Proyek Tol Gilimanuk-Mengwi Bangkit Lagi, Pemerintah Siapkan Lelang dan Dana Besar
- Jumat, 20 Februari 2026
JAKARTA - Upaya percepatan pembangunan infrastruktur di Bali kembali memasuki babak baru dengan langkah strategis dari pemerintah. Kementerian Pekerjaan Umum (PU) tengah menyiapkan proses lelang ulang untuk proyek Jalan Tol Gilimanuk-Mengwi di Provinsi Bali.
Keputusan ini diambil bukan tanpa alasan, melainkan sebagai bagian dari evaluasi menyeluruh terhadap skema sebelumnya. Langkah ini diambil setelah adanya pengoptimalan lingkup pengusahaan guna meningkatkan kelayakan proyek agar lebih menarik bagi investor.
Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PU Wilan Oktavian menjelaskan bahwa saat ini proses tersebut telah memasuki tahap penting. Tahap krusial yang dimaksud adalah penyusunan kembali dokumen kriteria kesiapan atau readiness criteria.
Baca Juga
“Sejalan dengan rencana tersebut, juga tengah dilakukan penyusunan kembali dokumen readiness criteria sebagai bagian dari penyiapan pelelangan pengusahaan jalan tol,” ujar Wilan Oktavian melalui akun Instagram resmi BPJT pada Senin, 16 Februari 2026.
Dalam proses penyusunan ulang ini, kementerian tidak hanya melakukan pembaruan administratif. Pemerintah juga memastikan setiap aspek kesiapan proyek dipenuhi secara komprehensif sebelum dilelang kembali.
Empat Pilar Kesiapan Proyek
Pada tahap terbaru ini, Kementerian PU menitikberatkan pada pemenuhan empat pilar kesiapan. Pilar-pilar tersebut menjadi fondasi agar proyek dapat berjalan lebih matang dan menarik bagi investor.
Pertama, dari aspek teknis dan perencanaan, dokumen penting ditinjau ulang secara menyeluruh. Studi Kelayakan (FS), Detailed Engineering Design (DED), hingga Rencana Teknik Akhir (RTA) dievaluasi untuk memastikan rancang bangun yang efisien dan realistis.
Langkah peninjauan ulang ini bertujuan mengurangi potensi kendala teknis di lapangan. Pemerintah ingin memastikan desain proyek benar-benar sesuai dengan kebutuhan dan kondisi aktual wilayah.
Kedua, pada aspek lahan dan lingkungan, validitas Penetapan Lokasi (Penlok) menjadi perhatian utama. Selain itu, izin lingkungan atau AMDAL serta rencana pemukiman kembali warga terdampak (LARAP) juga dipastikan kelengkapannya.
Pemerintah berupaya menghindari persoalan klasik dalam proyek infrastruktur, yakni hambatan pengadaan tanah. Dengan kepastian lahan dan aspek lingkungan, proses pembangunan diharapkan berjalan lebih lancar.
Ketiga, dari sisi hukum dan institusi, kesesuaian trase dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) terus dimatangkan. Draf perjanjian pengusahaan yang baru juga sedang disusun agar lebih adaptif terhadap kebutuhan proyek.
Kesesuaian regulasi menjadi kunci agar proyek tidak berbenturan dengan kebijakan tata ruang daerah. Sinkronisasi ini penting untuk menjaga keberlanjutan pembangunan jangka panjang.
Keempat, pada aspek finansial, pemerintah memastikan adanya kepastian dukungan dalam bentuk Viability Gap Fund (VGF) atau dana dukungan konstruksi (Dukon). Selain itu, skema pembiayaan dirancang lebih realistis agar menarik minat calon investor.
Dengan kombinasi dukungan pemerintah dan skema pendanaan yang diperbarui, proyek ini diharapkan menjadi lebih feasible. Aspek finansial menjadi perhatian utama karena berkaitan langsung dengan minat investor.
Tantangan Minat Investor dan Strategi Pemerintah
Menteri PU Dody Hanggodo mengungkapkan bahwa tantangan utama proyek ini terletak pada rendahnya minat investor. Menurutnya, trase Gilimanuk-Mengwi bukan termasuk kawasan dengan lalu lintas padat yang biasanya menjadi daya tarik investasi jalan tol.
“Ramai traffic bukan di situ,” kata Dody Hanggodo dalam temu media. Pernyataan tersebut menggambarkan bahwa proyeksi lalu lintas masih menjadi pertimbangan besar dalam perhitungan kelayakan proyek.
Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Kementerian PU Rachman Arief Dienaputra menambahkan bahwa proyeksi lalu lintas yang rendah berdampak pada kebutuhan dukungan anggaran negara. Proyek ini membutuhkan dana dukungan konstruksi (Dukon) yang besar dari APBN agar layak secara finansial.
Dukungan fiskal tersebut menjadi instrumen penting untuk menutup kesenjangan kelayakan proyek. Tanpa intervensi pemerintah, daya tarik investasi dinilai masih kurang kompetitif.
Meski menghadapi tantangan, pemerintah tetap optimistis. Tol Gilimanuk-Mengwi diproyeksikan menjadi penggerak ekonomi baru di Bali, terutama jika terintegrasi dengan pengembangan kawasan strategis lain seperti rencana bandara di Bali Utara.
Wilan menegaskan bahwa penataan ulang lingkup proyek dilakukan secara terukur. Tahapan pembangunan disusun bertahap dan berbasis kebutuhan lalu lintas aktual agar lebih rasional.
Sejarah Panjang dan Status Proyek Strategis Nasional
Proyek Tol Gilimanuk-Mengwi memiliki perjalanan yang cukup panjang sejak pertama kali dirancang. Sebelumnya, proyek ini telah mencapai tahap penandatanganan Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT) dan groundbreaking pada September 2022.
Namun, proyek tersebut menghadapi kendala signifikan. Tidak terpenuhinya kewajiban terkait pengadaan tanah dan financial close membuat perjanjian resmi diakhiri pada 3 Agustus 2023 setelah Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) PT Tol Jagat Kerthi Bali menyatakan mundur.
Pengakhiran kerja sama tersebut menjadi evaluasi besar bagi pemerintah. Meski demikian, proyek ini tidak dihentikan sepenuhnya dan tetap masuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN).
Status PSN tersebut berada di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Penetapan ini mengacu pada Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Nomor 16 Tahun 2025.
Dengan status PSN, proyek ini tetap menjadi prioritas pembangunan nasional. Pemerintah menilai keberadaan tol ini penting untuk mendukung konektivitas dan pemerataan pembangunan di Bali.
Berdasarkan rencana terbaru, pembangunan tol terpanjang di Bali ini akan terbagi menjadi tiga seksi utama. Seksi 1 menghubungkan Gilimanuk-Pekutatan sepanjang 53,6 kilometer.
Seksi 2 akan membentang dari Pekutatan-Soka sepanjang 24,3 kilometer. Sementara Seksi 3 menghubungkan Soka-Mengwi sepanjang 18,9 kilometer.
Pembagian seksi tersebut dirancang agar pembangunan dapat dilakukan secara bertahap. Strategi ini juga memudahkan pengelolaan pendanaan serta pengawasan pelaksanaan proyek.
Dengan penyusunan ulang dokumen readiness criteria dan pemenuhan empat pilar kesiapan, pemerintah berharap proses lelang ulang berjalan lebih lancar. Tol Gilimanuk-Mengwi diharapkan tidak hanya menjadi infrastruktur transportasi, tetapi juga katalis pertumbuhan ekonomi Bali ke depan.
Nathasya Zallianty
indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Sinergi DSLNG Dan Petani Honbola Bangkitkan Optimisme Budidaya Jagung Berkelanjutan
- Jumat, 20 Februari 2026
Kelangkaan Lahan Mahal Picu Keresahan Pengembang Rumah Murah Di Kota Wisata
- Jumat, 20 Februari 2026
Rekomendasi Hunian Terjangkau Tahun 2026 Melalui Lima Pilihan Rumah Murah Di Kanigoro
- Jumat, 20 Februari 2026
Sinergi Strategis SLB Dan Star Energy Perkuat Akselerasi Transisi Energi Panas Bumi
- Jumat, 20 Februari 2026
Pemerintah Akselerasi Proyek Panas Bumi Sekincau Melalui Tahapan Perencanaan Dan Pengeboran
- Jumat, 20 Februari 2026
Berita Lainnya
Kemenag Percepat Penyaluran 100 Ton Kurma Bantuan Arab Saudi untuk Umat Indonesia
- Jumat, 20 Februari 2026
Kemenag Tekankan Peran Media Digital untuk Kuatkan Literasi Al-Quran di Era Modern
- Jumat, 20 Februari 2026
Warga Jakarta Dukung Perpanjangan Jalur LRT untuk Mobilitas Lebih Lancar
- Jumat, 20 Februari 2026
Kemdiktisaintek Buka Peluang Kemitraan Strategis Pendidikan Tinggi dengan Jerman
- Jumat, 20 Februari 2026




.jpg)







