Rabu, 04 Februari 2026

Daftar Lengkap Harga BBM Pertamina 4 Februari 2026 di Indonesia

Daftar Lengkap Harga BBM Pertamina 4 Februari 2026 di Indonesia

JAKARTA – Perubahan harga bahan bakar minyak (BBM) pada awal Februari 2026 membawa kabar penting bagi masyarakat Indonesia. Pada Rabu (4/2/2026), harga BBM Pertamina di seluruh Indonesia mengalami penurunan pada sejumlah jenis bahan bakar, terutama BBM non subsidi seperti Pertamax dan turunannya. Penyesuaian ini mengikuti kebijakan pemerintah yang merujuk pada formula harga dasar yang berlaku serta dinamika pasar energi.

Penyesuaian harga ini tercantum dalam keputusan pemerintah melalui Kepmen ESDM yang menjadi rujukan resmi perubahan harga BBM. Berikut rangkaian informasi detail yang wajib diketahui—dari latar belakang kebijakan, jenis BBM yang mengalami perubahan harga hingga daftar lengkap harga di berbagai wilayah Indonesia.

Perubahan Harga BBM Pertamina Efektif 4 Februari

Baca Juga

Indonesia Raih Surplus Besar Perdagangan Besi dan Baja pada Tahun 2025

Pada 4 Februari 2026, sejumlah jenis BBM Pertamina mengalami penurunan harga dibandingkan harga sebelumnya. Hal ini menjadi kabar penting, khususnya bagi konsumen dan pelaku usaha yang bergantung pada BBM untuk operasional harian.

Beberapa perubahan harga yang tercatat adalah:

Pertamax turun menjadi Rp11.800 per liter dari semula Rp12.350 per liter.

Pertamax Turbo turun menjadi Rp12.700 per liter dari sebelumnya Rp13.400 per liter.

Pertamax Green 95 turun menjadi Rp12.450 per liter dari Rp13.150 per liter.

Dexlite turun menjadi Rp13.250 per liter dari Rp13.500 per liter.

Pertamina Dex turun menjadi Rp13.500 per liter dari semula Rp13.600 per liter.

Penurunan harga ini mengikuti formula yang ditetapkan pemerintah melalui Keputusan Menteri ESDM Nomor 245.K/MG.01/MEM.M/2022, sebagai perubahan dari aturan sebelumnya terkait perhitungan harga jual eceran BBM di SPBU.

Apa Penyebab Utama Penurunan Harga Ini?

Penurunan harga BBM Pertamina pada awal bulan ini terkait langsung dengan mekanisme penentuan harga yang mengacu pada formula standar pemerintah. Kebijakan ini dimaksudkan untuk menyesuaikan harga bahan bakar di SPBU dengan harga dasar di pasar global serta biaya logistik dan distribusi.

Dalam aturan yang berlaku, pemerintah memperbarui formula dasar perhitungan harga jual eceran jenis BBM umum termasuk jenis bensin dan solar. Formula ini mempertimbangkan cost structure terbaru, perubahan harga minyak mentah dunia, serta nilai kurs. Hal ini juga yang membuat harga BBM non subsidi seperti Pertamax dan Pertamax Turbo kini lebih kompetitif dibandingkan sebelumnya.

Perubahan harga ini langsung efektif pada 4 Februari 2026, berlaku di seluruh wilayah Indonesia sesuai wilayah penyaluran BBM Pertamina.

Daftar Harga BBM Pertamina Menurut Wilayah

Berikut rincian lengkap harga BBM Pertamina 4 Februari 2026 berdasarkan zona wilayah di Indonesia. Daftar ini mencakup jenis BBM utama yang disalurkan melalui SPBU Pertamina:

1. Sumatera Utara & Aceh

Pertalite: Rp10.000 per liter

Pertamax: Rp12.100 per liter

Pertamax Turbo: Rp13.000 per liter

Dexlite: Rp13.550 per liter

Pertamina Dex: Rp13.800 per liter

Solar: Rp6.800 per liter

2. Free Trade Zone Sabang

Pertalite: Rp10.000 per liter

Pertamax: Rp11.100 per liter

Dexlite: Rp12.350 per liter

Solar: Rp6.800 per liter

3. Sumatera Barat, Riau & Kepulauan Riau

Pertalite: Rp10.000 per liter

Pertamax: Rp12.400 per liter

Pertamax Turbo: Rp13.250 per liter

Dexlite: Rp13.850 per liter

Pertamina Dex: Rp14.100 per liter

Solar: Rp6.800 per liter

4. Wilayah DKI Jakarta & Pulau Jawa

Pertalite: Rp10.000 per liter

Pertamax: Rp11.800 per liter

Pertamax Turbo: Rp12.700 per liter

Pertamax Green 95: Rp12.450 per liter

Dexlite: Rp13.250 per liter

Pertamina Dex: Rp13.500 per liter

Solar: Rp6.800 per liter

5. Pulau Bali & Nusa Tenggara Barat

Pertalite: Rp10.000 per liter

Pertamax: Rp11.800 per liter

Pertamax Turbo: Rp12.700 per liter

Dexlite: Rp13.250 per liter

Pertamina Dex: Rp13.500 per liter

Solar: Rp6.800 per liter

6. Wilayah Kalimantan, Sulawesi, Maluku & Papua

Daftar harga BBM di wilayah lain seperti Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua juga mengikuti patokan yang sama dengan variasi harga tergantung wilayah distribusi. Rata-rata harga Pertalite tetap Rp10.000 per liter, sedangkan harga BBM non subsidi berkisar antara Rp12.100 hingga Rp14.100 per liter tergantung jenis BBM dan wilayahnya.

Implikasi Penurunan Harga bagi Masyarakat

Penurunan harga BBM non subsidi seperti Pertamax, Pertamax Turbo, Pertamax Green 95 dan Dexlite ini diperkirakan dapat meringankan beban konsumen—terutama pengguna kendaraan pribadi dan sektor transportasi yang menggunakan jenis BBM tersebut. Adanya penyesuaian harga juga menjadi sinyal positif dalam stabilisasi harga energi di dalam negeri di tengah fluktuasi harga minyak dunia.

Sementara itu, harga BBM subsidi seperti Pertalite dan Solar tetap mengikuti kebijakan pemerintah yang telah ditetapkan sebelumnya, dimana Pertalite dipatok Rp10.000 per liter dan Solar Rp6.800 per liter di seluruh wilayah Indonesia.

Kesimpulan: Per 4 Februari 2026, sebagian besar jenis BBM Pertamina mengalami penurunan harga sesuai dengan formula baru yang ditetapkan pemerintah. Penurunan ini berlaku merata di berbagai wilayah Indonesia serta diharapkan membantu daya beli masyarakat terutama di sektor transportasi dan logistik.

Fery

Fery

indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Kemenperin Perketat Pengawasan Larangan Impor Pakaian Bekas di Indonesia

Kemenperin Perketat Pengawasan Larangan Impor Pakaian Bekas di Indonesia

Hankook Tire Optimistis Tumbuh Lewat Strategi Bisnis Berkelanjutan 2026

Hankook Tire Optimistis Tumbuh Lewat Strategi Bisnis Berkelanjutan 2026

IEA Prediksi Lonjakan Energi Terbarukan Global Hingga 2030

IEA Prediksi Lonjakan Energi Terbarukan Global Hingga 2030

PLTN Dukung Transisi Energi Indonesia Slovakia Tawarkan Keahlian Nuklir

PLTN Dukung Transisi Energi Indonesia Slovakia Tawarkan Keahlian Nuklir

Produksi Beras Nasional Melonjak Meski Cuaca Ekstrem Melanda

Produksi Beras Nasional Melonjak Meski Cuaca Ekstrem Melanda