi regional dan nasional.
Pertumbuhan Kredit sebagai Katalis Ekonomi Bali
Baca JugaBSI Perluas Inklusi Keuangan Melalui Penambahan Jaringan Agen Hingga 127 Ribu Unit
Pergerakan kredit yang positif tersebut juga berkontribusi dalam penguatan ekonomi Bali. Pertumbuhan ekonomi Bali pada 2025 tercatat sebesar 5,82 persen, yang turut menempatkan perekonomian Pulau Dewata di jajaran lima besar nasional. Pertumbuhan ini menjadi indikator bahwa arus pembiayaan melalui perbankan berhasil menyentuh berbagai sektor produktif di daerah.
Kepala OJK Bali, Kristrianti Puji Rahayu, menegaskan bahwa stabilitas intermediasi perbankan menjadi pilar penting dalam meningkatkan kepercayaan pelaku usaha dan investor lokal. “Kinerja intermediasi perbankan di Bali tetap terjaga stabil,” ujar Kristrianti dalam paparannya di Denpasar, Bali, Selasa, 24 Februari 2026.
Kredit Investasi sebagai Motor Utama Pertumbuhan
Salah satu faktor utama yang mendorong peningkatan penyaluran kredit adalah naiknya kredit investasi. Kredit investasi mengalami pertumbuhan hingga 16,21 persen pada 2025. Peningkatan ini menandakan bahwa perbankan tidak hanya menyalurkan kredit konsumtif atau jangka pendek saja, tetapi juga terlibat aktif dalam pembiayaan untuk pengembangan usaha jangka panjang di Bali.
Menurut Kristrianti Puji Rahayu, pertumbuhan kredit investasi itu terutama ditopang oleh sektor penyediaan akomodasi, makanan dan minuman (yang berkaitan erat dengan kegiatan pariwisata), serta sektor real estat. “Tingginya pertumbuhan kredit investasi menggambarkan peran perbankan dalam pembiayaan untuk mendukung pertumbuhan jangka panjang di Bali,” jelasnya.
Diversifikasi Kredit: Konsumtif dan Modal Kerja
Selain kredit investasi, jenis kredit lainnya seperti kredit konsumtif dan kredit modal kerja juga menunjukkan tren pertumbuhan meskipun relatif lebih moderat. Kredit konsumtif pada 2025 tumbuh sebesar 4,69 persen. Sementara itu, kredit modal kerja tercatat tumbuh tipis, yaitu sebesar 0,09 persen secara tahunan.
Pertumbuhan kredit konsumtif mencerminkan permintaan masyarakat akan pembiayaan untuk kebutuhan konsumsi rumah tangga dan usaha kecil yang berkesinambungan. Sedangkan pertumbuhan kredit modal kerja yang cenderung stagnan memperlihatkan bahwa sebagian perbankan mungkin lebih fokus pada pembiayaan investasi jangka panjang dibanding kebutuhan modal kerja rutin.
Peran UMKM dan Distribusi Kredit Berdasarkan Debitur
Porsi terbesar kredit yang disalurkan di Bali masih diarahkan kepada sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), yang merupakan tulang punggung perekonomian daerah. Sebesar 51,11 persen dari total kredit disalurkan kepada pelaku UMKM, dengan pertumbuhan sekitar 3,91 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Hal ini menunjukkan bahwa perbankan tidak hanya berperan dalam pembiayaan usaha besar, tetapi juga dalam mendukung basis ekonomi yang lebih luas. UMKM di Bali mendapatkan akses kredit relatif lebih baik, memperkuat keterlibatan sektor formal dalam pertumbuhan usaha kecil.
Penghimpunan Dana Pihak Ketiga & Rasio Likuiditas
Di samping peningkatan penyaluran kredit, penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) oleh perbankan Bali juga menunjukkan tren positif. Pada 2025, DPK tumbuh sebesar 7,49 persen menjadi Rp203,97 triliun, meningkat dari Rp189,75 triliun pada 2024. Pertumbuhan tersebut terutama ditopang oleh kenaikan nominal tabungan sebanyak Rp7,50 triliun.
Rasio kredit terhadap simpanan atau Loan to Deposit Ratio (LDR) tercatat sebesar 58,60 persen, lebih rendah dibanding tahun sebelumnya yang mencapai 59,19 persen dan berada di bawah rentang ideal 78–92 persen. Meski demikian, OJK tetap menilai fungsi intermediasi perbankan Bali masih berjalan positif meskipun likuiditas relatif longgar.
Kualitas Kredit Tetap Terjaga
Aspek penting lain dari kinerja perbankan adalah kualitas aset kredit. Rasio kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) pada 2025 mencatatkan angka 2,44 persen, lebih rendah daripada posisi tahun sebelumnya sebesar 2,94 persen. Hal ini menunjukkan adanya penurunan kualitas kredit bermasalah dan manajemen risiko yang semakin terjaga dalam portofolio kredit perbankan Bali.
Penurunan NPL dapat memberikan sinyal positif kepada pelaku ekonomi, bahwa bank-bank di Bali mengelola risiko kredit dengan efektif dan relatif konservatif, menjaga stabilitas sektor jasa keuangan sekaligus memberikan kepercayaan kepada para pemberi dana dan peminjam.
Arah Pembiayaan yang Lebih Sehat
Secara keseluruhan, pertumbuhan kredit perbankan di Bali pada 2025 mencerminkan sinergi antara permintaan ekonomi dan kebijakan intermediasi yang dijalankan oleh perbankan serta OJK. Kenaikan penyaluran kredit terutama dalam bentuk investasi menjadi faktor yang memperkuat prospek pertumbuhan regional. Begitu juga penghimpunan dana masyarakat yang meningkat mampu mendukung keberlanjutan fungsi perbankan di masa mendatang.
Kinerja tersebut menunjukkan bahwa meskipun masih terdapat ruang perbaikan dalam rasio intermediasi seperti LDR, fundamental sektor perbankan di Bali berada dalam jalur yang sehat, dengan kualitas kredit yang baik dan distribusi pembiayaan yang menyentuh berbagai segmen usaha.
Fery
indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Mendagri Tito Karnavian Instruksikan Percepatan Validasi Data Korban Bencana di Sumatra
- Rabu, 25 Februari 2026
Strategi Pemerintah Perkuat Tata Kelola Sampah Berkelanjutan di 30 Wilayah Strategis
- Rabu, 25 Februari 2026
Pemerataan Akses Makan Bergizi Gratis Bagi Anak Disabilitas Demi Indonesia Emas
- Rabu, 25 Februari 2026
Menko Pangan Jamin Hasil Ternak Lokal Terserap Maksimal Program Makan Bergizi
- Rabu, 25 Februari 2026
BSI Perluas Inklusi Keuangan Melalui Penambahan Jaringan Agen Hingga 127 Ribu Unit
- Rabu, 25 Februari 2026
Berita Lainnya
Strategi Investasi BlackRock Mengatur Portofolio Saham Perbankan Besar BBRI Hingga BMRI
- Rabu, 25 Februari 2026
Purbaya Jamin Stabilitas Likuiditas Perbankan Melalui Perpanjangan Dana Rp200 Triliun
- Rabu, 25 Februari 2026












.jpg)