Rabu, 04 Februari 2026

PLTN Dukung Transisi Energi Indonesia Slovakia Tawarkan Keahlian Nuklir

PLTN Dukung Transisi Energi Indonesia Slovakia Tawarkan Keahlian Nuklir
PLTN Dukung Transisi Energi Indonesia Slovakia Tawarkan Keahlian Nuklir

JAKARTA - Upaya Indonesia memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mendorong transisi menuju sumber energi bersih terus membuka ruang kerja sama internasional.

 Salah satu opsi yang kini kembali mendapat perhatian adalah pengembangan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN), yang dinilai dapat menjadi bagian dari strategi jangka panjang transisi energi nasional. 

Dalam konteks inilah, Slovakia muncul sebagai mitra potensial dengan menawarkan keahlian di bidang teknologi dan pengelolaan nuklir.

Baca Juga

Indonesia Raih Surplus Besar Perdagangan Besi dan Baja pada Tahun 2025

Direktur Jenderal Amerika dan Eropa Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, Grata Endah Werdaningtyas, menegaskan bahwa ketahanan dan transisi energi merupakan prioritas Indonesia. Pengembangan PLTN dipandang dapat mendukung peralihan menuju energi bersih, terutama dalam jangka panjang, seiring meningkatnya kebutuhan listrik nasional dan komitmen pengurangan emisi.

Pernyataan tersebut disampaikan Grata setelah Menteri Luar Negeri RI Sugiono dan Menteri Luar Negeri Slovakia Juraj Blanar menyampaikan pernyataan pers bersama di Jakarta, 3 Februari 2026.

Dalam kesempatan itu, kedua negara sepakat untuk meningkatkan kerja sama di sejumlah sektor strategis, termasuk transisi energi, swasembada pangan, dan kesehatan.

Kerja Sama Energi dan Tawaran Keahlian Nuklir

Menurut Grata, Slovakia menawarkan keahlian di bidang nuklir kepada Indonesia sebagai bagian dari kerja sama transisi energi. Negara Eropa tersebut memiliki pengalaman panjang dalam pengembangan fasilitas nuklir, termasuk dalam proses penonaktifan atau decommission pembangkit listrik tenaga nuklir.

“Isu safeguard, limbah, dan keselamatan pasca-penutupan PLTN menjadi perhatian penting, dan tidak semua negara, termasuk di Eropa, memiliki kapasitas decommission,” kata Grata.

Ia menjelaskan bahwa Slovakia memiliki kapasitas dalam pengembangan dan penonaktifan fasilitas nuklir, serta berpengalaman dalam pengawasan dan pengamanan atau safeguard program nuklir. 

Pengalaman ini dinilai relevan bagi Indonesia yang tengah mengkaji secara matang seluruh aspek pengembangan PLTN, mulai dari aspek teknis, keselamatan, hingga pengelolaan limbah.

Dalam konteks transisi energi, kerja sama ini dipandang tidak semata soal pembangunan pembangkit, tetapi juga transfer pengetahuan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta pemahaman menyeluruh mengenai tata kelola nuklir yang aman dan berkelanjutan.

Penguatan Kerja Sama Pangan dan Pertanian

Selain sektor energi, Indonesia dan Slovakia juga sepakat memperkuat kerja sama di bidang pertanian. Grata menyebutkan kolaborasi ini dilatarbelakangi oleh keberhasilan riset bersama antara Universitas Andalas dan universitas di Slovakia dalam mengembangkan varietas gandum yang dapat tumbuh di iklim tropis.

Keberhasilan penelitian tersebut dinilai membuka peluang besar bagi penguatan ketahanan dan swasembada pangan Indonesia. Varietas gandum yang adaptif terhadap iklim tropis berpotensi mengurangi ketergantungan impor serta memperluas basis produksi pangan nasional.

Kerja sama di sektor pertanian ini mencerminkan pendekatan Indonesia dan Slovakia yang menitikberatkan pada riset dan inovasi sebagai dasar penguatan ketahanan nasional. 

Bagi Indonesia, kolaborasi ini sejalan dengan upaya pemerintah mendorong diversifikasi pangan dan peningkatan produktivitas pertanian berbasis ilmu pengetahuan.

Peluang Kolaborasi Pertahanan dan Mekanisme Bilateral

Di luar energi dan pangan, kedua negara juga membuka peluang peningkatan kerja sama di sektor pertahanan. 

Grata mengungkapkan bahwa pembahasan kerja sama pertahanan tidak terbatas pada pengadaan alat utama sistem persenjataan (alutsista), tetapi juga mencakup kerja sama pengembangan kapasitas dan proyek bersama.

“Ada pembicaraan bagaimana meningkatkan kerja sama pertahanan, bukan hanya alutsista, tetapi juga joint cooperation untuk peningkatan kapasitas, joint development, dan lain-lain,” ujar Grata.

Ia menambahkan, di tingkat teknis, Indonesia dan Slovakia telah memiliki sejumlah mekanisme bilateral, seperti forum konsultasi bersama dan komite ekonomi. Mekanisme ini menjadi fondasi penting dalam memperkuat dan mengelola kerja sama kedua negara agar berjalan lebih terarah dan efektif.

Ke depan, apabila kemitraan strategis antara Indonesia dan Slovakia terbentuk, mekanisme tersebut perlu dimanfaatkan secara optimal. Tujuannya adalah untuk meninjau berbagai kesepakatan yang sudah ada agar tidak terjadi tumpang tindih, sekaligus memastikan setiap kerja sama berjalan secara terstruktur dan memberikan hasil nyata.

Strategi Selektif dan Nilai Tambah Kerja Sama

Grata menekankan bahwa strategi Indonesia dalam meningkatkan kerja sama bilateral adalah memastikan setiap bentuk elevasi hubungan memiliki nilai tambah yang jelas. Tidak semua sektor akan dijajaki, melainkan difokuskan pada bidang-bidang yang memberikan manfaat konkret bagi kedua negara.

“Jadi, tidak semua sektor kita jajaki. Kita memastikan (hanya) sektor-sektor yang memberikan keuntungan bagi kedua negara,” ujar Grata.

Pendekatan selektif ini dinilai penting agar kerja sama internasional benar-benar mendukung prioritas nasional, termasuk ketahanan energi, pangan, dan kesehatan. 

Dalam konteks kerja sama dengan Slovakia, tawaran keahlian di bidang nuklir, riset pertanian, serta peluang kolaborasi pertahanan dinilai sejalan dengan kebutuhan strategis Indonesia saat ini.

Dengan mengedepankan prinsip saling menguntungkan dan nilai tambah, Indonesia berharap kemitraan dengan Slovakia dapat berkontribusi nyata terhadap pembangunan berkelanjutan, sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam menghadapi tantangan global di masa depan.

Celo

Celo

indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Kemenperin Perketat Pengawasan Larangan Impor Pakaian Bekas di Indonesia

Kemenperin Perketat Pengawasan Larangan Impor Pakaian Bekas di Indonesia

Hankook Tire Optimistis Tumbuh Lewat Strategi Bisnis Berkelanjutan 2026

Hankook Tire Optimistis Tumbuh Lewat Strategi Bisnis Berkelanjutan 2026

IEA Prediksi Lonjakan Energi Terbarukan Global Hingga 2030

IEA Prediksi Lonjakan Energi Terbarukan Global Hingga 2030

Produksi Beras Nasional Melonjak Meski Cuaca Ekstrem Melanda

Produksi Beras Nasional Melonjak Meski Cuaca Ekstrem Melanda

Rakernas Perdana Amdatara Perkuat Daya Saing Industri AMDK Nasional

Rakernas Perdana Amdatara Perkuat Daya Saing Industri AMDK Nasional