JAKARTA - Bagi banyak orang, secangkir kopi adalah awal hari yang tak tergantikan. Aroma dan kandungan kafein di dalamnya kerap dianggap sebagai “penyelamat” agar tubuh kembali segar dan fokus meningkat.
Namun di balik manfaat tersebut, kopi juga sering dikaitkan dengan kekhawatiran tertentu, salah satunya dampaknya terhadap tekanan darah.
Sebagian orang percaya bahwa minum kopi bisa langsung memicu kenaikan tekanan darah dan berisiko bagi kesehatan jantung. Di sisi lain, ada pula anggapan bahwa kopi aman dikonsumsi selama tidak berlebihan.
Baca JugaFenomena Lisa BLACKPINK Dorong Red Lotus Sea Thailand Banjir Wisatawan Mancanegara
Perbedaan pandangan ini membuat banyak orang bertanya-tanya, apa sebenarnya yang terjadi pada tekanan darah saat seseorang mengonsumsi kopi?
Sejumlah penelitian memang menunjukkan bahwa kafein dapat memengaruhi tekanan darah, tetapi efeknya tidak selalu sama pada setiap orang. Respons tubuh terhadap kopi dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari jumlah kafein yang dikonsumsi hingga kebiasaan minum kopi itu sendiri.
Pengaruh Kafein Terhadap Tekanan Darah
Kafein merupakan zat stimulan yang bekerja pada sistem saraf pusat. Saat dikonsumsi, kafein dapat menyebabkan penyempitan sementara pada pembuluh darah dan meningkatkan aktivitas jantung. Kondisi ini berpotensi memicu kenaikan tekanan darah dalam jangka waktu singkat.
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa peningkatan tekanan darah setelah minum kopi lebih sering terjadi pada orang yang jarang mengonsumsi kafein. Tubuh yang belum terbiasa akan merespons kafein dengan lebih kuat, sehingga efeknya terasa lebih nyata.
Namun, tidak semua penelitian menemukan dampak yang sama. Sejumlah studi lain justru menyebutkan bahwa konsumsi kopi secara teratur dan dalam jumlah sedang tidak memberikan efek negatif terhadap tekanan darah. Hal ini menunjukkan bahwa tubuh dapat beradaptasi terhadap kafein seiring waktu.
Melansir Health, terdapat beberapa faktor utama yang menentukan pengaruh kopi terhadap tekanan darah. Dua faktor terpenting adalah jumlah kafein yang dikonsumsi serta kebiasaan atau gaya hidup individu yang bersangkutan.
Perbedaan Dampak Berdasarkan Pola Konsumsi
Pola konsumsi kopi memainkan peran besar dalam menentukan dampaknya terhadap tekanan darah. Konsumsi kopi yang hanya sesekali dan tidak rutin lebih sering dikaitkan dengan peningkatan tekanan darah sementara serta risiko hipertensi yang sedikit lebih tinggi.
Sebaliknya, konsumsi kopi dalam jumlah sedang dan dilakukan secara teratur cenderung tidak berdampak buruk. Penelitian menunjukkan bahwa minum satu hingga dua cangkir kopi per hari tidak memberikan efek negatif terhadap tekanan darah, terutama pada perempuan dan kelompok non-perokok.
Risiko terhadap tekanan darah juga dinilai sangat kecil selama kopi dikonsumsi dalam batas wajar. Hal ini memperkuat pandangan bahwa kopi tidak selalu menjadi “musuh” bagi tekanan darah, selama tidak diminum secara berlebihan.
Perlu dipahami bahwa respons setiap orang terhadap kopi bisa berbeda. Faktor genetik, tingkat sensitivitas terhadap kafein, serta kondisi kesehatan tertentu turut memengaruhi bagaimana tubuh bereaksi setelah mengonsumsi minuman berkafein ini.
Batas Aman Konsumsi Kafein Harian
Agar manfaat kopi tetap bisa dirasakan tanpa menimbulkan risiko kesehatan, penting untuk memperhatikan batas aman konsumsi kafein. Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat atau FDA merekomendasikan asupan kafein tidak lebih dari 400 miligram per hari.
Jumlah tersebut setara dengan sekitar empat hingga lima cangkir kopi seduh biasa dengan ukuran sekitar 250 mililiter per cangkir. Selama masih berada dalam batas ini, kafein umumnya dianggap aman bagi kebanyakan orang dewasa yang sehat.
Meski demikian, kandungan kafein dalam kopi bisa berbeda-beda tergantung jenis biji, metode penyeduhan, dan ukuran sajian. Oleh karena itu, penting bagi penikmat kopi untuk tetap memperhatikan total asupan kafein dari berbagai sumber, termasuk teh, minuman energi, atau cokelat.
Dengan mengatur jumlah konsumsi, kopi dapat tetap menjadi bagian dari gaya hidup tanpa menimbulkan kekhawatiran berlebihan terhadap tekanan darah.
Efek Samping dan Kelompok Perlu Waspada
Pada dasarnya, kafein tidak berbahaya bagi kesehatan jika dikonsumsi dalam jumlah sedang. Namun, konsumsi kafein yang melebihi batas yang dianjurkan dapat meningkatkan risiko munculnya efek samping.
Efek samping kafein lebih sering dialami oleh orang yang tidak terbiasa mengonsumsi minuman berkafein. Beberapa efek yang umum dilaporkan antara lain detak jantung menjadi lebih cepat, rasa cemas, sulit tidur atau insomnia, mual dan muntah, tremor, sering buang air kecil, serta perasaan gelisah.
Selain itu, terdapat kelompok tertentu yang dianjurkan untuk membatasi atau bahkan menghindari asupan kafein. Kelompok ini mencakup ibu hamil, individu yang sangat sensitif terhadap kafein, pengidap gangguan irama jantung atau aritmia, pengidap GERD, serta penderita hipertensi berat.
Orang yang sedang mengonsumsi obat-obatan atau suplemen tertentu juga disarankan untuk lebih berhati-hati, karena kafein dapat berinteraksi dengan beberapa jenis obat.
Dengan memahami respons tubuh masing-masing dan memperhatikan batas konsumsi yang dianjurkan, kopi tetap bisa dinikmati sebagai bagian dari rutinitas sehari-hari tanpa harus mengorbankan kesehatan, termasuk kesehatan tekanan darah.
Celo
indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Garuda Indonesia Gelar Online Travel Fair 2026 Dengan Diskon Tiket Hingga 65 Persen
- Rabu, 04 Februari 2026
Berita Lainnya
Menjelajahi Fenomena Fry Meetups: Kaisar Kentang Goreng Jadi Magnet Sosial
- Rabu, 04 Februari 2026
Lee Dong Wook Dikabarkan Bintangi Drama ‘Love Affair’ yang Menguras Emosi Penonton
- Rabu, 04 Februari 2026
Terpopuler
1.
Daftar Lengkap Harga BBM Pertamina 4 Februari 2026 di Indonesia
- 04 Februari 2026
2.
Kinerja BBM & Lahan JIIPE AKRA Memacu Dividen dan Optimisme Investor
- 04 Februari 2026











.jpg)
