Rabu, 25 Februari 2026

Pengalaman Pengguna Mobil Listrik Mengungkap Pengeluaran Operasional Jauh Lebih Irit

Pengalaman Pengguna Mobil Listrik Mengungkap Pengeluaran Operasional Jauh Lebih Irit
Pengalaman Pengguna Mobil Listrik Mengungkap Pengeluaran Operasional Jauh Lebih Irit

JAKARTA - Banyak pengguna kendaraan listrik kini menyampaikan pengalaman nyata tentang selisih biaya operasional yang mencolok dibandingkan mobil berbahan bakar konvensional.

Cerita ini datang dari sejumlah pemilik yang merasakan langsung keuntungan ekonomis dari peralihan ke mobil listrik, terutama dalam pengeluaran sehari-hari seperti bahan bakar, tol, dan biaya perawatan rutin. Kesaksian tersebut memberikan gambaran praktis tentang alasan semakin banyak pengendara mempertimbangkan transisi ke kendaraan berbasis baterai.

Peralihan dari Mobil Konvensional ke Mobil Listrik

Baca Juga

Syarat KUR BRI 26 Aturan Suku Bunga Pinjaman Terbaru

Salah satu yang berbagi cerita adalah Nanda, seorang pria berusia 30 tahun, yang sejak beberapa waktu lalu memilih menggunakan mobil listrik dari merek Hyundai sebagai kendaraan kedua.

Sebelumnya, Nanda mengendarai mobil berbahan bakar dengan kapasitas mesin 1.500 cc yang dipakai untuk aktivitas harian seperti pergi bekerja dan kembali ke rumah. Namun tekanan biaya tinggi akibat sering terjebak kemacetan tol serta aturan ganjil-genap di dalam kota membuat pengeluaran bahan bakar menjadi beban tersendiri.

Setelah mempertimbangkan berbagai aspek, termasuk kekhawatiran awal tentang kemampuan dan daya tahan kendaraan listrik, ia akhirnya memutuskan untuk membeli unit bekas sebagai percobaan. Hanya dalam waktu sekitar satu bulan penggunaan, Nanda mulai melihat perubahan signifikan dalam pengeluaran hariannya.

Perbandingan Biaya Harian Bensin vs Listrik

Dalam pengakuannya, biaya dengan mobil bensin sebelumnya bisa mencapai Rp2 juta sampai Rp3 juta per bulan hanya untuk bensin dan biaya tol. Kini, setelah beralih ke mobil listrik dan mengisi ulang baterai di rumah, total biaya tersebut menurun drastis. Seluruh pengeluaran untuk tol dan listrik kini hanya berkisar antara sepertiga hingga setengah dari biaya yang biasa dikeluarkan saat menggunakan mobil bensin.

Nanda menjelaskan bahwa penghematan ini disebabkan oleh biaya listrik per kilowatt hour yang jauh lebih rendah jika dibandingkan dengan harga bensin per liter. Ia bahkan menekankan bahwa pengisian baterai di rumah jauh lebih efisien secara biaya, memberikan harga per kWh sekitar setengah dari tarif pengisian di Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).

Minimnya Biaya Perawatan

Selain biaya bahan bakar atau listrik yang lebih murah, manfaat lain yang dirasakan adalah pengurangan biaya perawatan. Nanda menyebutkan bahwa mobil listrik cenderung minim perawatan di bengkel. Komponen-komponen yang umumnya memerlukan servis seperti mesin pembakaran internal pada mobil bensin tidak ada pada kendaraan listrik, sehingga fokus perawatan kini hanya pada aspek seperti kaki-kaki, pencucian, dan detailing.

Ini sejalan dengan alasan banyak pemilik EV yang menyatakan bahwa struktur kendaraan listrik yang lebih sederhana secara mekanis berpotensi mengurangi frekuensi servis berbiaya tinggi. Komponen utama seperti motor listrik tidak memerlukan penggantian oli, busi, atau filter udara seperti mesin konvensional.

Strategi Pengisian Baterai dan Efisiensi Energi

Menurut penjelasan Nanda, untuk mendapatkan efisiensi biaya terbesar, pemasangan fasilitas pengisian baterai di rumah sangat dianjurkan. Harga listrik rumah tangga yang lebih rendah membuat biaya per km yang ditempuh menjadi jauh lebih hemat dibandingkan pengisian publik yang menerapkan tarif berbeda.

Perbandingan kasar yang digunakan dalam cerita tersebut menunjukkan bahwa mobil listrik dapat menempuh jarak 300–500 km ketika baterai penuh, dengan biaya listrik sekitar Rp1.400 per kWh untuk jarak 6 km hingga 9 km per kWh. Sementara mobil bensin dengan tangki penuh hanya mampu melaju 300–400 km dengan biaya per liter Pertamax sekitar Rp12.000, yang menghasilkan efisiensi per kilometer yang lebih rendah.

Pandangan Lebih Luas tentang Biaya Operasional Mobil Listrik

Pengalaman individual seperti yang dialami oleh Nanda juga tercermin dalam berbagai studi dan perhitungan lain tentang efisiensi biaya mobil listrik.

Laporan lain menunjukkan bahwa biaya operasional kendaraan listrik jauh lebih rendah dibandingkan kendaraan berbahan bakar fosil jika dihitung berdasarkan energi yang dibutuhkan per kilometer. Listrik yang digunakan sebagai sumber tenaga sering kali memiliki biaya per unit energi lebih murah daripada bensin atau diesel.

Namun, penting untuk dicatat bahwa keputusan beralih ke kendaraan listrik tidak hanya soal biaya operasional harian. Ada faktor lain seperti biaya awal pembelian yang cenderung lebih tinggi untuk mobil listrik dibandingkan mobil konvensional, serta kebutuhan infrastruktur seperti pemasangan charger rumah atau akses ke SPKLU.

Hemat Operasional Bukan Sekadar Teori

Cerita pengguna seperti Nanda memberikan gambaran nyata tentang bagaimana mobil listrik dapat secara signifikan mengurangi biaya operasional dibandingkan mobil berbahan bakar. Mulai dari biaya energi yang lebih murah, pengurangan biaya servis, hingga efisiensi penggunaan harian menunjukkan keuntungan ekonomi yang nyata.

Trends ini menjadi salah satu alasan mengapa adopsi kendaraan listrik semakin menarik bagi mereka yang ingin mengoptimalkan biaya transportasi sambil mendapatkan kenyamanan berkendara yang lebih modern.

Apabila Anda mempertimbangkan transisi ke kendaraan listrik, mengevaluasi seluruh aspek mulai dari biaya pembelian, potensi penghematan jangka panjang, sampai kebutuhan infrastruktur akan sangat membantu memahami apakah kendaraan listrik sesuai dengan kebutuhan Anda.

Fery

Fery

indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Strategi Baru BYD di Indonesia: Berhenti Impor Mobil dari China dan Geser Fokus ke Pabrik Lokal

Strategi Baru BYD di Indonesia: Berhenti Impor Mobil dari China dan Geser Fokus ke Pabrik Lokal

Menaker Pastikan Pemberian THR Pekerja Tetap Sesuai Regulasi H-7

Menaker Pastikan Pemberian THR Pekerja Tetap Sesuai Regulasi H-7

Menaker Pastikan Pengumuman Bonus Hari Raya Ojol Bersamaan THR

Menaker Pastikan Pengumuman Bonus Hari Raya Ojol Bersamaan THR

Menteri PU Pastikan Distribusi Air Bersih Cepat Huntara Aceh Tamiang

Menteri PU Pastikan Distribusi Air Bersih Cepat Huntara Aceh Tamiang

AHY Tegaskan Pentingnya Air Bersih untuk Ekspansi Data Center Indonesia 2026

AHY Tegaskan Pentingnya Air Bersih untuk Ekspansi Data Center Indonesia 2026