Rabu, 04 Februari 2026

Edwin Soeryadjaya Tambah Kepemilikan Saham Saratoga Investama Sedaya Hingga Rp2,47 Miliar

Edwin Soeryadjaya Tambah Kepemilikan Saham Saratoga Investama Sedaya Hingga Rp2,47 Miliar
Edwin Soeryadjaya Tambah Kepemilikan Saham Saratoga Investama Sedaya Hingga Rp2,47 Miliar

JAKARTA - Komisaris Utama PT Saratoga Investama Sedaya Tbk., Edwin Soeryadjaya, tercatat melakukan pembelian saham SRTG senilai sekitar Rp2,47 miliar. Transaksi ini dilaksanakan dalam dua tahap, memperkuat posisinya sebagai pengendali perusahaan investasi tersebut.

Pada transaksi pertama, 2 Februari 2026, Edwin membeli 488.700 lembar saham SRTG dengan harga Rp1.629 per lembar. Selanjutnya, pada 4 Februari 2026, ia kembali membeli 1.045.000 lembar saham dengan harga Rp1.608 per lembar.

Total pembelian saham Edwin mencapai 1.533.700 lembar. Dengan tambahan ini, porsi kepemilikan Edwin naik dari 4,865 miliar lembar (35,87%) menjadi 4,867 miliar lembar (35,88%).

Baca Juga

Danantara Siap Bangun Pabrik Baja Terpadu Kapasitas Besar

Tujuan dan Strategi Investasi Edwin

Dalam laporan ke Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu, 4 Februari 2026, disebutkan bahwa pembelian ini bertujuan sebagai investasi dengan kepemilikan langsung. Edwin berkomitmen untuk mempertahankan statusnya sebagai pengendali Saratoga Investama Sedaya.

Langkah ini mencerminkan strategi Edwin dalam menjaga kendali sekaligus memperkuat posisi sahamnya di perusahaan. Dengan demikian, pengaruhnya terhadap arah perusahaan tetap kuat dan stabil.

Pergerakan Harga Saham Saratoga

Pada perdagangan Rabu, 4 Februari 2026, saham SRTG dibuka pada harga Rp1.640 per lembar, naik sedikit dari penutupan sebelumnya Rp1.620 per saham. Sepanjang perdagangan hingga pukul 11.55 WIB, saham bergerak di rentang Rp1.625—Rp1.705.

Akhirnya, saham SRTG ditutup pada level Rp1.685 per lembar. Pergerakan ini menunjukkan penguatan 135 poin atau 8,71% year-to-date (YtD) 2026, meskipun dalam satu tahun terakhir melemah 155 poin atau -8,42%.

Kondisi Pasar dan Kapitalisasi

Dalam enam bulan terakhir, saham SRTG tercatat melemah 190 poin atau -10,13%. Kapitalisasi pasar perusahaan saat ini mencapai Rp22,86 triliun.

Fluktuasi ini menandai volatilitas wajar pada saham perusahaan investasi besar. Investor seperti Edwin memanfaatkan momentum ini untuk menambah kepemilikan strategis.

Dampak Pembelian Saham terhadap Perusahaan

Penambahan saham oleh Edwin memperkuat stabilitas kepemilikan dan arah perusahaan. Hal ini juga menegaskan komitmen pengendali dalam menjaga keberlanjutan perusahaan investasi.

Dengan adanya pembelian ini, pasar melihat sinyal positif terkait kepercayaan pengendali terhadap prospek jangka panjang Saratoga. Investor lain dapat menilai langkah ini sebagai indikator stabilitas dan potensi pertumbuhan perusahaan.

Prospek Investasi dan Sentimen Pasar

Edwin menyatakan bahwa transaksi dilakukan untuk investasi langsung, yang menegaskan fokus pada jangka panjang. Langkah ini bisa memicu sentimen positif di pasar terkait keyakinan pengendali terhadap nilai saham perusahaan.

Selain itu, penguatan kepemilikan bisa meningkatkan kepercayaan publik dan investor institusi. Posisi pengendali yang stabil juga menjadi sinyal bahwa arah perusahaan tidak akan terganggu oleh perubahan kepemilikan.

Investor dan analis akan terus memantau pergerakan harga saham SRTG. Kombinasi antara pembelian pengendali dan performa pasar bisa menjadi indikator menarik untuk potensi penguatan saham ke depan.

Strategi Investor

Pembelian saham Saratoga oleh Edwin Soeryadjaya senilai Rp2,47 miliar menegaskan komitmen pengendali terhadap perusahaan. Dengan meningkatnya porsi kepemilikan, Edwin tetap mempertahankan kendali sekaligus menunjukkan kepercayaan terhadap nilai perusahaan.

Investor lain dapat menggunakan informasi ini sebagai referensi strategi jangka panjang. Pergerakan saham yang fluktuatif tetap menjadi peluang untuk memahami tren pasar dan sentimen pengendali.

Momentum ini juga memperlihatkan bagaimana investor besar memanfaatkan harga saham yang stabil atau relatif terjangkau untuk menambah kepemilikan. Strategi serupa bisa menjadi contoh bagi investor institusi maupun ritel dalam mengambil keputusan investasi.

Secara keseluruhan, pembelian saham ini menunjukkan kombinasi strategi pengendali yang fokus pada stabilitas dan potensi pertumbuhan jangka panjang. Hal ini diharapkan dapat memicu sentimen positif di pasar dan memberikan arah yang jelas bagi perusahaan.

Dengan informasi yang transparan, investor publik memiliki kesempatan untuk menilai langkah pengendali dan mengantisipasi pergerakan pasar. Keputusan Edwin Soeryadjaya menjadi sorotan penting bagi analis dan pelaku pasar saham Indonesia.

Nathasya Zallianty

Nathasya Zallianty

indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Jadwal Terbaru KRL Jogja Solo Hari Ini 4 Februari 2026

Jadwal Terbaru KRL Jogja Solo Hari Ini 4 Februari 2026

Jadwal Lengkap KRL Solo Jogja Rabu 4 Februari 2026

Jadwal Lengkap KRL Solo Jogja Rabu 4 Februari 2026

Promo GOTF Garuda Indonesia Diskon Tiket Hingga 65 Persen

Promo GOTF Garuda Indonesia Diskon Tiket Hingga 65 Persen

Diskon Tiket Garuda Indonesia Hingga 65 Persen Lewat GOTF 2026

Diskon Tiket Garuda Indonesia Hingga 65 Persen Lewat GOTF 2026

Strategi Buyback Saham BRPT 2026 Diprediksi Tingkatkan Kinerja dan Struktur Modal Perusahaan

Strategi Buyback Saham BRPT 2026 Diprediksi Tingkatkan Kinerja dan Struktur Modal Perusahaan