Jumat, 06 Februari 2026

Momentum Ramadan Lebaran Dongkrak Optimisme Kinerja Pizza Hut

Momentum Ramadan Lebaran Dongkrak Optimisme Kinerja Pizza Hut
Momentum Ramadan Lebaran Dongkrak Optimisme Kinerja Pizza Hut

JAKARTA - Periode Ramadan hingga Lebaran kembali menjadi sorotan pelaku industri ritel makanan dan minuman. Momen musiman ini kerap menghadirkan lonjakan konsumsi yang signifikan, seiring meningkatnya aktivitas kebersamaan masyarakat. 

Kondisi tersebut turut dimanfaatkan oleh PT Sarimelati Kencana Tbk (PZZA), pengelola jaringan Pizza Hut Indonesia, yang memandang Ramadan dan Lebaran sebagai peluang strategis untuk mendongkrak kinerja usaha, khususnya pada kuartal pertama tahun 2026.

Manajemen PZZA menilai bahwa pola konsumsi masyarakat selama bulan puasa dan perayaan Idulfitri memiliki karakteristik khusus. Aktivitas berbuka puasa bersama, sahur, hingga silaturahmi keluarga saat Lebaran menjadi faktor pendorong permintaan produk makanan siap saji. Oleh karena itu, momentum ini dinilai memiliki kontribusi penting terhadap total penjualan tahunan Perseroan.

Baca Juga

Pencegahan Gratifikasi Diperkuat Menaker demi Jaga Kepercayaan Publik dan Keadilan

Corporate Secretary & Investor Relations Pizza Hut Indonesia, Andromeda, menegaskan bahwa secara historis periode Ramadan-Lebaran selalu memberikan dampak positif bagi kinerja perusahaan. 

Dengan pendekatan strategi yang tepat, Perseroan optimistis dapat memaksimalkan potensi tersebut sebagai salah satu motor pertumbuhan sepanjang tahun berjalan.

“Secara historis, periode Ramadan-Lebaran memberikan kontribusi positif terhadap total penjualan tahunan Perseroan, sehingga momentum ini diharapkan dapat menjadi salah satu pendorong utama pencapaian kinerja sepanjang 2026,” ujar Andromeda.

Strategi Produk dan Relevansi Brand Diperkuat

Untuk mengoptimalkan peluang selama Ramadan dan Lebaran, Pizza Hut Indonesia menyiapkan sejumlah strategi yang berfokus pada penguatan relevansi merek. 

Perseroan mengusung semangat “Feed Good Times” sebagai landasan dalam menghadirkan pengalaman bersantap yang sesuai dengan nilai kebersamaan selama bulan suci dan hari raya.

Dari sisi produk, PZZA menghadirkan inovasi menu yang dirancang untuk kebutuhan berbagi. Salah satu menu yang diperkenalkan adalah Dip n Crunch, yang melengkapi jajaran produk favorit pelanggan seperti L1MO dan QU4RTZA pizza. Inovasi ini diharapkan mampu menjawab preferensi konsumen yang cenderung memilih menu praktis dan mudah dinikmati bersama keluarga maupun teman.

Tidak hanya fokus pada inovasi rasa, Pizza Hut Indonesia juga menyesuaikan portofolio produknya dengan kebiasaan konsumsi selama Ramadan. Kebutuhan berbuka puasa, sahur, hingga hidangan untuk perayaan Lebaran menjadi pertimbangan utama dalam penyusunan menu dan paket penjualan.

Dengan pendekatan tersebut, Perseroan berharap dapat menjaga daya tarik produk sekaligus memperluas basis pelanggan di tengah persaingan industri ritel F&B yang semakin ketat.

Paket Ramadan Dan Penyesuaian Layanan

Dari sisi komersial, PZZA menghadirkan beragam paket khusus yang dirancang untuk menjangkau berbagai segmen konsumen. Untuk pelanggan yang ingin menikmati momen berbuka bersama di restoran, Pizza Hut Restaurant dan Pizza Hut Ristorante menawarkan Paket Berbuka yang menyasar kebutuhan makan bersama keluarga maupun relasi.

Sementara itu, melalui kanal Pizza Hut Delivery (PHD), Perseroan menyediakan berbagai pilihan seperti My Box yang dinilai cocok untuk kebutuhan sahur, serta Paket Buka Puasa dan Lebaran. Kanal pesan antar ini menjadi salah satu andalan Perseroan dalam menjangkau konsumen yang mengutamakan kenyamanan dan fleksibilitas.

Selain inovasi produk dan paket, PHD juga melakukan penyesuaian operasional dengan memperpanjang jam layanan hingga pukul 03.00 dini hari di sejumlah lokasi. 

Langkah ini bertujuan untuk mengakomodasi kebutuhan pelanggan yang melakukan pemesanan pada waktu sahur, sekaligus meningkatkan potensi penjualan di jam-jam non reguler.

Menurut manajemen, penyesuaian layanan ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan pengalaman pelanggan di seluruh kanal penjualan, baik dine-in maupun delivery, selama periode dengan intensitas konsumsi tinggi.

Fokus Profitabilitas Dan Prospek Industri

Lebih lanjut, Andromeda menegaskan bahwa pada 2026 PZZA tidak hanya mengejar pertumbuhan pendapatan, tetapi juga berfokus pada perbaikan profitabilitas yang berkelanjutan. Strategi tersebut dijalankan melalui kombinasi inovasi produk, optimalisasi promosi, serta peningkatan kualitas layanan kepada pelanggan.

“Upaya tersebut dilakukan melalui inovasi produk, optimalisasi promosi, dan peningkatan pengalaman pelanggan di seluruh kanal penjualan,” katanya.

Untuk mendukung strategi jangka menengah, Perseroan juga menyiapkan alokasi belanja modal (capex) pada 2026 yang difokuskan pada pengembangan dan renovasi gerai. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat jaringan restoran sekaligus meningkatkan kualitas layanan dan kenyamanan pelanggan.

Dari sisi industri, Pizza Hut Indonesia memandang sektor ritel makanan dan minuman nasional masih memiliki prospek yang positif pasca Lebaran. Meski demikian, tantangan daya beli masyarakat tetap menjadi perhatian utama pelaku usaha.

“Kami memahami bahwa daya beli masyarakat masih menjadi faktor yang menantang. Namun, melihat dari inisiatif-inisiatif yang telah dan akan dilakukan oleh berbagai pihak, terutama Pemerintah, kami yakin perbaikan makro ekonomi sedang berjalan secara bertahap,” imbuh Andromeda.

Dengan memanfaatkan momentum Ramadan dan Lebaran serta dukungan strategi yang terukur, PZZA optimistis dapat menjaga kinerja bisnis tetap solid dan berkelanjutan sepanjang 2026.

Celo

Celo

indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Kepala BPOM Ungkap Peluang Jamu dan Rempah Indonesia Mendunia

Kepala BPOM Ungkap Peluang Jamu dan Rempah Indonesia Mendunia

Rekomendasi 5 Rumah Subsidi Terjangkau di Buleleng Bali Tahun Ini

Rekomendasi 5 Rumah Subsidi Terjangkau di Buleleng Bali Tahun Ini

Pemkab Kediri Perkuat Pertanian Lewat Bantuan Alsintan Benih Padi Petani

Pemkab Kediri Perkuat Pertanian Lewat Bantuan Alsintan Benih Padi Petani

Delegasi Bisnis Australia Bertemu Menteri Indonesia Untuk Tingkatkan Peluang Investasi dan Kemitraan

Delegasi Bisnis Australia Bertemu Menteri Indonesia Untuk Tingkatkan Peluang Investasi dan Kemitraan

Bapanas Pastikan Harga dan Mutu Pangan di Jawa Timur Terkendali Menjelang Ramadhan 2026

Bapanas Pastikan Harga dan Mutu Pangan di Jawa Timur Terkendali Menjelang Ramadhan 2026