Jumlah Jemaah Haji Indonesia 221 Ribu Umrah 2,6 Juta Tahun Ini
- Rabu, 25 Februari 2026
JAKARTA - Hubungan Indonesia dan Arab Saudi kembali menjadi sorotan seiring meningkatnya jumlah jemaah haji dan umrah asal Tanah Air.
Data terbaru menunjukkan antusiasme masyarakat Indonesia untuk beribadah ke Tanah Suci tetap tinggi. Angka keberangkatan tahun ini bahkan mencapai jutaan orang untuk umrah.
Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, dalam sebuah agenda resmi. Ia memaparkan jumlah jemaah haji dan umrah Indonesia saat menghadiri acara buka puasa bersama Kedutaan Besar Arab Saudi. Kegiatan itu berlangsung di Hotel St Regis Jakarta, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa.
Baca JugaKementerian ESDM Pastikan Suplai Batu Bara ke PLTU Tetap Aman Nasional
Jumlah Jemaah Umrah Capai 2,6 Juta Orang
Dalam kesempatan tersebut, Dahnil mengungkapkan bahwa lonjakan jemaah umrah menjadi perhatian penting kedua negara. Ia menyebut angka 2,6 juta warga Indonesia telah melaksanakan ibadah umrah tahun ini. Jumlah tersebut diperkirakan masih berpotensi meningkat.
"Tahun ini saja jamaah umrah 2,6 juta yang ke Saudi Arabia dan kemungkinan akan terus naik," kata Dahnil. Pernyataan itu menegaskan besarnya minat masyarakat Indonesia untuk berkunjung ke Tanah Suci di luar musim haji.
Angka tersebut sekaligus menunjukkan posisi Indonesia sebagai salah satu penyumbang jemaah umrah terbesar. Dengan populasi muslim yang besar, tren peningkatan umrah menjadi fenomena yang konsisten dari tahun ke tahun. Hal ini juga berdampak pada kerja sama layanan antara kedua negara.
Kuota Haji Indonesia Sebanyak 221 Ribu Jemaah
Selain umrah, Dahnil juga memaparkan jumlah jemaah haji Indonesia pada musim haji tahun ini. Ia menyebutkan bahwa sebanyak 221 ribu masyarakat Indonesia akan menunaikan ibadah haji. Angka tersebut sesuai dengan kuota yang telah ditetapkan.
"Tahun ini jamaah haji kita 221 ribu. Tentu kami berkepentingan jalin hubungan yang sgt kuat dengan pemerintah Saudi Arabia," ujar Dahnil. Penegasan ini menyoroti pentingnya koordinasi antara Indonesia dan pemerintah Arab Saudi.
Jumlah 221 ribu jemaah haji menjadi angka strategis yang membutuhkan persiapan matang. Penyelenggaraan ibadah haji melibatkan berbagai aspek, mulai dari akomodasi hingga layanan di Tanah Suci. Karena itu, hubungan bilateral menjadi faktor krusial.
Dengan tingginya jumlah jemaah, pemerintah Indonesia berkepentingan memastikan pelayanan berjalan optimal. Komunikasi intensif dilakukan untuk menjamin kebutuhan jemaah terpenuhi selama berada di Arab Saudi.
Hubungan Strategis Indonesia dan Arab Saudi
Dahnil menekankan bahwa hubungan Indonesia dan Arab Saudi harus terus diperkuat. Menurutnya, peningkatan jumlah jemaah haji dan umrah membuat kerja sama kedua negara semakin penting. Kebutuhan layanan jemaah menjadi prioritas utama.
Ia pun berharap, warga Saudi Arabia juga mengalami peningkatan untuk melakukan kunjungan ke Indonesia. "Pun demikian kami berharap ke depan kunjungan masyarakat Saudi Arabia ke Indonesia juga meningkat seiring jamaah haji dan umrah kita yang terus meningkat," ucapnya.
Harapan tersebut mencerminkan hubungan timbal balik yang ingin dibangun kedua negara. Tidak hanya soal ibadah, tetapi juga kerja sama di bidang lain yang mendukung hubungan bilateral. Kunjungan antarwarga diharapkan semakin mempererat ikatan.
Dahnil juga menyebut bahwa, Kerajaan Arab Saudi adalah mitra yang strategis Indonesia. Posisi ini membuat komunikasi kedua negara tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga strategis dalam jangka panjang.
Kemitraan Dua Negara dalam Pengelolaan Haji dan Umrah
Menurut Dahnil, menjaga hubungan Indonesia dan Arab Saudi menjadi hal yang sangat penting. Bahkan ia mengibaratkan upaya tersebut seperti kewajiban yang mendasar. Hal ini mengingat peran besar kedua negara dalam penyelenggaraan haji dan umrah.
"Tambah lagi kementerian haji dan umrah didunia dan akhirat ini hanya ada dua yaitu di Saudi Arabia dan juga Indonesia. Di dunia itu hanya ada dua itu maka kami punya kemitraan strategis punya komunikasi uyang intens untuk terkait kebutuhan jemaah haji dan umrah kita di Saudi Arabia," tutur Dahnil.
Pernyataan tersebut menegaskan posisi Indonesia sebagai salah satu negara yang memiliki perhatian khusus terhadap pengelolaan haji dan umrah. Koordinasi yang intens menjadi bagian penting dalam memastikan pelayanan berjalan lancar.
Dengan jumlah 221 ribu jemaah haji dan 2,6 juta jemaah umrah tahun ini, Indonesia memiliki kepentingan besar dalam menjaga hubungan bilateral. Angka tersebut bukan hanya statistik, tetapi juga mencerminkan besarnya tanggung jawab pemerintah dalam memastikan kualitas layanan ibadah bagi warganya.
Mazroh Atul Jannah
indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Gojek Hadirkan Solusi Lengkap Untuk Silaturahmi Masyarakat Selama Ramadan
- Rabu, 25 Februari 2026
Menko Pangan Tegaskan Indonesia Tidak Akan Melakukan Impor Beras Dari AS
- Rabu, 25 Februari 2026
Berita Lainnya
Pemerintah HSS Tegaskan Infrastruktur dan SDM Kunci Dorong Percepatan Pembangunan Daerah
- Rabu, 25 Februari 2026
DPRD Kalteng: Infrastruktur dan Program KHBS Berbuah Dampak Nyata bagi Masyarakat
- Rabu, 25 Februari 2026
Terpopuler
1.
ORI029 Terjual Rp14,44 Triliun, Wiraswasta Jadi Investor Utama
- 25 Februari 2026
2.
Penyaluran Kredit Bank OJK Malang Tembus Rp110 Triliun 2025
- 25 Februari 2026
3.
Purbaya Tunjuk Suminto Resmi Jadi Plt Dirjen SPSK Gantikan Masyita
- 25 Februari 2026
4.
Albertus Wiroyo Resmi Jadi Ketua AAJI Perkuat Tata Kelola
- 25 Februari 2026
5.
BI Luncurkan PIDI Dorong Talenta Digital Generasi Muda
- 25 Februari 2026













