Masih Gagal Paham Sampai Sekarang? Begini Cara Kerja Kartu Kredit!
- Jumat, 06 Februari 2026
Jakarta - Cara kerja kartu kredit penting dipahami di era digital, karena alat ini tidak hanya memudahkan pembayaran tetapi juga membantu mengelola keuangan pribadi.
Dengan mengetahui cara kerja kartu kredit, pengguna dapat memahami proses transaksi, mulai dari verifikasi kartu, otorisasi pembayaran, hingga pelunasan tagihan, sehingga penggunaan kartu lebih aman dan efisien.
Memahami mekanisme ini juga membantu menghindari biaya tambahan dan bunga yang tidak perlu, sekaligus memaksimalkan berbagai keuntungan yang ditawarkan.
Baca Juga
Bagaimana Cara Kerja Kartu Kredit?
Sebelum bisa menggunakan kartu kredit, kamu perlu mengajukan permohonan terlebih dahulu ke bank atau lembaga penerbit yang menyediakannya.
Pada tahap ini, ada sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi sesuai ketentuan masing-masing penerbit.
Setelah pengajuan dikirim, proses akan berlanjut ke tahap pengecekan data. Biasanya mencakup verifikasi identitas, penilaian kelayakan, hingga survei tambahan apabila dibutuhkan.
Proses ini memerlukan waktu, umumnya sekitar dua minggu. Jika hasilnya disetujui, kartu kredit akan dikirim dan siap digunakan.
Secara fungsi, kartu kredit memungkinkan kamu melakukan transaksi tanpa harus membayar tunai secara langsung.
Setiap pembelian yang dilakukan akan tercatat sebagai pinjaman sesuai nominal transaksi tersebut. Inilah gambaran umum mengenai cara kerja kartu kredit dalam aktivitas belanja sehari-hari.
Di balik kemudahannya, ada sistem yang berjalan saat kartu digunakan. Ketika kamu menggesek atau menempelkan kartu untuk membayar, mesin pembayaran akan mengirim permintaan ke pihak penerbit kartu.
Sistem ini bertujuan memastikan kartu masih aktif dan limit kredit mencukupi.
Penerbit kartu kemudian memberikan respons apakah transaksi bisa dilanjutkan atau tidak. Jika disetujui, pembayaran berhasil diproses dan kamu dapat memperoleh barang atau layanan yang diinginkan. Jika ditolak, transaksi otomatis dibatalkan.
Apa yang Terjadi Saat Kartu Digesek?
Berikut adalah rangkaian proses yang terjadi dalam waktu singkat saat menggunakan kartu:
1. Pengiriman Data Transaksi
Ketika kartu digesek, dimasukkan, atau ditempel pada mesin pembayaran, terminal membaca informasi dari chip atau strip magnetik.
Data seperti nomor kartu, jumlah transaksi, dan tanggal berlaku dikirim ke bank pedagang untuk diteruskan ke jaringan pembayaran yang relevan.
2. Pengecekan & Penahan Limit
Jaringan pembayaran lalu meneruskan permintaan ke bank penerbit kartu. Bank tersebut melakukan pemeriksaan cepat untuk memastikan kartu aktif, saldo atau limit cukup, dan tidak ada indikasi aktivitas mencurigakan.
3. Balasan Persetujuan atau Penolakan
Setelah pengecekan selesai, bank penerbit mengirimkan respons kembali melalui jaringan ke mesin pembayaran.
Jika disetujui, struk transaksi tercetak dan pembelian dianggap selesai bagi pelanggan, meskipun proses internal masih berlangsung.
4. Proses Kliring dan Penyelesaian
Pada akhir hari, pedagang mengirimkan seluruh transaksi ke bank pedagang. Bank pedagang kemudian meminta pembayaran dari bank penerbit, sehingga dana disalurkan ke toko terlebih dahulu sebelum tagihan dibebankan kepada pemegang kartu.
Apa yang Harus Dilakukan Setelah Transaksi Kartu Kredit Berhasil?
Setelah transaksi kartu kredit selesai, langkah berikutnya adalah melunasi tagihan bulanan. Bank akan merangkum semua pengeluaran yang telah melalui proses penyelesaian, termasuk biaya tambahan jika ada, ke dalam laporan tagihan.
- Tanggal Cetak Tagihan: Bank menghitung total transaksi dan mengeluarkan e-statement yang memuat semua tagihan.
- Masa Tenggang: Setelah tagihan diterbitkan, biasanya ada periode 15–25 hari sebelum jatuh tempo. Jika dibayar penuh dalam periode ini, bunga tidak akan dikenakan.
Untuk menjaga kesehatan keuangan, selalu pastikan membayar tagihan tepat waktu dan sesuai kemampuan.
Perhatikan Bunga Kartu Kredit
Bagian ini sering menimbulkan kebingungan. Jika tagihan kartu kredit tidak dilunasi penuh sebelum jatuh tempo, bunga akan mulai dihitung.
Bank Indonesia menetapkan batas maksimum suku bunga kartu kredit, misalnya sekitar 1,75% per bulan (dapat berubah).
Perhitungan bunga tidak flat bulanan, tetapi dihitung harian dari tanggal transaksi dicatat.
Rumus estimasi bunga harian:
Bunga Harian = Sisa Utang x Suku Bunga Tahunan x Jumlah Hari : 365
Contoh sederhana:
- Transaksi: Rp5.000.000
- Bayar minimum (10%): Rp500.000
- Sisa saldo: Rp4.500.000
Bunga harian mulai berlaku sejak tanggal transaksi, bukan tanggal jatuh tempo. Akibatnya, tagihan bulan berikutnya bisa meningkat cukup signifikan.
Pembayaran Tagihan Kartu Kredit
Setiap penerbit kartu kredit memberikan jangka waktu tertentu bagi pemegang kartu untuk melunasi tagihan sebelum bunga mulai diterapkan. Periode ini dikenal sebagai masa tenggang, biasanya berlangsung sekitar 20–25 hari.
Jika tagihan tidak dibayar penuh dalam masa tenggang, bunga akan mulai dikenakan pada sisa saldo. Oleh karena itu, membayar tagihan secara lengkap sebelum masa tenggang berakhir sangat dianjurkan agar terhindar dari biaya bunga tambahan.
Meskipun begitu, biasanya penerbit kartu kredit tidak mewajibkan pelunasan seluruh tagihan sekaligus. Namun, setidaknya pembayaran minimum harus dilakukan tepat waktu pada tanggal jatuh tempo agar akun tetap aman.
Kelebihan dan Kekurangan Kartu Kredit
Keunggulan kartu kredit
- Praktis dan mudah digunakan
Kartu kredit menawarkan kemudahan bertransaksi di berbagai tempat. Kamu bisa membayar tanpa repot membawa uang tunai atau menghitung kembalian, sehingga proses belanja lebih cepat dan efisien. - Berbelanja meski dana terbatas
Salah satu daya tarik utama kartu kredit adalah kemampuannya untuk melakukan pembelian meskipun saldo di rekening sedang minim. Hal ini membantu kamu memenuhi kebutuhan mendesak sebelum gajian. - Akses promo dan diskon
Pengguna kartu kredit sering mendapatkan berbagai penawaran menarik, seperti diskon atau promo khusus, yang tidak selalu tersedia untuk pembayaran tunai.
Kekurangan kartu kredit
- Bunga tinggi
Salah satu kelemahan kartu kredit adalah suku bunga yang cukup besar. Selain itu, keterlambatan pembayaran tagihan akan menimbulkan denda, sehingga total biaya tagihan bisa membengkak. - Berpotensi mendorong konsumtif
Kemudahan bertransaksi sering membuat pengeluaran lebih besar dari yang seharusnya. Kebiasaan belanja yang boros bisa meningkat karena kartu kredit memberi rasa “uang selalu tersedia”. - Tarik tunai mahal
Fitur penarikan tunai dari kartu kredit memiliki biaya tinggi dan bunganya lebih besar dibanding transaksi belanja. Fitur ini sebaiknya digunakan hanya dalam kondisi darurat, misalnya saat bepergian ke luar negeri, bukan sebagai pengganti dana rutin.
Tips Menggunakan Kartu Kredit dengan Bijak
- Prioritaskan Kebutuhan: Gunakan kartu kredit hanya untuk pembelian yang benar-benar diperlukan, jangan tergoda untuk membeli barang yang tidak penting.
- Lunasi Tagihan Tepat Waktu: Bayarlah tagihan secara penuh setiap bulan agar terhindar dari biaya bunga tambahan.
- Cek Penggunaan Secara Berkala: Selalu tinjau laporan tagihan untuk memastikan tidak ada transaksi yang mencurigakan atau tidak dikenal.
- Manfaatkan Promo dengan Bijak: Ambil keuntungan dari diskon atau promosi kartu kredit, tetapi tetap sesuaikan dengan kebutuhan nyata.
Sebagai penutup, memahami cara kerja kartu kredit membantu Anda bertransaksi lebih bijak, menghindari bunga, dan memaksimalkan keuntungan setiap penggunaan kartu.
Enday Prasetyo
indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Dukung Pembangunan Berkelanjutan, Perbankan Gencar Akselerasi Digitalisasi UMKM
- Jumat, 06 Februari 2026
Gen Z Jangan FOMO! Ini Risiko Ambil KPR Tanpa Hitung Daya Beli di Tahun 2026
- Jumat, 06 Februari 2026
Bank Jateng Perluas KPR Subsidi di Batang: Gandeng 40 Pengembang untuk Hunian MBR
- Jumat, 06 Februari 2026
Berita Lainnya
Pasca Lepas Dari Mandiri BSI Bakal Fokus Perkuat Segmen Consumer Banking
- Jumat, 06 Februari 2026
Dukung Pembangunan Berkelanjutan, Perbankan Gencar Akselerasi Digitalisasi UMKM
- Jumat, 06 Februari 2026
Gen Z Jangan FOMO! Ini Risiko Ambil KPR Tanpa Hitung Daya Beli di Tahun 2026
- Jumat, 06 Februari 2026
Bank Jateng Perluas KPR Subsidi di Batang: Gandeng 40 Pengembang untuk Hunian MBR
- Jumat, 06 Februari 2026








