Jumat, 06 Februari 2026

Fintech Lending Tumbuh Pesat, Pembiayaan Capai Rp 96,62 Triliun

Fintech Lending Tumbuh Pesat, Pembiayaan Capai Rp 96,62 Triliun
Fintech Lending Tumbuh Pesat, Pembiayaan Capai Rp 96,62 Triliun

JAKARTA - Industri fintech lending (peer-to-peer/P2P lending) terus menunjukkan perkembangan yang sangat positif pada akhir tahun 2025. 

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan bahwa outstanding pembiayaan fintech P2P lending pada Desember 2025 tercatat mencapai Rp 96,62 triliun. Ini menandakan adanya pertumbuhan yang cukup signifikan sebesar 25,44% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

Sektor fintech lending yang memungkinkan individu atau pelaku usaha untuk mengakses pembiayaan secara langsung melalui platform digital ini semakin diminati. 

Baca Juga

Ketentuan Terbaru Pencairan JHT BPJS Ketenagakerjaan Setelah Resign

Hal ini menunjukkan bahwa fintech lending menjadi solusi yang relevan dan efisien dalam memberikan akses keuangan kepada masyarakat yang membutuhkan, terutama dalam situasi yang serba digital seperti sekarang ini.

Pencapaian Pembiayaan yang Meningkat

Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan OJK, Agusman, menyampaikan bahwa industri fintech lending semakin berkembang pesat. 

Dengan angka pembiayaan yang terus mencatatkan angka fantastis, sektor ini menjadi salah satu pilar penting dalam ekosistem keuangan digital di Indonesia. Tercatat, pembiayaan fintech P2P lending pada Desember 2025 mencapai Rp 96,62 triliun, yang tumbuh 25,44% secara year-on-year (YoY).

Angka ini, meskipun sedikit melambat dibandingkan bulan sebelumnya, menunjukkan bahwa sektor ini tetap menunjukkan daya tahan yang kuat. Pada bulan November 2025, pembiayaan fintech lending tercatat sebesar Rp 94,85 triliun, dengan angka pertumbuhan 25,45% YoY. 

Penurunan tipis dalam laju pertumbuhannya tidak mengubah fakta bahwa industri ini terus berkembang dan memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat dan perekonomian.

Risiko Kredit Masih Terjaga dengan Baik

Salah satu faktor penting yang perlu dicermati dalam perkembangan industri fintech lending adalah risiko kredit yang melekat pada setiap transaksi. 

Meskipun terdapat pertumbuhan yang cukup signifikan dalam pembiayaan, OJK menekankan bahwa tingkat risiko kredit macet, atau yang dikenal dengan istilah TWP90, masih terjaga pada angka yang aman. 

TWP90 mencatatkan angka sebesar 4,32% pada Desember 2025, yang terbilang stabil dan masih berada dalam batas aman yang ditetapkan oleh OJK, yakni di bawah 5%.

Meskipun angka TWP90 menunjukkan sedikit peningkatan dibandingkan tahun lalu, yaitu sebesar 2,6% pada Desember 2024, namun angka tersebut menunjukkan perbaikan jika dibandingkan dengan posisi bulan sebelumnya, yang tercatat di angka 4,33% pada November 2025. 

Peningkatan kecil ini menunjukkan bahwa meskipun ada tantangan, secara keseluruhan industri fintech lending berhasil mengelola risiko kredit dengan cukup baik, menjaga kestabilan dan kepercayaan pasar.

Kinerja Industri Fintech Lending di Tengah Tantangan Ekonomi

Performa yang tercatat di sektor fintech lending ini juga mencerminkan kemajuan sektor tersebut dalam menghadapi tantangan yang ada. Pasar fintech lending Indonesia saat ini sangat dinamis, dengan persaingan yang semakin ketat dan berbagai inovasi yang terus berkembang. 

Namun, meskipun tantangan dalam pengelolaan risiko dan kualitas kredit tetap ada, sektor ini berhasil mencatatkan pertumbuhan yang positif dan bahkan stabilitas yang solid.

Keberhasilan industri fintech lending juga tidak terlepas dari dukungan kebijakan dari OJK yang terus memastikan regulasi dan pengawasan yang tepat guna menjaga keberlanjutan sektor ini. 

Dengan adanya regulasi yang mendukung dan pengawasan yang ketat, fintech lending dapat terus berkembang, memberikan manfaat lebih besar bagi masyarakat dan sektor usaha kecil menengah (UKM).

Industri ini juga semakin diminati oleh berbagai kalangan, baik dari sisi peminjam yang membutuhkan pembiayaan cepat dan mudah, maupun dari sisi investor yang tertarik dengan peluang keuntungan dari sektor ini. 

Platform fintech lending menjadi alternatif yang menarik, khususnya bagi masyarakat yang belum terjangkau oleh lembaga keuangan tradisional.

Optimisme ke Depan: Prospek Fintech Lending 2026

Melihat kinerja yang terus berkembang ini, prospek fintech lending di Indonesia di tahun 2026 sangat cerah. Meskipun ada tantangan dan risiko yang harus dikelola, OJK tetap optimistis bahwa sektor ini akan terus tumbuh, bahkan dengan laju yang lebih pesat. 

Dengan semakin banyaknya masyarakat dan pelaku usaha yang mengadopsi teknologi digital, akses terhadap pembiayaan yang lebih mudah dan cepat akan semakin meningkat.

Ke depan, sektor ini dapat diharapkan akan semakin memperkuat inklusi keuangan di Indonesia. Teknologi yang semakin berkembang, bersama dengan kebijakan yang mendukung, akan membuat fintech lending semakin efisien dan lebih mudah diakses oleh lebih banyak orang. 

Sebagai bagian dari ekosistem keuangan digital, fintech lending diprediksi akan semakin memainkan peran penting dalam mendukung perekonomian Indonesia yang inklusif.

Celo

Celo

indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

AFPI Lihat Peluang Pertumbuhan Fintech Lending Masih Terbuka Lebar 2026

AFPI Lihat Peluang Pertumbuhan Fintech Lending Masih Terbuka Lebar 2026

Cek Harga Emas Perhiasan Jumat 6 Februari 2026 Terbaru

Cek Harga Emas Perhiasan Jumat 6 Februari 2026 Terbaru

Harga Emas Antam Pegadaian Naik Tipis Jumat 6 Februari 2026

Harga Emas Antam Pegadaian Naik Tipis Jumat 6 Februari 2026

Gen Z Jangan Fomo Ini Risiko KPR Tanpa Hitung Daya Beli

Gen Z Jangan Fomo Ini Risiko KPR Tanpa Hitung Daya Beli

Simak Syarat Lengkap Mengajukan KPR Subsidi BCA Untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah

Simak Syarat Lengkap Mengajukan KPR Subsidi BCA Untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah