JAKARTA - Kondisi pasar pangan di tanah air kembali menunjukkan fluktuasi yang signifikan pada pertengahan pekan ini. Berdasarkan data terbaru dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional pada hari ini, Rabu, 25 Februari 2026, harga komoditas cabai rawit merah tercatat bertahan di level tinggi, yakni mencapai Rp83.550 per kg.
Angka ini merefleksikan tantangan berkelanjutan di sisi hulu, di mana faktor cuaca dan masa panen yang belum merata di sejumlah sentra produksi menjadi pemicu utama tipisnya pasokan ke pasar-pasar induk. Bagi konsumen rumah tangga dan pelaku usaha kuliner, kenaikan harga ini tentu menuntut penyesuaian anggaran belanja yang lebih cermat guna menjaga kestabilan finansial.
Tidak hanya cabai, komoditas protein hewani juga terpantau mengalami tren kenaikan yang patut diwaspadai menurut pantauan PIHPS. Harga telur ayam ras kini berada di angka Rp32.100 per kg, sebuah posisi yang dinilai cukup tinggi dibandingkan rata-rata harga normal tahunan.
Baca Juga
Pergerakan harga dua komoditas strategis ini menjadi indikator penting bagi pemerintah dan otoritas terkait dalam mengambil langkah intervensi guna menjaga daya beli masyarakat di tengah dinamika ekonomi awal tahun 2026.
Faktor Cuaca Dan Kendala Logistik Pemicu Tingginya Harga Cabai
Tingginya harga cabai rawit merah di angka Rp83.550 per kg bukanlah tanpa alasan. Sebagian besar wilayah produsen di Pulau Jawa dan Sulawesi melaporkan adanya kendala teknis akibat intensitas hujan yang tidak menentu. Kondisi ini membuat tanaman cabai lebih rentan terhadap serangan hama dan penyakit busuk akar, yang pada akhirnya menurunkan kualitas serta kuantitas hasil panen secara drastis. Ketika jumlah pasokan di pasar berkurang sementara permintaan masyarakat tetap tinggi, maka hukum pasar secara otomatis akan mengatrol harga ke titik yang lebih tinggi.
Selain masalah produksi, kendala logistik juga memegang peranan penting. Biaya distribusi antar-wilayah sering kali meningkat jika terjadi hambatan di jalur transportasi akibat cuaca buruk. Hal ini menyebabkan terjadinya disparitas harga yang cukup mencolok antara satu daerah dengan daerah lainnya.
emerintah melalui Satgas Pangan terus berupaya melakukan pemantauan agar rantai distribusi tidak terputus dan mencegah adanya penimbunan oleh oknum-oknum yang ingin mengambil keuntungan dari situasi kelangkaan komoditas "pedas" ini.
Dinamika Harga Telur Ayam Ras Dan Tantangan Di Tingkat Peternak
Di sisi lain, harga telur ayam ras yang menyentuh Rp32.100 per kg memberikan tekanan tersendiri bagi masyarakat. Telur merupakan sumber protein paling terjangkau, sehingga pergerakan harganya akan sangat dirasakan oleh lapisan masyarakat bawah.
Analisis dari para ahli pangan menunjukkan bahwa kenaikan ini masih berkaitan dengan fluktuasi harga jagung sebagai bahan utama pakan ternak. Meskipun stok secara nasional dilaporkan masih mencukupi, kenaikan biaya input produksi di tingkat hulu memaksa peternak untuk menaikkan harga jual di tingkat gerbang kandang demi menjaga kelangsungan operasional.
Selain faktor biaya pakan, siklus peremajaan ayam petelur (culling) di beberapa daerah juga turut memengaruhi ketersediaan stok di pasaran. Para pedagang di pasar tradisional melaporkan bahwa pasokan dari distributor sedikit melambat dalam beberapa hari terakhir.
Hal ini memicu kekhawatiran akan terjadinya tren kenaikan berlanjut jika tidak segera dilakukan stabilisasi pasokan. Masyarakat diharapkan tetap tenang dan tidak melakukan aksi borong (panic buying) agar tekanan terhadap harga tidak semakin bertambah parah.
Strategi Pemerintah Dalam Stabilisasi Harga Dan Pasokan Pangan
Menanggapi data PIHPS hari ini, pemerintah melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) terus melakukan koordinasi intensif dengan pemerintah daerah. Salah satu langkah yang ditempuh adalah melakukan optimalisasi Tol Laut dan angkutan logistik bersubsidi untuk mendistribusikan pasokan dari daerah surplus ke daerah yang mengalami defisit.
Selain itu, penyelenggaraan Gerakan Pangan Murah (GPM) atau pasar murah di titik-titik pemukiman padat penduduk diharapkan dapat menjadi bantalan sementara bagi masyarakat untuk mendapatkan cabai dan telur dengan harga di bawah pasar.
Kerja sama antardaerah (KAD) juga semakin diperkuat. Misalnya, daerah yang memiliki produksi cabai melimpah didorong untuk langsung memasok ke daerah dengan tingkat inflasi tinggi tanpa melalui rantai tengkulak yang terlalu panjang.
Langkah ini dinilai efektif untuk memangkas margin harga yang selama ini sering kali terbentuk karena banyaknya tangan perantara. Ke depan, penggunaan teknologi penyimpanan pangan seperti cold storage diharapkan dapat diperbanyak agar stok saat panen melimpah dapat disimpan lebih lama dan dikeluarkan saat terjadi kelangkaan.
Tips Bijak Bagi Konsumen Mengatur Belanja Pangan Saat Harga Naik
Menghadapi harga pangan yang sedang fluktuatif, konsumen perlu menerapkan strategi belanja yang cerdas. Salah satunya adalah dengan beralih sementara ke produk substitusi atau memanfaatkan produk olahan jika harga segar dirasa terlalu mahal.
Untuk cabai, penggunaan cabai kering atau sambal olahan bisa menjadi alternatif hemat. Sementara untuk telur, masyarakat bisa mengatur porsi konsumsi atau melakukan pembelian secara kolektif bersama tetangga untuk mendapatkan harga grosir yang biasanya sedikit lebih murah daripada harga eceran per kilogram.
Pemanfaatan pekarangan rumah untuk menanam cabai sendiri dalam pot juga menjadi solusi jangka panjang yang sangat dianjurkan. Selain menghemat pengeluaran, langkah ini memberikan kepastian ketersediaan pangan secara mandiri di tingkat rumah tangga.
Dengan tetap terinformasi melalui data PIHPS secara rutin, masyarakat dapat lebih siap dalam menghadapi perubahan harga dan melakukan perencanaan keuangan yang lebih matang. Mari kita dukung langkah-langkah stabilitas pangan nasional demi tercapainya ketahanan pangan yang kuat di seluruh pelosok Indonesia.
Regan
indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Mendagri Tito Karnavian Instruksikan Percepatan Validasi Data Korban Bencana di Sumatra
- Rabu, 25 Februari 2026
Strategi Pemerintah Perkuat Tata Kelola Sampah Berkelanjutan di 30 Wilayah Strategis
- Rabu, 25 Februari 2026
Pemerataan Akses Makan Bergizi Gratis Bagi Anak Disabilitas Demi Indonesia Emas
- Rabu, 25 Februari 2026
Menko Pangan Jamin Hasil Ternak Lokal Terserap Maksimal Program Makan Bergizi
- Rabu, 25 Februari 2026
BSI Perluas Inklusi Keuangan Melalui Penambahan Jaringan Agen Hingga 127 Ribu Unit
- Rabu, 25 Februari 2026
Berita Lainnya
Pengalaman Pengguna Mobil Listrik Mengungkap Pengeluaran Operasional Jauh Lebih Irit
- Rabu, 25 Februari 2026












