Kemdiktisaintek : Aktivitas Kampus Sumatera Kembali Normal Pascabencana Akhir Tahun 2025
- Rabu, 25 Februari 2026
JAKARTA - Pemulihan sektor pendidikan tinggi di Sumatera menunjukkan perkembangan positif setelah bencana yang terjadi pada akhir 2025 lalu.
Pemerintah memastikan proses belajar mengajar di berbagai kampus telah kembali berjalan sebagaimana mestinya. Kepastian ini menjadi kabar penting bagi mahasiswa dan sivitas akademika di wilayah terdampak.
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menegaskan bahwa aktivitas pendidikan tinggi di wilayah terdampak bencana Sumatera kini kembali normal. Pernyataan ini disampaikan sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam menjaga keberlanjutan layanan pendidikan di tengah situasi darurat.
Baca JugaKementerian ESDM Pastikan Suplai Batu Bara ke PLTU Tetap Aman Nasional
Aktivitas Pendidikan Tinggi Berjalan Normal
Direktur Jenderal Sains dan Teknologi Kemdiktisaintek, Ahmad Najib Burhani, melalui keterangan di Jakarta, Rabu, menyebut secara umum aktivitas pendidikan tinggi di wilayah terdampak banjir bisa berjalan normal karena sebagian besar kampus tidak berada di kawasan terdampak langsung.
Ia menjelaskan bahwa lokasi kampus yang relatif aman dari titik bencana memungkinkan proses akademik tetap berlangsung. Meski demikian, perhatian tetap diberikan kepada civitas akademika yang terdampak secara langsung maupun tidak langsung.
Ia juga memastikan pihaknya tetap memberikan perhatian serius terhadap mahasiswa dan keluarga yang terdampak, khususnya dalam aspek pembiayaan dan keberlanjutan studi. Langkah ini dilakukan agar tidak ada mahasiswa yang terhambat pendidikannya akibat bencana.
"Kami memastikan perguruan tinggi tidak hanya hadir pada tahap tanggap darurat, tetapi juga dalam fase pemulihan dan pencegahan," kata Najib. Pernyataan tersebut menegaskan peran strategis kampus dalam siklus penanggulangan bencana.
Koordinasi Puluhan Perguruan Tinggi di Tiga Provinsi
Dirjen Saintek mengatakan pihaknya telah mengoordinasikan puluhan perguruan tinggi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, untuk terlibat dalam penanganan darurat, pembukaan posko layanan, hingga penguatan program riset kebencanaan sebagai bagian dari upaya pemulihan dan mitigasi jangka panjang.
Kolaborasi ini menunjukkan bahwa perguruan tinggi tidak hanya berfungsi sebagai lembaga pendidikan, tetapi juga sebagai pusat respons sosial. Keterlibatan kampus dalam riset kebencanaan menjadi bagian penting dalam membangun sistem mitigasi yang lebih baik.
Hingga akhir Desember, lanjut dia, Kemdiktisaintek mendirikan 28 kampus posko di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara, yang dikoordinasikan oleh Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi XII (Aceh), Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi I (Sumatera Utara), dan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi X (Sumatera Barat dan Jambi).
Keberadaan posko tersebut menjadi pusat layanan bantuan sekaligus koordinasi informasi. Posko kampus membantu memastikan distribusi bantuan dan dukungan akademik berjalan terorganisasi.
Ribuan Tenaga Dikerahkan untuk Pemulihan
Adapun jumlah perguruan tinggi yang mendukung kegiatan ini adalah 61 perguruan tinggi dan terdapat 68 pusat layanan di lapangan, termasuk yang terkait layanan psikososial dan pendidikan darurat. Kemdiktisaintek juga telah mengirimkan 2.260 dokter, 1.267 tenaga kesehatan, dan 219 relawan.
Data tersebut menunjukkan skala keterlibatan sumber daya manusia dari kalangan akademik dan profesional. Tenaga medis dan relawan diterjunkan untuk membantu masyarakat terdampak secara langsung.
Selain bantuan kesehatan, layanan psikososial menjadi perhatian penting. Pendekatan ini dinilai krusial untuk memulihkan kondisi mental mahasiswa dan masyarakat yang terdampak bencana.
"Dukungan pembiayaan bagi mahasiswa terdampak serta penguatan riset mitigasi bencana menjadi langkah berkelanjutan agar sistem pendidikan tinggi semakin tangguh menghadapi situasi serupa di masa mendatang," ujar Ahmad Najib Burhani.
DPR Soroti Dampak Lintas Sektor Akibat Banjir
Senada dengan Najib, Anggota Komisi X DPR RI, Sofyan Tan, menegaskan banjir yang terjadi di Sumatera Utara telah menimbulkan dampak luas terhadap masyarakat dan mengganggu keberlangsungan layanan publik strategis lintas sektor.
Menurutnya, dampak bencana tidak hanya terbatas pada kegiatan belajar mengajar. Layanan publik lain juga mengalami gangguan yang memerlukan perhatian serius dari pemerintah pusat dan daerah.
"Dampak banjir ini tidak hanya dirasakan pada sektor pendidikan, baik pendidikan dasar, menengah, maupun pendidikan tinggi, tetapi juga pada layanan perpustakaan, pemajuan dan pelestarian kebudayaan, pembinaan pemuda dan olahraga, serta kualitas data statistik kebencanaan. Karena itu, kami ingin memastikan koordinasi pusat dan daerah berjalan efektif serta masukan dari daerah dapat menjadi dasar penguatan kebijakan nasional," ucap Sofyan Tan.
Pernyataan tersebut menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah. Evaluasi berbasis pengalaman lapangan diharapkan mampu memperkuat kebijakan nasional dalam menghadapi potensi bencana di masa depan.
Dengan berbagai langkah yang telah dilakukan, pemerintah memastikan aktivitas kampus di Sumatera kembali berjalan normal. Upaya pemulihan ini sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat ketahanan sistem pendidikan tinggi dalam menghadapi situasi darurat serupa.
Mazroh Atul Jannah
indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Gojek Hadirkan Solusi Lengkap Untuk Silaturahmi Masyarakat Selama Ramadan
- Rabu, 25 Februari 2026
Menko Pangan Tegaskan Indonesia Tidak Akan Melakukan Impor Beras Dari AS
- Rabu, 25 Februari 2026
Berita Lainnya
Pemerintah HSS Tegaskan Infrastruktur dan SDM Kunci Dorong Percepatan Pembangunan Daerah
- Rabu, 25 Februari 2026
DPRD Kalteng: Infrastruktur dan Program KHBS Berbuah Dampak Nyata bagi Masyarakat
- Rabu, 25 Februari 2026
Terpopuler
1.
ORI029 Terjual Rp14,44 Triliun, Wiraswasta Jadi Investor Utama
- 25 Februari 2026
2.
Penyaluran Kredit Bank OJK Malang Tembus Rp110 Triliun 2025
- 25 Februari 2026
3.
Purbaya Tunjuk Suminto Resmi Jadi Plt Dirjen SPSK Gantikan Masyita
- 25 Februari 2026
4.
Albertus Wiroyo Resmi Jadi Ketua AAJI Perkuat Tata Kelola
- 25 Februari 2026
5.
BI Luncurkan PIDI Dorong Talenta Digital Generasi Muda
- 25 Februari 2026













