Jumat, 06 Februari 2026

Tarif Listrik PLN Februari 2026 Tetap Stabil, Ini Rincian Lengkap Harga per kWh dan Cara Cek Tagihan Online

Tarif Listrik PLN Februari 2026 Tetap Stabil, Ini Rincian Lengkap Harga per kWh dan Cara Cek Tagihan Online
Tarif Listrik PLN Februari 2026 Tetap Stabil, Ini Rincian Lengkap Harga per kWh dan Cara Cek Tagihan Online

JAKARTA - Kabar baik datang bagi masyarakat Indonesia yang setiap hari bergantung pada pasokan listrik untuk aktivitas rumah tangga maupun usaha. Pemerintah memastikan tarif listrik PLN sepanjang Februari 2026 tidak mengalami kenaikan hingga akhir bulan.

Keputusan ini menjadi angin segar di tengah situasi ekonomi global yang masih menghadapi tekanan inflasi. Pemerintah menilai kebijakan tersebut dapat membantu menjaga daya beli masyarakat sekaligus mendorong stabilitas ekonomi nasional.

Pada Februari 2026, pemerintah memastikan tarif listrik tidak akan naik sampai akhir bulan ini. Kebijakan tersebut diambil sebagai bentuk stimulus ekonomi bagi masyarakat dan pelaku usaha.

Baca Juga

Prabowo Sebut Sawit Miracle Crop, Konsistensi Kebijakan Penentu

Keputusan pemerintah untuk tidak menaikkan tarif listrik PLN pada Februari ini merupakan bagian dari upaya menjaga kestabilan ekonomi. Langkah tersebut diambil di tengah tekanan inflasi global yang masih tinggi.

Tarif listrik di Indonesia dibedakan berdasarkan golongan daya dan jenis penggunaannya. Golongan tersebut mencakup rumah tangga, bisnis, industri, hingga pemerintahan.

Dengan adanya perbedaan golongan ini, besaran tarif listrik yang dibayarkan pelanggan juga berbeda-beda. Hal ini membuat masyarakat perlu memahami rincian harga sesuai daya dan kategori penggunaan.

Banyak pelanggan kemudian bertanya mengenai rincian tarif listrik PLN per Februari 2026. Selain itu, masyarakat juga ingin mengetahui cara mudah mengecek tagihan listrik secara daring.

Informasi mengenai tarif ini menjadi penting agar pelanggan dapat mengatur pengeluaran rumah tangga dengan lebih baik. Di sisi lain, kemudahan akses informasi tagihan membantu meningkatkan transparansi layanan PLN.

Kebijakan tarif listrik yang tidak naik ini sekaligus memberikan kepastian bagi pelanggan. Masyarakat dapat menyusun anggaran bulanan tanpa khawatir adanya lonjakan biaya listrik mendadak.

Bagi pelaku usaha, stabilitas tarif listrik juga memberikan ruang untuk menjaga biaya operasional. Hal ini diharapkan dapat mendorong aktivitas ekonomi tetap berjalan optimal.

Selain menjaga daya beli, kebijakan ini juga menunjukkan komitmen pemerintah dalam melindungi masyarakat dari dampak ekonomi global. Stabilitas tarif listrik menjadi salah satu instrumen penting dalam menjaga keseimbangan tersebut.

Dalam konteks pelayanan publik, PLN terus memastikan pasokan listrik tetap andal dan terjangkau. Hal ini sejalan dengan tujuan pemerintah meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui akses energi yang stabil.

Rincian Harga Tarif Listrik PLN per Februari 2026

Tarif listrik PLN per Februari 2026 tetap mengacu pada pengelompokan pelanggan berdasarkan daya dan jenis penggunaan. Rincian tarif ini berlaku bagi pelanggan rumah tangga, bisnis, pemerintahan, serta pelanggan bersubsidi.

Untuk pelanggan rumah tangga nonsubsidi, tarif listrik dibedakan berdasarkan besaran daya terpasang. Setiap golongan memiliki tarif per kilowatt hour yang berbeda sesuai ketentuan yang berlaku.

Pelanggan rumah tangga nonsubsidi R-1/TR 900 VA dikenakan tarif Rp 1.352 per kWh. Tarif ini berlaku bagi pelanggan dengan daya rendah namun tidak termasuk dalam skema subsidi.

Sementara itu, pelanggan rumah tangga R-1/TR 1.300 VA dikenakan tarif Rp 1.444,70 per kWh. Tarif yang sama juga berlaku untuk pelanggan R-1/TR 2.200 VA.

Untuk pelanggan rumah tangga dengan daya menengah, yakni R-2/TR 3.500–5.500 VA, tarif listrik ditetapkan sebesar Rp 1.699,53 per kWh. Tarif ini juga berlaku untuk pelanggan rumah tangga R-3/TR 6.600 VA ke atas.

Perbedaan tarif ini mencerminkan kebijakan tarif berbasis daya yang telah diterapkan pemerintah. Semakin besar daya terpasang, maka tarif per kWh yang dikenakan juga semakin tinggi.

Selain pelanggan rumah tangga, terdapat pula kategori pelanggan bisnis dan pemerintahan. Golongan ini memiliki tarif tersendiri yang disesuaikan dengan kebutuhan energi dan kapasitas daya.

Untuk pelanggan bisnis B-2/TR dengan daya 6.600 VA hingga 200 kVA, tarif listrik ditetapkan sebesar Rp 1.444,70 per kWh. Tarif ini berlaku bagi berbagai jenis usaha skala kecil hingga menengah.

Sementara itu, pelanggan pemerintah P-1/TR dengan daya 6.600 VA hingga 200 kVA dikenakan tarif Rp 1.699,53 per kWh. Tarif tersebut mencakup penggunaan listrik di kantor-kantor pemerintahan.

Untuk pelanggan P-3/TR yang digunakan untuk penerangan jalan umum di atas 200 kVA, tarif listrik juga ditetapkan sebesar Rp 1.699,53 per kWh. Kebijakan ini mendukung operasional fasilitas publik yang membutuhkan pasokan listrik besar.

Selain golongan nonsubsidi, pemerintah juga tetap mempertahankan tarif khusus bagi pelanggan rumah tangga bersubsidi. Skema subsidi ini ditujukan untuk membantu masyarakat berpenghasilan rendah.

Pelanggan rumah tangga bersubsidi dengan daya 450 VA dikenakan tarif Rp 415 per kWh. Tarif ini menjadi salah satu yang terendah dibandingkan golongan pelanggan lainnya.

Untuk pelanggan rumah tangga 900 VA bersubsidi, tarif listrik ditetapkan sebesar Rp 605 per kWh. Tarif ini diberikan kepada pelanggan yang memenuhi kriteria penerima subsidi.

Sementara itu, pelanggan 900 VA Rumah Tangga Mampu atau RTM dikenakan tarif Rp 1.352 per kWh. Golongan ini tidak lagi menerima subsidi meskipun daya terpasangnya sama dengan pelanggan bersubsidi.

Pelanggan rumah tangga dengan daya 1.300 VA hingga 2.200 VA dikenakan tarif Rp 1.444,70 per kWh. Tarif ini sama dengan pelanggan nonsubsidi di golongan daya tersebut.

Untuk pelanggan rumah tangga dengan daya 3.500 VA ke atas, tarif listrik ditetapkan sebesar Rp 1.699,53 per kWh. Tarif ini mencerminkan penggunaan daya yang relatif lebih besar dibanding golongan lainnya.

Rincian tarif ini berlaku secara nasional selama Februari 2026. Kebijakan ini memastikan tidak adanya perubahan tarif hingga akhir bulan.

Stabilitas tarif ini diharapkan memberikan kepastian bagi seluruh pelanggan PLN. Dengan begitu, masyarakat dapat mengatur kebutuhan energi dan keuangan secara lebih terencana.

Cara Cek Tagihan Listrik Secara Online Tahun 2026

Selain mengetahui rincian tarif listrik, masyarakat juga perlu memahami cara mengecek tagihan listrik bulanan. PLN menyediakan berbagai kanal resmi yang dapat diakses secara mudah dan praktis.

Salah satu cara yang paling banyak digunakan adalah melalui aplikasi PLN Mobile. Aplikasi ini dapat diunduh melalui toko aplikasi resmi di ponsel pintar.

Langkah pertama adalah mengunduh aplikasi PLN Mobile, kemudian login atau memilih opsi ‘Daftar’ jika belum memiliki akun. Proses pendaftaran memerlukan data pribadi seperti nama lengkap dan nomor identitas pelanggan.

Setelah itu, pelanggan perlu melengkapi data berupa ID pelanggan atau nomor meter, lokasi, nomor telepon, alamat email, serta membuat kata sandi. Data ini digunakan untuk menghubungkan akun dengan informasi pelanggan di sistem PLN.

Setelah berhasil masuk ke dashboard, pelanggan dapat membuka tab ‘Informasi’. Di menu tersebut tersedia berbagai fitur yang berkaitan dengan layanan kelistrikan.

Pelanggan kemudian dapat memilih menu ‘Informasi Tagihan dan Token Listrik’. Pada halaman ini, tagihan untuk pelanggan pascabayar beserta riwayat pemakaian akan langsung terlihat.

Selain melalui aplikasi, pelanggan juga dapat mengecek tagihan listrik melalui Call Center PLN 123. Layanan ini dapat diakses melalui telepon seluler maupun telepon rumah.

Langkah pertama adalah menghubungi nomor 123 dari ponsel. Setelah itu, pelanggan perlu mengikuti petunjuk dari operator hingga mencapai menu pengecekan tagihan.

Selanjutnya, pelanggan diminta menyebutkan ID pelanggan untuk proses verifikasi. Setelah proses tersebut selesai, operator akan menyampaikan jumlah tagihan bulan berjalan.

Cara lain yang juga dapat digunakan adalah melalui situs resmi PLN. Pelanggan dapat mengakses service.pln.co.id atau halaman Informasi Tagihan & Token Listrik di portal PLN.

Pada halaman tersebut, pelanggan perlu memasukkan ID pelanggan atau nomor meter. Setelah mengeklik tombol cek, informasi tagihan dan pemakaian listrik akan langsung muncul di layar.

Kemudahan akses ini memberikan fleksibilitas bagi pelanggan dalam memantau penggunaan listrik. Pelanggan dapat menyesuaikan pola konsumsi energi berdasarkan informasi yang tersedia.

Dengan mengetahui tagihan secara rutin, masyarakat dapat lebih bijak dalam mengelola penggunaan listrik. Hal ini juga membantu menghindari keterlambatan pembayaran yang berpotensi menimbulkan denda.

Selain itu, akses digital ini meningkatkan transparansi layanan PLN. Pelanggan dapat melihat riwayat pemakaian dan pembayaran secara jelas tanpa harus datang ke kantor pelayanan.

PLN terus mengembangkan sistem layanan daring untuk meningkatkan kenyamanan pelanggan. Inovasi ini menjadi bagian dari transformasi digital di sektor ketenagalistrikan nasional.

Manfaat Stabilitas Tarif Listrik bagi Masyarakat

Keputusan pemerintah untuk tidak menaikkan tarif listrik pada Februari 2026 memberikan dampak positif bagi berbagai lapisan masyarakat. Stabilitas tarif membantu menjaga pengeluaran rumah tangga tetap terkendali.

Bagi keluarga, kepastian biaya listrik membuat perencanaan keuangan menjadi lebih mudah. Masyarakat dapat mengalokasikan dana untuk kebutuhan lain tanpa khawatir terjadi lonjakan biaya energi.

Bagi pelaku usaha kecil dan menengah, tarif listrik yang stabil membantu menjaga biaya operasional. Hal ini memungkinkan usaha tetap berjalan tanpa tekanan tambahan dari sisi energi.

Di sektor industri dan pemerintahan, kebijakan ini juga memberikan kepastian anggaran. Stabilitas biaya listrik membantu perencanaan program dan kegiatan yang lebih efisien.

Kebijakan ini juga mendukung upaya pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat. Dengan beban biaya listrik yang tetap, masyarakat dapat mempertahankan konsumsi kebutuhan pokok.

Selain itu, keputusan ini menunjukkan peran aktif pemerintah dalam menjaga keseimbangan ekonomi nasional. Stabilitas tarif listrik menjadi salah satu instrumen penting dalam menjaga ketahanan ekonomi.

PLN sebagai penyedia layanan listrik nasional juga berkomitmen menjaga kualitas pasokan energi. Meskipun tarif tidak naik, pelayanan tetap diupayakan optimal dan andal.

Masyarakat diharapkan dapat memanfaatkan kebijakan ini dengan bijak. Penggunaan listrik secara efisien tetap menjadi langkah penting untuk menjaga keberlanjutan energi.

Dengan memahami rincian tarif dan cara mengecek tagihan, pelanggan dapat lebih sadar terhadap konsumsi energi. Kesadaran ini diharapkan mendorong perilaku hemat listrik di masyarakat.

Kebijakan tarif listrik yang stabil ini sekaligus mencerminkan upaya pemerintah menjaga keseimbangan antara kepentingan masyarakat dan keberlanjutan sektor energi. Hal ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang pembangunan nasional.

Melalui transparansi informasi tarif dan kemudahan akses layanan digital, masyarakat dapat merasakan manfaat nyata dari kebijakan tersebut. PLN terus berupaya meningkatkan kualitas layanan seiring perkembangan kebutuhan pelanggan.

Dengan demikian, Februari 2026 menjadi periode yang relatif kondusif bagi pelanggan PLN. Kepastian tarif listrik membantu masyarakat menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih tenang dan terencana.

Zahra

Zahra

indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Ekonomi Syariah Indonesia Tertinggal, Kebijakan Malaysia Lebih Konsisten

Ekonomi Syariah Indonesia Tertinggal, Kebijakan Malaysia Lebih Konsisten

Harga BBM Turun Serentak di Seluruh SPBU Indonesia Hari Ini!

Harga BBM Turun Serentak di Seluruh SPBU Indonesia Hari Ini!

Momentum Ramadan Lebaran Dongkrak Optimisme Kinerja Pizza Hut

Momentum Ramadan Lebaran Dongkrak Optimisme Kinerja Pizza Hut

Jaecoo Dorong Konsumen Menentukan Arah Desain J5 EV di IIMS

Jaecoo Dorong Konsumen Menentukan Arah Desain J5 EV di IIMS

Chery C5 CSH Resmi Meluncur di IIMS 2026 dengan Daya Tempuh 1.000 Km

Chery C5 CSH Resmi Meluncur di IIMS 2026 dengan Daya Tempuh 1.000 Km