Jumat, 06 Februari 2026

Hector Souto Tanggapi Keraguan Asing Usai Indonesia Tembus Final Piala Asia

Hector Souto Tanggapi Keraguan Asing Usai Indonesia Tembus Final Piala Asia
Hector Souto Tanggapi Keraguan Asing Usai Indonesia Tembus Final Piala Asia

JAKARTA - Keberhasilan timnas futsal Indonesia melaju ke partai puncak Piala Asia Futsal 2026 bukan hanya memantik euforia publik Tanah Air, tetapi juga menarik perhatian media internasional. 

Di tengah sorotan tersebut, muncul nada skeptis dari salah satu jurnalis asing yang menilai peluang Garuda di final tidak terlalu besar. Respons Hector Souto pun menjadi pusat perhatian karena disampaikan dengan ketenangan dan kelas.

Indonesia memastikan tiket final setelah menumbangkan Jepang dalam laga semifinal yang sarat emosi di Indonesia Arena, Senayan, Jakarta, Kamis malam WIB. Pertandingan berjalan dramatis dan harus dituntaskan melalui perpanjangan waktu, dengan skor akhir 5-3 untuk kemenangan tuan rumah.

Baca Juga

Dokter Spesialis Bedah Onkologi Jelaskan Benjolan di Leher Belum Tentu Kanker, Ini Fakta Lengkapnya

Hasil ini terasa istimewa karena menjadi final pertama Indonesia sepanjang sejarah keikutsertaan di Piala Asia Futsal. Lebih dari itu, kemenangan tersebut juga menjadi ajang pembalasan atas kegagalan edisi 2022 di Kuwait, saat Indonesia disingkirkan Jepang dengan skor tipis 2-3 di perempat final.

Malam Bersejarah di Indonesia Arena

Laga semifinal melawan Jepang berlangsung dalam tensi tinggi sejak menit awal. Kedua tim saling bergantian menekan, dengan tempo permainan cepat dan intensitas fisik yang menguras tenaga. Jepang sempat menunjukkan pengalaman mereka sebagai kekuatan tradisional futsal Asia.

Namun, Mochammad Iqbal dan rekan-rekannya tampil tanpa gentar. Dukungan publik yang memadati Indonesia Arena menjadi energi tambahan bagi pasukan Merah Putih, terutama ketika pertandingan memasuki babak kedua yang penuh drama kejar-mengejar skor.

Ketika laga berlanjut ke perpanjangan waktu, mental Indonesia justru terlihat lebih siap. Gol demi gol tercipta hingga akhirnya peluit panjang memastikan kemenangan 5-3 dan mengantar Garuda mencetak sejarah baru di hadapan pendukung sendiri.

Kemenangan ini sekaligus menegaskan bahwa Indonesia tidak lagi sekadar peserta pelengkap, melainkan penantang serius di level tertinggi futsal Asia.

Final Berat Menanti Garuda

Di partai puncak, Indonesia akan menghadapi lawan dengan reputasi besar. Iran, raksasa futsal Asia, telah lebih dulu memastikan tempat di final setelah menundukkan Irak 4-2 pada semifinal yang digelar Kamis sore WIB.

Team Melli dikenal sebagai tim paling dominan di Piala Asia Futsal dengan koleksi 13 gelar juara. Kombinasi teknik tinggi, fisik kuat, dan pengalaman panjang membuat Iran hampir selalu difavoritkan dalam setiap edisi turnamen.

Pertemuan Indonesia dan Iran pada final Sabtu pun langsung menjadi bahan perbincangan media asing. Banyak pihak menilai laga tersebut akan menjadi ujian terberat bagi Garuda sepanjang turnamen.

Pertanyaan Jurnalis Uzbekistan

Dalam sesi konferensi pers, seorang jurnalis asal Uzbekistan melontarkan pertanyaan yang bernada meragukan kapasitas Indonesia. Ia menyoroti keunggulan fisik dan teknikal Iran, sembari membandingkannya dengan performa Indonesia di semifinal.

“Hari ini pertandingannya luar biasa bagi sejarah Indonesia. Tapi di final, Iran sudah menanti tim Anda. Iran sangat teknikal dan kuat secara fisik, sementara hari ini tim Indonesia tidak sebagus itu fisiknya,” ucap sang jurnalis kepada Souto.

Ia melanjutkan dengan menegaskan status Iran sebagai tim futsal nomor satu Asia dan mempertanyakan bagaimana Indonesia bisa menandingi kekuatan fisik calon lawannya tersebut.

Nada pertanyaan tersebut dinilai sebagian pihak meremehkan pencapaian Indonesia, seolah peluang Garuda sudah tertutup sebelum final dimainkan.

Jawaban Tegas dan Elegan Hector Souto

Hector Souto merespons pertanyaan tersebut dengan sikap tenang namun penuh keyakinan. Ia tidak terpancing emosi, tetapi juga tidak membiarkan anak asuhnya dipandang sebelah mata.

“Jadi menurut anda, trofi (Piala Asia) sudah jadi milik Iran? Anda silakan berselebrasi dengan mereka. Tapi bagi saya, trofi masih akan diperebutkan,” tegas Souto.

Pelatih asal Spanyol itu mengakui kualitas Iran sebagai tim besar dengan pemain-pemain hebat dan kemampuan individu yang kuat. Namun, ia menolak anggapan bahwa final hanya formalitas belaka.

“Tentu saja mereka (Iran) punya pemain bagus, mereka kuat, kemampuan individunya juga apik. Tapi kami juga akan mainkan kartu kami,” lanjutnya.

Souto menegaskan bahwa futsal bukan hanya soal reputasi, melainkan apa yang terjadi di lapangan selama 40 menit pertandingan.

Keyakinan Tanpa Meremehkan Lawan

Lebih jauh, Souto menunjukkan sikap sportif dalam menyikapi hasil akhir yang mungkin terjadi. Ia menegaskan timnya siap menerima apa pun hasil final nanti, tanpa kehilangan rasa hormat kepada lawan.

“Kalau mereka menang, kami akan bilang selamat. Tapi kalau kami yang menang, kami akan sangat senang dan kami bisa menunjukkan ke Anda bahwa tim kami juga kuat,” tandasnya.

Pernyataan tersebut mencerminkan mentalitas timnas futsal Indonesia yang kini semakin matang. Garuda tidak lagi tampil dengan rasa inferior, tetapi juga tidak terjebak dalam kesombongan berlebihan.

Menolak Label Pencetak Sejarah

Di balik keberhasilan membawa Indonesia ke final, Hector Souto justru menolak disematkan julukan pembuat sejarah. Ia menegaskan bahwa pencapaian ini adalah hasil kerja kolektif, bukan kontribusi satu individu semata.

“Saya tidak membuat sejarah. Saya bukan pembuat sejarah. Tim saya yang memuat sejarah,” ucap Souto.

Ia menambahkan bahwa keberhasilan ini lahir dari peran semua pihak, mulai dari pemain, staf pelatih, federasi, hingga dukungan suporter. Bagi Souto, label personal justru mengaburkan esensi kerja tim.

“Saya mulai sedikit lelah dengan (label) pencetak sejarah ini. (Pencapaian diraih berkat) semua pihak,” imbuhnya.

Dengan sikap rendah hati namun penuh keyakinan, Hector Souto membawa Indonesia memasuki final Piala Asia Futsal 2026 tanpa rasa gentar. Terlepas dari hasil akhir nanti, Garuda telah membuktikan diri layak dihormati di panggung futsal Asia.

Mazroh Atul Jannah

Mazroh Atul Jannah

indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Film Netflix ‘Dia Bukan Ibu’ Tampilkan Ketegangan Anak Hadapi Sosok Ibu yang Menakutkan

Film Netflix ‘Dia Bukan Ibu’ Tampilkan Ketegangan Anak Hadapi Sosok Ibu yang Menakutkan

Update WhatsApp Penting: Hindari File Berbahaya Otomatis Terunduh di Smartphone

Update WhatsApp Penting: Hindari File Berbahaya Otomatis Terunduh di Smartphone

Google Gemini Capai 750 Juta Pengguna Aktif Bulanan dan Dominasi Pasar AI Global

Google Gemini Capai 750 Juta Pengguna Aktif Bulanan dan Dominasi Pasar AI Global

Jadwal Peluncuran iPhone 17e Terungkap, Apple Siap Panaskan Persaingan Ponsel Kelas Menengah Awal 2026

Jadwal Peluncuran iPhone 17e Terungkap, Apple Siap Panaskan Persaingan Ponsel Kelas Menengah Awal 2026

Samsung Galaxy Tri-Fold 2026 Resmi Hadir, Inovasi Layar Lipat Tiga Bikin Dunia Gadget Terkejut

Samsung Galaxy Tri-Fold 2026 Resmi Hadir, Inovasi Layar Lipat Tiga Bikin Dunia Gadget Terkejut