JAKARTA - Harga sembako di Jawa Timur (Jatim) pada Rabu, 25 Februari 2026, menunjukkan fluktuasi yang bervariasi.
Beberapa komoditas mengalami kenaikan, seperti gas elpiji, bawang merah, cabai besar, dan daging sapi, sementara komoditas lain justru turun, misalnya cabai rawit, cabai keriting, daging ayam kampung, dan daging ayam ras.
Pemantauan harga harian menjadi hal penting bagi masyarakat agar dapat mengatur belanja rumah tangga. Informasi harga sembako juga membantu pemerintah dan pelaku usaha memahami dinamika pasar, sehingga dapat mengambil langkah strategis untuk menjaga kestabilan harga dan ketersediaan bahan pokok.
Baca JugaKementerian ESDM Pastikan Suplai Batu Bara ke PLTU Tetap Aman Nasional
Selain itu, harga sembako yang stabil penting untuk mencegah lonjakan inflasi dan membatasi dampak terhadap daya beli masyarakat, terutama bagi keluarga yang mengandalkan sembako untuk kebutuhan sehari-hari.
Daftar Harga Sembako Terbaru di Jawa Timur
Sembako, atau sembilan bahan pokok, meliputi beras, gula pasir, minyak goreng, daging sapi, daging ayam, telur, susu, bawang merah dan bawang putih, serta gas elpiji dan garam. Selain itu, cabai menjadi komoditas tambahan yang juga mempengaruhi belanja dapur masyarakat.
Berdasarkan data Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok (Siskaperbapo), harga rata-rata sembako di Jawa Timur hari ini adalah sebagai berikut:
Beras premium: Rp 14.901/kg
Beras medium: Rp 12.985/kg
Gula kristal putih: Rp 16.665/kg
Minyak goreng curah: Rp 18.907/kg
Minyak goreng kemasan premium: Rp 20.560/liter
Daging sapi paha belakang: Rp 120.741/kg
Daging ayam ras: Rp 38.568/kg
Daging ayam kampung: Rp 69.088/kg
Telur ayam ras: Rp 29.757/kg
Telur ayam kampung: Rp 46.512/kg
Susu kental manis merek Bendera: Rp 12.389/370 gr
Susu kental manis Indomilk: Rp 12.412/370 gr
Bawang merah: Rp 37.584/kg
Bawang putih: Rp 31.547/kg
Cabai merah besar: Rp 32.198/kg
Cabai merah keriting: Rp 35.082/kg
Cabai rawit merah: Rp 87.541/kg
Gas elpiji 3 kg: Rp 19.883
Harga hari ini menunjukkan kenaikan bawang merah sebesar Rp 223 (0,60 persen), cabai besar naik Rp 325 (1,02 persen), dan gas elpiji naik Rp 137 (0,69 persen).
Sebaliknya, cabai rawit turun Rp 1.572 (1,76 persen), cabai keriting turun Rp 181 (0,51 persen), daging ayam kampung turun Rp 1.059 (1,51 persen), dan daging ayam ras turun Rp 281 (0,72 persen).
Faktor-Faktor Penyebab Fluktuasi Harga
Harga sembako dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik dari sisi produksi maupun distribusi. Salah satu penyebab utama kenaikan harga adalah meningkatnya permintaan sementara pasokan tetap atau berkurang. Sebaliknya, ketika pasokan lebih banyak daripada permintaan, harga cenderung turun.
Faktor cuaca juga menjadi penentu penting. Cuaca ekstrem, banjir, atau kekeringan dapat memengaruhi produksi pertanian dan mengurangi pasokan, sehingga mendorong kenaikan harga.
Selain itu, kebijakan pemerintah, seperti subsidi, pembatasan impor, atau perubahan pajak, turut mempengaruhi harga sembako. Kenaikan biaya produksi, pupuk, bahan bakar, dan upah pekerja juga berkontribusi terhadap naiknya harga.
Fluktuasi nilai tukar mata uang, terutama untuk komoditas impor, dapat memengaruhi harga pokok. Depresiasi mata uang lokal membuat barang impor menjadi lebih mahal dan berdampak pada harga jual di pasaran.
Dampak Perubahan Harga Sembako bagi Masyarakat
Perubahan harga sembako yang cepat dapat berdampak langsung pada pengeluaran rumah tangga. Kenaikan harga bawang merah dan cabai besar misalnya, akan membuat biaya belanja dapur meningkat, terutama bagi keluarga yang sering menggunakan komoditas ini sebagai bahan utama masakan.
Sementara penurunan harga daging ayam dan cabai rawit memberikan sedikit keringanan bagi masyarakat, terutama yang memiliki konsumsi rutin. Pemantauan harga harian memungkinkan masyarakat menyesuaikan pola belanja dan memanfaatkan harga yang relatif lebih murah.
Selain itu, kestabilan harga sembako menjadi penting untuk menjaga inflasi tetap rendah. Harga yang stabil juga mempermudah perencanaan pemerintah dan pedagang dalam distribusi bahan pokok ke seluruh wilayah Jawa Timur.
Pentingnya Pemantauan Harga dan Kebijakan Stabilitas
Mengawasi harga sembako setiap hari bukan hanya tugas pemerintah, tetapi juga menjadi tanggung jawab masyarakat untuk memilih waktu belanja dan menyesuaikan kebutuhan. Sistem informasi seperti Siskaperbapo membantu publik mendapatkan data akurat tentang harga rata-rata di pasaran.
Kebijakan yang tepat untuk menjaga stabilitas harga diperlukan, termasuk subsidi, regulasi distribusi, dan pengawasan rantai pasok. Masalah logistik seperti keterlambatan pengiriman, kemacetan, atau pemogokan dapat menyebabkan fluktuasi harga, sehingga pengawasan menjadi sangat penting.
Dengan informasi harga harian, masyarakat dapat lebih bijak dalam mengatur anggaran belanja dan menjaga kestabilan pengeluaran rumah tangga di tengah kondisi pasar yang dinamis.
Sindi
indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Panduan Lengkap Mengajukan KUR BCA 2026 Agar UMKM Bisa Dapat Pinjaman Rp100 Juta
- Rabu, 25 Februari 2026
Cara Mudah Mengakses KUR Mandiri 2026 untuk UMKM Dengan Plafon Hingga Rp500 Juta
- Rabu, 25 Februari 2026
Rupiah Melemah ke Rp16.848 per Dolar AS, Investor dan UMKM Harus Segera Antisipasi
- Rabu, 25 Februari 2026
Berita Lainnya
Pemerintah HSS Tegaskan Infrastruktur dan SDM Kunci Dorong Percepatan Pembangunan Daerah
- Rabu, 25 Februari 2026
DPRD Kalteng: Infrastruktur dan Program KHBS Berbuah Dampak Nyata bagi Masyarakat
- Rabu, 25 Februari 2026
Terpopuler
1.
2.
Jadwal KA Bandara YIA Xpress Rabu 25 Februari 2026 Terbaru Hari Ini
- 25 Februari 2026
3.
Jadwal Keberangkatan KSPN Malioboro Rabu 25 Februari 2026 Resmi
- 25 Februari 2026












