JAKARTA - Pada tanggal 25 Februari 2026, harga bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia menunjukkan tren yang stabil, meskipun memasuki periode Ramadan yang biasanya meningkatkan mobilitas masyarakat.
Beberapa perusahaan SPBU seperti Pertamina, Shell, BP, dan Vivo melakukan penyesuaian harga, namun secara umum harga BBM masih terjangkau. Aktivitas masyarakat pun masih berjalan normal, dengan persiapan mudik dan kebutuhan mobilitas harian yang meningkat menjelang bulan puasa.
Distribusi BBM di SPBU Pertamina Terjaga Lancar
Baca JugaPuncak Arus Mudik Lebaran 2026 Diprediksi 18 Maret, Fokus ke Jawa Tengah
Di seluruh jaringan SPBU Pertamina, distribusi BBM berjalan lancar tanpa adanya kendala besar. Semua jenis BBM, baik yang bersubsidi maupun non-subsidi, tersedia dengan harga yang relatif stabil.
Untuk masyarakat yang menggunakan BBM bersubsidi seperti Pertalite dan Biosolar, harga tetap terjangkau, sementara untuk pengguna BBM non-subsidi, produk seperti Pertamax dan Pertamina Dex juga tersedia sesuai dengan harga yang telah ditetapkan.
Untuk menjaga kestabilan pasokan energi dan menyesuaikan dengan kebutuhan masyarakat, Pertamina juga memastikan bahwa penyesuaian harga BBM berlaku di seluruh wilayah Indonesia. Penyesuaian ini dilakukan dengan memperhatikan faktor-faktor seperti biaya distribusi dan daya beli masyarakat di tiap daerah. Berikut adalah beberapa harga BBM yang berlaku di berbagai wilayah Indonesia per 25 Februari 2026:
Sumatera & Sekitarnya:
Pertalite: Rp10.000 per liter
Pertamax: Rp12.100 per liter
Pertamax Turbo: Rp13.000 per liter
Biosolar: Rp6.800 per liter
Jawa & Bali:
Pertalite: Rp10.000 per liter
Pertamax: Rp11.800 per liter
Pertamax Turbo: Rp12.700 per liter
Pertamax Green 95: Rp12.450 per liter
Kalimantan:
Pertalite: Rp10.000 per liter
Pertamax: Rp12.100 per liter
Pertamax Turbo: Rp13.000 per liter
Biosolar: Rp6.800 per liter
Sulawesi & Maluku:
Pertalite: Rp10.000 per liter
Pertamax: Rp12.100 per liter
Pertamax Turbo: Rp13.000 per liter
Dexlite: Rp13.550 per liter
Penyesuaian Harga BBM Menanggapi Pergerakan Pasar Energi
Harga BBM yang berlaku saat ini mencerminkan respons industri energi terhadap pergerakan harga energi global dan kebijakan pemerintah yang terus berkembang. Penurunan harga yang dilakukan oleh berbagai penyedia SPBU bertujuan untuk menjaga keseimbangan antara kelangsungan industri energi dalam negeri dan kemampuan daya beli masyarakat.
Meskipun harga BBM global cenderung berfluktuasi, penyesuaian yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan tersebut menunjukkan upaya untuk tetap menjaga stabilitas energi di tanah air.
Celo
indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Menko Pangan Pastikan Telur dan Daging Ayam Terserap Program MBG 2026
- Rabu, 25 Februari 2026
Berita Lainnya
Perjanjian Dagang Indonesia AS Disorot Industri Tolak Impor Pakaian Bekas
- Rabu, 25 Februari 2026
Pemanfaatan PLTS Atap Kian Strategis Percepat Target Transisi Energi Nasional
- Rabu, 25 Februari 2026
Investasi Transisi Energi Global 2025 Capai Rp38.713 Triliun, Transportasi Listrik Dominan
- Rabu, 25 Februari 2026
Terpopuler
1.
2.
3.
4.
5.
BYD Kembangkan Teknologi Mobil Listrik Agar Relevan Digunakan Harian
- 25 Februari 2026













