Jumat, 06 Februari 2026

Pertumbuhan Investasi: Jumlah Investor Pasar Modal Indonesia Bertambah 702 Ribu

Pertumbuhan Investasi: Jumlah Investor Pasar Modal Indonesia Bertambah 702 Ribu
Pertumbuhan Investasi: Jumlah Investor Pasar Modal Indonesia Bertambah 702 Ribu

JAKARTA - Pasar modal Indonesia terus menunjukkan daya tarik yang kuat di mata masyarakat.

Hingga awal tahun 2026, tercatat jumlah investor pasar modal mengalami kenaikan signifikan sebanyak 702 ribu orang. Lonjakan ini mencerminkan meningkatnya literasi keuangan dan kesadaran masyarakat untuk menjadikan investasi sebagai instrumen pelindung nilai di tengah dinamika ekonomi nasional.

Pertumbuhan ini juga didukung oleh semakin mudahnya akses ke berbagai produk investasi melalui platform digital dan aplikasi perbankan modern.

Baca Juga

Penyaluran PKH BPNT Tahap 1 2026 Bank BNI Belum Cair Ke KKS

Milenial dan Gen Z Mendominasi

Penambahan jumlah investor baru ini sebagian besar masih digerakkan oleh generasi muda (Milenial dan Gen Z). Faktor-faktor pendorongnya meliputi:

Digitalisasi Layanan: Aplikasi investasi yang intuitif memudahkan pembukaan rekening secara online.

Modal Terjangkau: Adanya pilihan produk investasi dengan nominal rendah memungkinkan anak muda mulai berinvestasi sejak dini.

Edukasi Masif: Kampanye literasi keuangan yang dilakukan oleh BEI dan berbagai sekuritas di media sosial mulai membuahkan hasil.

Diversifikasi Instrumen Investasi

Investor baru tidak hanya terfokus pada saham, tetapi juga mulai melirik instrumen lain untuk menjaga stabilitas portofolio investasi mereka:

Reksa Dana: Menjadi pilihan favorit bagi investor pemula karena dikelola oleh manajer investasi profesional.

SBN (Surat Berharga Negara): Diminati sebagai aset aman (safe haven) dengan imbal hasil yang pasti.

Saham Komoditas & Konsumsi: Seiring rekomendasi global (seperti dari JP Morgan untuk ANTM atau ICBP), banyak investor mulai menyusun strategi jangka panjang pada sektor-sektor ini.

Optimisme di Tengah Tantangan Ekonomi

Meskipun masyarakat sedang menghadapi tantangan kenaikan harga sembako dan biaya hidup, pertumbuhan jumlah investor menunjukkan adanya pergeseran pola pikir dari konsumtif menjadi produktif. Investasi dipandang sebagai solusi untuk mempersiapkan dana masa depan, seperti dana pendidikan atau persiapan mengambil KPR di masa mendatang.

Regan

Regan

indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Hanya 8 Bulan Tabungan Emas BSI BRIS Berhasil Tembus Dua Ton

Hanya 8 Bulan Tabungan Emas BSI BRIS Berhasil Tembus Dua Ton

Pasca Lepas Dari Mandiri BSI Bakal Fokus Perkuat Segmen Consumer Banking

Pasca Lepas Dari Mandiri BSI Bakal Fokus Perkuat Segmen Consumer Banking

Dukung Pembangunan Berkelanjutan, Perbankan Gencar Akselerasi Digitalisasi UMKM

Dukung Pembangunan Berkelanjutan, Perbankan Gencar Akselerasi Digitalisasi UMKM

Gen Z Jangan FOMO! Ini Risiko Ambil KPR Tanpa Hitung Daya Beli di Tahun 2026

Gen Z Jangan FOMO! Ini Risiko Ambil KPR Tanpa Hitung Daya Beli di Tahun 2026

Bank Jateng Perluas KPR Subsidi di Batang: Gandeng 40 Pengembang untuk Hunian MBR

Bank Jateng Perluas KPR Subsidi di Batang: Gandeng 40 Pengembang untuk Hunian MBR