Rabu, 25 Februari 2026

Pertamina Geothermal Energy Ekspansi Pasar Internasional dengan Teknologi

Pertamina Geothermal Energy Ekspansi Pasar Internasional dengan Teknologi
Pertamina Geothermal Energy Ekspansi Pasar Internasional dengan Teknologi

JAKARTA - PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) terus memperluas jangkauan internasionalnya dengan menggandeng Energy Development Corporation (EDC) di Filipina. 

Dalam rencana ambisiusnya, PGE menargetkan pemasangan perdana teknologi inovatif Flow2Max di lapangan panas bumi Leyte pada Juni 2026. 

Teknologi ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap efisiensi operasional serta pengelolaan sumber daya panas bumi secara berkelanjutan di Filipina. Langkah strategis ini juga menjadi bagian dari misi besar PGE untuk mengkomersialkan teknologi panas bumi Indonesia ke pasar global.

Baca Juga

Puncak Arus Mudik Lebaran 2026 Diprediksi 18 Maret, Fokus ke Jawa Tengah

Mengembangkan Inovasi Teknologi Panas Bumi untuk Pasar Internasional

Langkah PGE untuk mengarah ke pasar internasional dimulai dengan kunjungan ke lapangan panas bumi Leyte yang terletak di Filipina pada 12 Februari 2026. Leyte sendiri dikenal sebagai lapangan wet steam terbesar di dunia, dengan potensi yang sangat besar untuk menghasilkan energi terbarukan dari panas bumi. 

Kunjungan ini adalah bagian dari roadshow global yang bertujuan untuk mengimplementasikan teknologi Flow2Max yang telah dikembangkan PGE. Teknologi tersebut dirancang untuk meningkatkan efisiensi produksi panas bumi melalui pemantauan aliran fluida secara real-time.

Melalui kerjasama ini, PGE bersama dengan PT Sigma Cipta Utama (SCU), anak perusahaan PT Elnusa Tbk, menggali peluang implementasi Flow2Max di EDC. Pembahasan mencakup aspek teknis lapangan, pengukuran, serta negosiasi harga untuk pengadaan dan pengiriman perangkat teknologi. Proses ini diharapkan dapat memulai produksi dan instalasi pada pertengahan tahun 2026.

Flow2Max: Teknologi Inovatif untuk Optimalkan Kinerja Sumur Panas Bumi

Flow2Max, yang menjadi unggulan dalam ekspansi PGE, merupakan teknologi dua fase (two-phase flow meter) yang memungkinkan operator untuk memantau aliran fluida secara langsung dan real-time.

 Teknologi ini memberikan kemudahan bagi pengelola untuk mengevaluasi kinerja sumur produksi panas bumi serta memprediksi potensi produktivitas dengan lebih akurat. Selain itu, teknologi ini juga berguna untuk mendeteksi dini adanya gangguan teknis yang bisa menghambat produksi, sehingga mencegah kerugian operasional.

Teknologi Flow2Max sendiri berakar dari riset doktoral Mohamad Husni Mubarok di University of Auckland dan dikembangkan bersama mitra teknologi Ecolab International Indonesia. 

Dengan keunggulan dalam ketepatan pengukuran serta kemampuannya untuk bekerja secara optimal di lapangan panas bumi seperti Leyte, Flow2Max diharapkan bisa memberikan nilai tambah yang besar dalam operasional panas bumi global.

Erlindo Angcoy Jr, Head of Geothermal Technology and Innovation di EDC, mengungkapkan harapannya terhadap teknologi Flow2Max. Menurutnya, penerapan teknologi ini sangat selaras dengan karakteristik lapangan Leyte dan kebutuhan operasional EDC. 

“Kami harap penerapan teknologi Flow2Max dapat mendukung optimalisasi operasional, meningkatkan efisiensi produksi, serta memperkuat pengelolaan reservoir EDC secara berkelanjutan,” jelas Erlindo.

Komitmen PGE untuk Menjadi Pemimpin Global dalam Energi Panas Bumi

PGE menunjukkan komitmennya untuk menjadi pemimpin global dalam sektor energi panas bumi. Jati Permana Kurniawan, Manager Ops Asset Management & Optimization PGE, mengungkapkan bahwa kerjasama dengan EDC merupakan langkah besar dalam mengembangkan sektor panas bumi, baik di Indonesia maupun secara internasional. 

“Kami berkomitmen untuk memperkuat kolaborasi ini, tidak hanya dalam implementasi teknologi, tetapi juga melalui pertukaran pengetahuan dan peningkatan kapasitas teknis untuk kemajuan sektor panas bumi global,” ujar Jati.

Ke depan, PGE berencana untuk terus berinovasi dan mengembangkan teknologi panas bumi, serta memanfaatkan pengalaman dan kapabilitas yang dimilikinya untuk mengoptimalkan potensi panas bumi Indonesia di pasar internasional. Ini adalah langkah penting menuju visi jangka panjang PGE untuk menjadi world leading geothermal producer sekaligus geothermal center of excellence di dunia.

PGE dan Peranannya dalam Energi Terbarukan Nasional

Di tingkat nasional, PGE sudah memiliki peran besar dalam pengelolaan energi terbarukan, khususnya panas bumi. Saat ini, PGE mengelola 15 Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) dengan kapasitas terpasang total mencapai 1.932 MW. 

Dari kapasitas tersebut, 727 MW dioperasikan secara langsung oleh PGE, sementara 1.205 MW lainnya dikelola melalui skema Kontrak Operasi Bersama. Dengan kontribusi sekitar 70% terhadap total kapasitas terpasang panas bumi di Indonesia, PGE turut mendukung pengurangan emisi karbon sebanyak sekitar 10 juta ton CO? per tahun.

Inovasi yang dibawa PGE ke pasar internasional tidak hanya bermanfaat bagi pengembangan energi terbarukan global, tetapi juga dapat berkontribusi pada pengurangan ketergantungan terhadap energi fosil, yang sejalan dengan tujuan Indonesia untuk meningkatkan bauran energi terbarukan di masa depan.

Langkah Strategis PGE di Pasar Internasional

Ekspansi teknologi Flow2Max ke Filipina merupakan awal dari upaya PGE untuk membawa inovasi panas bumi Indonesia ke kancah global. Selain itu, langkah ini membuka peluang baru bagi Indonesia untuk memimpin dalam produksi energi terbarukan berbasis panas bumi. 

Seiring dengan berkembangnya kesadaran global akan pentingnya energi terbarukan, PGE berada di jalur yang tepat untuk berkontribusi pada sektor energi bersih di dunia.

Dengan potensi pasar internasional yang semakin berkembang, PGE berencana untuk terus meningkatkan kualitas teknologinya dan memperluas kerjasama dengan perusahaan-perusahaan global, termasuk di Filipina, yang merupakan salah satu negara dengan potensi panas bumi terbesar di dunia.

 Langkah ini tidak hanya menguntungkan bagi PGE, tetapi juga bagi pengembangan energi terbarukan global yang lebih berkelanjutan.

Celo

Celo

indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Perjanjian Dagang Indonesia AS Disorot Industri Tolak Impor Pakaian Bekas

Perjanjian Dagang Indonesia AS Disorot Industri Tolak Impor Pakaian Bekas

Harga Minyak Turun Satu Persen Timah Melesat 5% Global

Harga Minyak Turun Satu Persen Timah Melesat 5% Global

Harga Minyak Hari Ini Turun Dari Level Tertinggi Tujuh Bulan

Harga Minyak Hari Ini Turun Dari Level Tertinggi Tujuh Bulan

Pemanfaatan PLTS Atap Kian Strategis Percepat Target Transisi Energi Nasional

Pemanfaatan PLTS Atap Kian Strategis Percepat Target Transisi Energi Nasional

Investasi Transisi Energi Global 2025 Capai Rp38.713 Triliun, Transportasi Listrik Dominan

Investasi Transisi Energi Global 2025 Capai Rp38.713 Triliun, Transportasi Listrik Dominan